s1_ep Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_ep/ Knowledge for Prosperity Tue, 02 Dec 2025 07:03:39 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png s1_ep Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_ep/ 32 32 Peneliti UNS Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta Lemukih https://feb.uns.ac.id/feb/peneliti-uns-perkuat-perlindungan-indikasi-geografis-bagi-kopi-robusta-lemukih/ Tue, 02 Dec 2025 06:34:41 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39598 Upaya memperkuat perlindungan hukum dan nilai ekonomi produk unggulan daerah kembali diperkuat melalui Penelitian Terapan Luaran Prototipe – Kemdiktisaintek 2025 berjudul “Model Pengaturan Produk Unggulan Daerah Berbasis Sustainable Tourism.” Penelitian […]

Artikel Peneliti UNS Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta Lemukih pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Upaya memperkuat perlindungan hukum dan nilai ekonomi produk unggulan daerah kembali diperkuat melalui Penelitian Terapan Luaran Prototipe – Kemdiktisaintek 2025 berjudul “Model Pengaturan Produk Unggulan Daerah Berbasis Sustainable Tourism.”

Penelitian ini merupakan kolaborasi lintas disiplin antara Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Dr. Abdul Qodir Jaelani, SH., MH. dari Fakultas Hukum  Universitas Sebelas Maret (UNS).

Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI, Indikasi Geografis (IG) adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk yang memiliki reputasi, kualitas, atau karakteristik tertentu karena faktor lingkungan geografis, baik faktor alam, manusia, maupun kombinasi keduanya. IG dapat berupa nama tempat, kata, gambar, huruf, atau kombinasi unsur tersebut yang dilekatkan pada produk.

Tim Peneliti, Tim Ahli IG DJKI, Pejabat Deerah dan Pemangku Desa sedang memberikan penjelasan tahapan verifikasi kepada MPIG Kopi Robusta Lemukih Buleleng

Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat ekonomi kewilayahan melalui perlindungan kekayaan intelektual komunal, sehingga produk unggulan daerah memiliki reputasi yang lebih kuat serta nilai ekonomi yang meningkat.

Pada tahun ini, kedua peneliti UNS telah menyelesaikan proses pendampingan bagi kelompok petani Kopi Robusta di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali untuk memperoleh pengakuan IG dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Pendampingan dilakukan secara komprehensif, meliputi penguatan kelembagaan melalui pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Lemukih Buleleng pendampingan pengelolaan usaha, dari proses produksi hingga pemasaran; Penyusunan Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis, yang memuat reputasi, kualitas, dan karakteristik produk sebagai syarat pengajuan IG; Verifikasi Lapangan oleh DJKI

Pada 24–27 November 2025, Tim Ahli Indikasi Geografis DJKI yang dipimpin Gunawan, S.Si. melakukan verifikasi lapangan. Kegiatan ini turut didukung oleh kedua tim peneliti UNS, Sarjiyanto, Ph.D. dan Dr. Abdul Qodir Jaelani.

Papan Identitas Kelompok Masyarakat Perlindungan IG Kopi Lemukih

Proses verifikasi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan daerah, antara lain Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gd. Melandrat; Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos., M.Si.; Perbekel Lemukih, Drs. I Nyoman Singgih; Kelian Subak Gunung Sari dan Subak Manik Galih beserta para krama

Melalui rangkaian proses ini, Kopi Robusta Lemukih kini semakin dekat memperoleh status resmi sebagai produk ber-Indikasi Geografis. Pengakuan ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ekonomi desa, serta promosi potensi lokal yang dikelola secara berkelanjutan.

Sarjiyanto, Ph.D., sebagai anggota tim peneliti dan Pembina MPIG Kopi Lemukih, menyampaikan bahwa keterlibatan dosen FEB UNS merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat secara langsung.

Kopi Robusta Lemukih sebagai Produk Unggulan Daerah yang perlu di lindungi dan dioptimalkan nilai ekonominya sebagai modal Pembanguan Ekonomi Kewilayahaan

Keterlibatan dosen S1 Ekonomi Pembangunan FEB-UNS dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat Desa Lemukih ini merupakah salah satu komitmen Civitas Akademik FEB-UNS dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya; SDG 1 – No Poverty (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh).

