24 Agu 2026

FEB UNS dan SolBridge Perkuat Peluang Kolaborasi Internasional

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus memperkuat jejaring kerja sama internasional, salah satunya melalui diskusi bersama SolBridge International School of Business, Daejeon, Korea Selatan, Jumat, 31 Juli 2026 di Ruang Sidang Dekan Lantai 2 Gedung Soeharno TS FEB UNS .

Prof. Gilbert Tumibay, Ph.D. dari SolBridge International School of Business dan Ignatius Hanny Sugiarto berkunjung ke FEB UNS dan diterima oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Prof. Dr. Tri Murwaningsih, M.Si., serta jajaran pimpinan lainnya,

Kunjungan Prof. Gilbert menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret. Salah satu peluang yang dibahas adalah staff mobility melalui kegiatan visiting professor maupun guest lecture.

Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa staff mobility dapat berkembang berdasarkan kesesuaian bidang keilmuan dan minat akademik. Dosen dari FEB UNS yang memiliki bidang yang relevan dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan sivitas akademika SolBridge, termasuk melalui kegiatan perkuliahan dan pertukaran pengetahuan.

Selain staff mobility, student mobility menjadi pembahasan. FEB UNS melihat SolBridge sebagai salah satu pilihan potensial bagi mahasiswa untuk mengikuti program tersebut selama satu semester. Kredit yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti pembelajaran di SolBridge nantinya dapat dibahas lebih lanjut untuk disesuaikan dan diakui dalam sistem akademik FEB UNS.

Peluang tersebut terbuka bagi mahasiswa dari berbagai bidang yang relevan. SolBridge memiliki program Business Administration dengan berbagai pilihan spesialisasi, antara lain pemasaran, keuangan, manajemen, kewirausahaan, dan analitik data. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang sinergi bagi mahasiswa dari berbagai program studi di FEB UNS.

Pembahasan juga mengarah pada kemungkinan pengembangan program gelar bersama (joint atau double degree). Pihak SolBridge menyampaikan beberapa alternatif skema, antara lain pola 2+2 maupun 3+1. Melalui skema 3+1, misalnya, mahasiswa dapat menempuh tiga tahun studi di FEB UNS dan melanjutkan satu tahun di SolBridge. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman internasional sekaligus menjadi alternatif yang lebih efisien bagi mahasiswa dari sisi biaya pendidikan.

Selain program sarjana, kedua pihak turut membahas peluang bagi staf FEB UNS untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Ph.D. FEB UNS menyampaikan bahwa terdapat sejumlah staf yang memiliki rencana untuk melanjutkan studi doktoral dalam beberapa tahun mendatang. SolBridge menjadi salah satu pilihan potensial karena memiliki program di bidang bisnis serta peluang dukungan pendanaan bagi mahasiswa doktoral.

Dalam pembahasan pendanaan, pihak SolBridge menyampaikan kemungkinan pemberian dukungan melalui skema pengurangan biaya kuliah atau beasiswa parsial. Selain itu, terdapat peluang bagi calon mahasiswa untuk memanfaatkan sumber pendanaan eksternal, termasuk Global Korea Scholarship (GKS). SolBridge menyatakan kesediaannya untuk memberikan informasi lebih lanjut mengenai peluang beasiswa tersebut.

Kedua pihak juga membahas persyaratan yang berkaitan dengan pendanaan studi doktoral, termasuk aspek pemeringkatan universitas. SolBridge menjelaskan bahwa sistem pendidikan tinggi Korea Selatan tidak menetapkan pemeringkatan universitas secara langsung oleh pemerintah, sementara pemeringkatan internasional dilakukan oleh lembaga eksternal seperti QS dan Times Higher Education (THE).

Terkait hal tersebut, SolBridge menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pembahasan internal untuk melihat bentuk dukungan yang memungkinkan diberikan kepada staf FEB UNS yang berminat melanjutkan studi doktoral. Hasil pembahasan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan proposal kerja sama yang lebih spesifik.

Tidak hanya pendidikan dan mobilitas, kolaborasi penelitian dan mobilitas staf untuk kepentingan riset juga menjadi salah satu peluang yang dibahas. Kedua pihak melihat bahwa kerja sama dapat dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan kekuatan dan kapasitas masing-masing institusi.

Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif dengan membahas berbagai kemungkinan yang dapat dikembangkan oleh FEB UNS dan SolBridge. Kedua pihak sepakat bahwa kerja sama perlu disusun berdasarkan kebutuhan dan kekuatan masing-masing institusi, sehingga menghasilkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, maupun institusi.

Keterkaitan dengan SDGs: Kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan akses terhadap pengalaman pendidikan dan mobilitas akademik internasional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kemitraan pendidikan tinggi lintas negara.