Artikel Peneliti UNS Perkuat Perlindungan Indikasi Geografis bagi Kopi Robusta Lemukih pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Mahasiswa FEB UNS Raih Best Favorite Video Presentation di Ajang Internasional TICEMBA 2025 https://feb.uns.ac.id/feb/mahasiswa-feb-uns-raih-best-favorite-video-presentation-di-ajang-internasional-ticemba-2025/ Thu, 13 Nov 2025 05:38:44 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39104 Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Siti Marlina, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS, berhasil meraih penghargaan Best Favorite Video […]

Artikel Mahasiswa FEB UNS Raih Best Favorite Video Presentation di Ajang Internasional TICEMBA 2025 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Siti Marlina, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS, berhasil meraih penghargaan Best Favorite Video Presentation dalam ajang Tidar International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting (TICEMBA) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (FE Untidar) pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Konferensi internasional yang digelar secara hybrid di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono tersebut diikuti oleh 269 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, terdiri atas 200 peserta luring dan 69 peserta daring.

Dengan mengusung tema “Sustainable Development in Changing World: Challenges, Solutions, and Collaborations,” TICEMBA 2025 menjadi wadah penting bagi kolaborasi akademik lintas bidang dalam menghadapi tantangan ekonomi global di era perubahan.

Dalam ajang ini, Marlin, sapaan akrabnya, mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Do AI and FinTech Drive Sustainable Finance in Indonesia? A Systematic Literature Review Insight.” Artikel tersebut mengulas peran Artificial Intelligence (AI) dan Financial Technology (FinTech) dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review yang dilengkapi analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer dan metode PRISMA.

Kepada feb.uns.ac.id,  Marlin menjelaskan bahwa risetnya berupaya menyoroti kontribusi teknologi terhadap penguatan ekonomi hijau.

“AI dan FinTech memiliki peran besar dalam mempercepat inklusi keuangan dan mendorong praktik ekonomi yang berkelanjutan. Melalui teknologi, proses penyaluran dana, penilaian risiko, hingga pengelolaan investasi hijau bisa dilakukan lebih efisien dan transparan,” terangnya.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan keberlanjutan menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta mempercepat transisi Indonesia menuju sistem keuangan digital yang inklusif dan ramah lingkungan.

Dalam proses presentasi, Marlin mengusung konsep video yang komunikatif dan menarik (link: https://www.youtube.com/watch?v=9rzWl3P7Q_Y).

“Konsep video saya dibuat dengan tata bahasa ringan dan gaya storytelling agar tidak membosankan. Saya ingin audiens merasa seperti diajak bercerita, bukan sekadar mendengarkan presentasi formal. Saya juga menambahkan subtitle agar penonton lebih mudah memahami pesan yang saya sampaikan,” ungkapnya.

Ajang TICEMBA 2025 menjadi pengalaman berharga bagi Siti Marlina karena merupakan konferensi internasional pertamanya.

“Saya sangat senang bisa bertemu banyak orang luar biasa dari berbagai latar belakang. Meskipun banyak peserta dari kalangan dosen dan pascasarjana, saya justru semakin termotivasi untuk belajar dan berani tampil,” ujarnya.

Keberhasilan ini juga didukung oleh bimbingan dosen FEB UNS, Ayya Agmulia Asmarani Islam, S.E., M.E.

“Saya mendapat banyak arahan dan bimbingan dari Bu Ayya sejak awal menulis paper hingga persiapan konferensi. Bimbingan beliau sangat berarti dalam memperdalam pemahaman riset dan mempersiapkan diri sebagai presenter,” tambahnya.

Bagi Marlin, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang di bidang akademik.

“Penghargaan ini saya anggap sebagai apresiasi sekaligus dorongan untuk terus berkontribusi melalui riset. Ke depan, saya ingin meneliti lebih jauh tentang keterkaitan antara ekonomi, teknologi, inklusi keuangan, dan keberlanjutan,” tuturnya.

Prestasi ini menunjukkan semangat riset mahasiswa FEB UNS dalam menjawab isu-isu ekonomi global dengan pendekatan ilmiah dan berbasis data.

Melalui ajang TICEMBA 2025, Marlin tidak hanya membawa nama baik FEB UNS, tetapi juga memperkuat reputasi akademik Universitas Sebelas Maret di bidang riset ekonomi digital, keuangan berkelanjutan, dan teknologi keuangan.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen UNS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung ekonomi inklusif, inovasi teknologi, dan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Artikel Mahasiswa FEB UNS Raih Best Favorite Video Presentation di Ajang Internasional TICEMBA 2025 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Dosen FEB UNS Diseminasikan Hasil Penelitian Perilaku Pengguna FinTech DIY https://feb.uns.ac.id/feb/dosen-feb-uns-diseminasikan-hasil-penelitian-perilaku-pengguna-fintech-diy/ Wed, 05 Nov 2025 06:52:44 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38947 Perkembangan teknologi keuangan (Financial Technology atau FinTech) di Indonesia terus menunjukkan tren positif, meskipun pertumbuhannya masih lebih lambat dibandingkan peningkatan kredit perbankan. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dua jenis […]

Artikel Dosen FEB UNS Diseminasikan Hasil Penelitian Perilaku Pengguna FinTech DIY pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Perkembangan teknologi keuangan (Financial Technology atau FinTech) di Indonesia terus menunjukkan tren positif, meskipun pertumbuhannya masih lebih lambat dibandingkan peningkatan kredit perbankan. Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dua jenis layanan FinTech yang paling diminati masyarakat adalah paylater dan pinjaman daring (pindar).

Fenomena ini menarik perhatian dua dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Malik Cahyadin, S.E., M.Si.,Ph.D. dan Ayya Agmulia Asmarani Islam, S.E., M.E untuk melakukan penelitian mendalam mengenai perilaku pengguna FinTech di wilayah tersebut. Survei dilaksanakan selama bulan Juli hingga awal Agustus 2025 dengan dukungan pendanaan dari Hibah Penelitian DRPM Dikti Tahun 2025.

Sebagai bagian dari proses diseminasi hasil penelitian, keduanya menjadi narasumber dalam Kuliah Umum bertajuk “Perilaku Pengguna Teknologi Keuangan di Provinsi DIY Tahun 2025” yang diselenggarakan di FEB Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UMY.

Acara dibuka oleh Kaprodi Ekonomi Pembangunan FEB UMY, Dyah Titis Kusuma Wardani, S.E., MIDEC., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kedua perguruan tinggi.

Kami berterima kasih kepada dosen-dosen FEB UNS yang berkenan mengadakan kuliah umum di UMY. Kami berharap kegiatan kuliah umum dan P2M antarprogram studi dapat diperkuat di masa datang untuk mendorong iklim akademik yang semakin baik dan memperkuat kompetensi keilmuan ekonomi bagi mahasiswa,” ungkap Dyah.

Dalam paparannya, Ayya Agmulia Asmarani Islam menjelaskan bahwa banyaknya pilihan platform paylater dan pindar menunjukkan potensi besar inklusi keuangan digital di masyarakat. Namun, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian.

Pilihan layanan FinTech harus didasarkan pada informasi sahih yang dirilis oleh OJK untuk menghindari praktik penipuan FinTech ilegal. Mahasiswa sepatutnya peduli terhadap informasi resmi yang ada di OJK sebagai bentuk literasi masyarakat terdidik,” tegas Ayya.

Ia juga menambahkan bahwa hasil survei menunjukkan tingkat kepatuhan pengguna FinTech di DIY masih tergolong baik.

Kepatuhan pembayaran pengguna FinTech masih tinggi, menunjukkan bahwa masyarakat tergolong patuh terhadap kewajiban keuangannya,” tambahnya.

Sementara itu, Malik Cahyadin memaparkan hasil survei terhadap 351 responden pengguna FinTech di Provinsi DIY yang mencakup mahasiswa, pekerja formal, dan pelaku usaha mikro.

Hasil deskriptif menunjukkan bahwa 61,54% responden berjenis kelamin perempuan dan 38,46% laki-laki; 85,18% pengguna FinTech merupakan lulusan SMA dan Sarjana; Rentang usia terbanyak pengguna adalah 20–27 tahun; dan Mayoritas beragama Islam (93,16%).

Malik menjelaskan bahwa faktor yang paling signifikan dalam memengaruhi keputusan menggunakan FinTech adalah kemampuan adaptasi terhadap teknologi keuangan dan manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan pengguna.

Adaptasi teknologi berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan FinTech, sementara usia dan tingkat pendidikan berkontribusi negatif terhadap intensitas transaksi,” jelas Malik.

Ia juga memberikan rekomendasi bagi otoritas dan pelaku industri.

OJK dan penyedia layanan FinTech perlu meningkatkan literasi kepada masyarakat agar mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat. Selain itu, tata kelola bisnis FinTech dan jaminan keamanan data nasabah juga harus terus diperkuat, pungkasnya.

Kegiatan kuliah umum ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi akademik antara Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS dan Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UMY. Selain memperluas jejaring keilmuan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan digital dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya perilaku keuangan yang bertanggung jawab di era teknologi finansial.

Kegiatan ini turut mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong pemahaman masyarakat terhadap penggunaan teknologi keuangan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Artikel Dosen FEB UNS Diseminasikan Hasil Penelitian Perilaku Pengguna FinTech DIY pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Dosen FEB UNS Kupas Perilaku Pengguna Fintech Jawa Tengah dan Respon Kebijakan Moneter https://feb.uns.ac.id/feb/dosen-feb-uns-kupas-perilaku-pengguna-fintech-jawa-tengah-dan-respon-kebijakan-moneter/ Wed, 05 Nov 2025 04:00:46 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38942 Keberadaan teknologi keuangan (Financial Technology atau FinTech) kini tidak hanya membuka akses bagi masyarakat untuk melakukan pinjaman, tetapi juga mempermudah transaksi keuangan, baik secara tunai maupun angsuran. Seiring dengan itu, […]

Artikel Dosen FEB UNS Kupas Perilaku Pengguna Fintech Jawa Tengah dan Respon Kebijakan Moneter pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Keberadaan teknologi keuangan (Financial Technology atau FinTech) kini tidak hanya membuka akses bagi masyarakat untuk melakukan pinjaman, tetapi juga mempermudah transaksi keuangan, baik secara tunai maupun angsuran. Seiring dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan sejumlah regulasi sejak tahun 2018 (POJK No.13/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital) hingga 2024 (POJK No.40/2024 tentang LPBBTI) untuk memperkuat pengawasan terhadap usaha FinTech.

Perkembangan bisnis FinTech di Indonesia tumbuh positif meskipun masih relatif kecil dibandingkan sektor perbankan. Kondisi ini mendorong para akademisi untuk meneliti perilaku pengguna FinTech dan mendiseminasikan hasilnya kepada mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran akademik.

Sebagai wujud diseminasi hasil penelitian, dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Perilaku Pengguna FinTech Jawa Tengah dan Respon Kebijakan Moneter”, Sabtu 1 November 2025 di Fakultas Teknik Universitas Tidar (UNTIDAR). Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.

Kaprodi S1 EP FEB UNTIDAR, Dr. Emma Dwi Ratnasari, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antarperguruan tinggi yang memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan kuliah umum seperti ini menjadi sarana berharga untuk berbagi hasil riset dan memperluas wawasan mahasiswa melalui interaksi langsung dengan para peneliti,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Ika Alicia Sasanti, S.E., M.E. dosen EP FEB UNS, menjelaskan pentingnya literasi FinTech yang tepat bagi mahasiswa di era digital. Ia menekankan bahwa berbagai platform FinTech yang kini beroperasi telah diatur oleh OJK dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian akademik.

Mahasiswa perlu memahami peluang dan risiko FinTech agar bisa memanfaatkannya secara produktif. Tingkat kepatuhan pembayaran yang sudah di atas 90% menunjukkan masyarakat semakin bertanggung jawab terhadap kewajibannya, jelas Ika.

Ia juga menambahkan pentingnya tata kelola bisnis dan keamanan data untuk mendukung inklusi keuangan digital yang sehat, serta menyoroti perlunya kebijakan moneter yang adaptif terhadap perkembangan FinTech di masa mendatang.

Selanjutnya, Malik Cahyadin,  S.E., M.Si.,Ph.D dosen EP FEB UNS, memaparkan hasil penelitian tentang perilaku pengguna FinTech di Provinsi Jawa Tengah yang didukung pendanaan dari LPPM UNS tahun 2025. Penelitian dilakukan pada Juli hingga awal Agustus 2025 dengan 585 responden, terdiri dari pekerja formal dan pelaku usaha mikro.

Hasil survei menunjukkan bahwa 61,03% responden adalah perempuan, 56,41% berpendidikan SMA, dan mayoritas berusia 17–25 tahun. Malik menjelaskan bahwa faktor adopsi teknologi keuangan, kemampuan membayar angsuran, dan tingkat kepercayaan berpengaruh positif terhadap intensitas transaksi FinTech. Sebaliknya, usia dan jenis kelamin berpengaruh negatif terhadap transaksi tersebut.

Selain literasi, OJK dan penyedia layanan FinTech perlu memastikan bisnis keuangan digital ini berjalan secara terpercaya dan aman. Bank Indonesia pun perlu memperhatikan dampak FinTech terhadap jumlah uang beredar dan inflasi, terang Malik.

Kegiatan kuliah umum ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana penerapan hasil riset bagi mahasiswa di bidang ekonomi digital. Diseminasi penelitian ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan literasi keuangan, inklusi digital, dan penguatan tata kelola keuangan yang berkelanjutan.

 

Artikel Dosen FEB UNS Kupas Perilaku Pengguna Fintech Jawa Tengah dan Respon Kebijakan Moneter pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Workshop Perencanaan Kebijakan Berbasis Riset Dorong Kolaborasi FEB UNS dan Pemerintah Daerah https://feb.uns.ac.id/feb/workshop-perencanaan-kebijakan-berbasis-riset-dorong-kolaborasi-feb-uns-dan-pemerintah-daerah/ Mon, 20 Oct 2025 04:08:55 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38666 Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Perencanaan Kebijakan Berbasis Riset, Rabu 15 Oktober 2025 di UNS Inn. Kegiatan ini merupakan […]

Artikel Workshop Perencanaan Kebijakan Berbasis Riset Dorong Kolaborasi FEB UNS dan Pemerintah Daerah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Perencanaan Kebijakan Berbasis Riset, Rabu 15 Oktober 2025 di UNS Inn.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif kerja sama antara  Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, yang bertujuan untuk memperkuat peran riset akademik dalam mendukung proses perencanaan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy).

Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Workshop dibuka dengan sambutan dari Johadi, S.E., M.Sc., Ketua Kerja Sama FEB UNS, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas perencanaan fiskal dan kebijakan publik di tengah keterbatasan keuangan daerah.

“Mudah-mudahan workshop ini memberikan warna pemahaman baru di tengah tekanan keuangan fiskal kita. Tahun 2026, basis anggaran kita menurun sekitar 19,9 persen dari tahun 2025, dan itu berdampak besar karena dana perimbangan kita mencapai 83 persen. Dengan kondisi ini, riset yang dilakukan pemerintah daerah bersama BRIDA dan Bappeda perlu menghasilkan rumusan kebijakan yang tepat guna, tepat sasaran, dan memiliki outcome yang jelas,” ujar Johadi.

Lebih lanjut, Johadi menyampaikan pentingnya menanamkan prinsip keberlanjutan dan akuntabilitas dalam investasi publik daerah.

“Investasi yang dilakukan pemerintah harus memberikan return yang baik atau menghasilkan public service obligation yang tinggi. Kalau keduanya tidak tercapai, berarti dana publik belum digunakan secara optimal. Oleh karena itu, riset dan inovasi di perguruan tinggi harus berdampak pada kebijakan yang berkelanjutan dan inklusif,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan komitmen FEB UNS dalam membangun kolaborasi lintas sector, tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga pelaku bisnis dan masyarakat.

“Kami di FEB UNS memiliki unit kerja yang memang berfokus pada penguatan jejaring kolaboratif. Harapannya, kampus dapat menjadi pusat pengembangan riset yang mewadahi dan mewakili kepentingan para pemangku kebijakan, serta mendorong UMKM untuk bergerak lebih produktif,” tambahnya.

Rangkaian workshop terdiri atas dua sesi utama. Sesi pertama membahas Perencanaan Pembangunan dan Policy Paper dengan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas RI, yang menyoroti peran akademisi dalam mendukung perumusan policy brief berbasis riset. Sesi kedua diisi oleh narasumber dari BRIDA Provinsi Jawa Tengah, yang memaparkan pentingnya riset dan inovasi daerah sebagai dasar perencanaan pembangunan jangka panjang.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, dan perwakilan dari Bappeda dan BRIDA wilayah Solo Raya, termasuk Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, dan Wonogiri.

Diskusi berlangsung aktif dan produktif, menyoroti berbagai isu teknokratis dalam perencanaan, penganggaran, dan evaluasi kebijakan berbasis data.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pengembangan kebijakan berbasis riset. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga perencana diharapkan dapat memperkuat kapasitas teknokrat daerah dalam merumuskan kebijakan yang efektif, efisien, dan berdampak jangka panjang.

Kegiatan Workshop Perencanaan Kebijakan Berbasis Riset turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kapasitas kelembagaan, riset kolaboratif, dan pembangunan daerah yang inklusif serta berkelanjutan.

Artikel Workshop Perencanaan Kebijakan Berbasis Riset Dorong Kolaborasi FEB UNS dan Pemerintah Daerah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/siswa-sma-muhammadiyah-pk-kottabarat-ikuti-program-sit-in-university-di-feb-uns/ Wed, 08 Oct 2025 03:36:23 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38347 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, […]

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, 6 Oktober 2025.

18 siswa tersebut akan mengikuti perkuliahan selama dua pekan di FEB UNS, 12 siswa di Prodi S1 Manajemen dan di Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan serta Bisnis Digital masing-masing 2 siswa.

Acara berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta perwakilan sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan seremoni serah terima siswa yang diwakili oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., dan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Dr. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Tri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UNS sebagai mitra pembelajaran bagi siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Hendro dan jajaran sekolah atas kepercayaannya menitipkan siswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat kehidupan akademik di FEB UNS,” ujar Prof. Tri.

Lebih lanjut Prof. Tri Beliau memberikan penjelasan mengenai berbagai program studi di FEB UNS, antara lain Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Bisnis Digital yang menjadi pilihan minat peserta. Ia menekankan pentingnya memahami syarat akademik setiap program studi sesuai kurikulum Merdeka yang berlaku di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan berbagai jalur masuk ke UNS, seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur mandiri.

Ia mengingatkan agar para siswa sejak dini mempersiapkan diri, baik melalui prestasi akademik maupun kemampuan mengerjakan soal-soal ujian.

“Beberapa program studi di FEB, seperti Bisnis Digital dan Manajemen, memiliki tingkat keketatan yang tinggi, sehingga dibutuhkan persiapan yang matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri mengenalkan program Kelas Internasional di FEB UNS yang memberikan kesempatan belajar 100% menggunakan bahasa Inggris serta pengalaman internasional melalui program UNS Global Challenge.

“Mahasiswa yang mengikuti kelas internasional berpeluang mendapat dukungan dari UNS untuk mengikuti program UNS Global Challenge di luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., menyampaikan bahwa program Sit In University bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.

“Kami ingin anak-anak kami memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang baik agar mampu bersaing masuk ke program studi impian mereka. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh wawasan tentang lingkungan akademik, proses pembelajaran, dan peluang pengembangan diri di dunia perkuliahan” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dengan FEB UNS dalam mempersiapkan generasi muda yang beriman, berkompeten, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Program Sit In University menjadi salah satu langkah nyata FEB UNS dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah menengah dalam rangka menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-luncurkan-buku-pedoman-akademik-untuk-sarjana-magister-dan-doktor/ Fri, 03 Oct 2025 09:44:40 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38256 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025. Acara ini berlangsung secara daring […]

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

“Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-koordinasikan-pemanfaatan-learning-management-system-green-jobs/ Tue, 23 Sep 2025 07:45:06 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=37959 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Koordinasi Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Green Jobs dalam rangka mendukung pembelajaran mata kuliah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketenagakerjaan […]

Artikel FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Koordinasi Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Green Jobs dalam rangka mendukung pembelajaran mata kuliah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketenagakerjaan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Koordinasi dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,  Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. serta Kepala Program Studi S1 Manajemen dan Ekonomi Pembangunan, dan juga dosen pengampu FEB UNS mata kuliah terkait, Senin 22 September 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.

Dalam arahanya kepada kaprodi dan juga dosen pengampu, Prof. Tri menyampaikan bahwa LMS Green Jobs merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara FEB UNS, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), serta mitra internasional “Skills for Impact” dengan tujuan mengintegrasikan pendekatan Green Jobs ke dalam kurikulum perkuliahan.

Di FEB UNS, LMS Green Jobs direncanakan akan diterapkan secara terintegrasi dalam mata kuliah Manajemen SDM dan Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan. Materi yang disesuaikan mencakup topik-topik seperti analisis isu ketenagakerjaan terkini, studi kasus perusahaan, hingga pembahasan tentang migrasi tenaga kerja dan serikat pekerja.

Pemanfaatan LMS Green Jobs dinilai mampu menjawab tantangan global terkait ketenagakerjaan, ekonomi hijau, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui LMS ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai materi pembelajaran yang disusun secara daring, interaktif, dan fleksibel.

“Integrasi Green Jobs dalam perkuliahan merupakan langkah penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi pasar kerja masa depan yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, Kegiatan ini akan berlangsung pada 6 Oktober hingga 1 November, jadi sifatnya menggantikan perkuliahan direntang waktu tersebut dan dari hasil koordinasi, Bapak Ibu Dosen Pengampu dapat menjelaskan kepada para mahasiswa dan ini bersifat wajib diikuti. Teknis presensi akan diatur oleh Kasubbag Akademik” terangnya kemudian.

Materi pelatihan Green Jobs terdiri dari lima modul utama, yaitu Dasar-Dasar Pekerjaan Hijau dan Konteks Global, Pemikiran Sistemik dan Desain Solusi, Keterampilan Teknis dan Digital untuk Ekonomi Sirkular, Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Perubahan Perilaku, Jalur Karir Hijau dan Kewirausahaan.

Setiap modul dirancang dengan durasi belajar 60–90 menit, termasuk pre-test, materi inti, bacaan pendukung, aktivitas individu opsional, dan post-test.

Lebih lanjut Prof Tri menjelaskan keikutsertaan mahasiswa FEB UNS di pembelajaran ini juga mendukung pencapaian beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS, antara lain IKU 1, Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang Layak, melalui penyertaan materi sertifikasi dan kompetensi Green Jobs; IKU 6, Kemitraan Program Studi, dengan kolaborasi bersama mitra industri dan akademisi internasional; IKU 7, Pembelajaran dalam Kelas, melalui pemanfaatan MOOC dan metode daring yang inovatif.

Tastaftiyan Risfandy, Ph.D menambahkan bahwa LMS Green Jobs terbuka untuk mahasiswa seluruh Indonesia.

“Jadi kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Indonesia. Nantinya mahasiswa FEB yang mengikuti matakuliah Manajemen SDM serta Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan akan bergabung di pembelajaran ini. Teknisnya mahasiswa melakukan pendaftaran secara mandiri melalui link ugm.id/PendaftaranGreenJobs. Seluruh informasi terkait kegiatan tersebut akan diinformasikan langsung kepada mahasiswa dalam Grup WA” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa peserta akan mendapatkan sertifikat internasional dari CCEP, akses gratis ke 5 modul pelatihan, fleksibilitas belajar secara daring dan kesempatan memenangkan hadiah uang tunai hingga Rp5.000.000.

Di sesi diskusi, Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan. Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D memberikan masukan agar pembelajaran mandiri ini tetap ada pengawasan agar mahasiswa dapat disiplin mengikuti prosesnya hingga usai.

Pemanfaatan LMSGreen Jobs oleh FEB UNS sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada target pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta aksi terhadap perubahan iklim.

Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis keberlanjutan dan ekonomi hijau ke dalam kurikulum, FEB UNS berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Artikel FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Gelar Kuliah Tamu Sambut Mahasiswa Baru Prodi S1 Ekonomi Pembangunan https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-gelar-kuliah-tamu-sambut-mahasiswa-baru-prodi-s1-ekonomi-pembangunan/ Mon, 01 Sep 2025 09:17:38 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=37151 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Tamu Menyambut Mahasiswa Baru Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Jumat, 29 Agustus 2025, bertempat di Aula Gedung Soedarah Soepono […]

Artikel FEB UNS Gelar Kuliah Tamu Sambut Mahasiswa Baru Prodi S1 Ekonomi Pembangunan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Tamu Menyambut Mahasiswa Baru Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Jumat, 29 Agustus 2025, bertempat di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa baru mengenai isu-isu strategis dalam bidang ekonomi.

Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan  sebuah forum penting yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan mendalam, informasi, serta data terkini terutama mengenai perekonomian domestik dan global. Kegiatan ini sangat strategis dan bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya mereka yang memasuki semester 7.

 “Acara ini menjadi momen yang tepat bagi mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, serta mengkaji perkembangan perekonomian terkini,” ujar Prof. Bhimo.

Ia menambahkan, melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya sekadar mengikuti workshop atau pelatihan pengolahan data, tetapi juga mendapatkan dasar teoretik yang kuat serta pemahaman data yang mendasari analisis ekonomi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat melakukan estimasi dan prediksi yang lebih akurat dalam riset mereka.

Sementara itu, Ferry Ardiyanto,Plt Asisten Deputi Ekonomi Makro dan Fiskal dalam sambutannya kepada mahasiswa baru Ekonomi Pembangunan mengingatkan pentingnya keteguhan dan keyakinan mahasiswa dalam memilih jurusan Ekonomi Pembangunan, yang menurutnya memiliki prospek cerah di berbagai sektor, baik di pemerintahan maupun swasta. Mahasiswa pun didorong untuk memilih jalur yang paling sesuai dengan passion mereka agar dapat berkembang maksimal.

“Kuliah di jurusan ekonomi sangat menarik karena banyak yang bisa dipelajari dan diaplikasikan, mulai dari teori, metodologi, hingga penggunaan berbagai software analisis Percayalah, jurusan ekonomi sangat menjanjikan dan banyak dibutuhkan, terutama di bidang ekonomi pembangunan,” ujarnya.

Kemenko Bidang Perekonomian juga membuka peluang magang bagi mahasiswa. Magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga membuka peluang jaringan dan pemahaman lebih dalam tentang formulasi kebijakan publik.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan akademik, tetapi juga motivasi dan kesiapan dalam menapaki karier di bidang ekonomi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Hadir sebagai pembicara pertama, Siti Wahyuningrum, S.ST, M.Si, Analis Kebijakan Ahli Madya,  Asisten Deputi Ekonomi Makro dan Fiskal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Ia menyampaikan materi mengenai Dinamika Perekonomian Global dan Domestik, Kebijakan Struktural untuk Menjaga Keberlanjutan Ketahanan Ekonomi.

Sementara itu, pembicara kedua, Dr. Sarjiyanto, S.E., MBA., dosen FEB UNS, mengupas topik Aspek Pembangunan Ekonomi Kewilayahan dalam Menciptakan Ketahanan dan Keberlanjutan Ekonomi Nasional.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pembelajaran yang berbasis data, analisis, dan kebijakan publik terkini, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional melalui pemahaman yang kuat terhadap dinamika ekonomi global dan kebijakan fiskal. Melalui forum ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata di berbagai sektor strategis.

Artikel FEB UNS Gelar Kuliah Tamu Sambut Mahasiswa Baru Prodi S1 Ekonomi Pembangunan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-gelar-lokakarya-integrasi-mbkm-magang-dan-kkn-perkuat-tata-kelola-program-di-tingkat-prodi/ Tue, 26 Aug 2025 14:44:15 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=36738 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS […]

Artikel FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS Inn.

Kegiatan diikuti oleh Ketua Program Studi S-1, Kepala Sub Bagian Akademik, Staf dan Operator Akademik serta PIC magang Prodi.

Lokakarya bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun pedoman pelaksanaan magang dan KKN di lingkungan FEB UNS, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam pembukaan acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menyampaikan bahwa magang merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan MBKM, namun saat ini masih terdapat berbagai interpretasi dan informasi yang belum seragam. Perubahan terminologi dan skema, seperti dari “Magang MBKM” menjadi “Magang Berdampak”, menuntut adanya penyesuaian dalam tata kelola dan kebijakan di tingkat fakultas maupun program studi.

Inisiatif penyelenggaraan lokakarya ini diambil oleh Bidang Akademik (Bidang 1) dan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bidang 3). Dalam pemaparannya, Bidang 3 menyoroti pentingnya penataan magang wajib, yakni magang yang berlaku secara umum untuk seluruh program studi dan wajib dilaporkan ke prodi masing-masing. Di sisi lain, terdapat juga magang yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa dalam kerangka program MBKM, yang kini dikenal sebagai Magang Berdampak.

“Dengan adanya lokakarya ini, kami berharap akan terbangun kesamaan pemahaman di kalangan dosen dan pengelola prodi terkait bentuk, prosedur, dan tata kelola magang dan KKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyusun dokumen pedoman pelaksanaan magang yang sesuai dengan regulasi terbaru,” ujar Prof. Tri.

Perlu diketahui, pelaksanaan magang saat ini mengacu pada Permendikbudristek No. 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaran Magang Mahasiswa. FEB UNS melalui Bidang 3 berkomitmen untuk menyusun dan meluncurkan Buku Pedoman Magang dalam waktu dekat. Salah satu pembahasan utama adalah posisi dan hubungan antara Magang Wajib, Magang MBKM, dan Magang Berdampak dalam struktur kurikulum dan kebijakan akademik.

Dari diskusi yang berkembang, diketahui bahwa meskipun istilah dan platform pelaksanaan mengalami perubahan, secara prinsip Magang MBKM dan Magang Berdampak memiliki kemiripan, terutama dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus selama maksimal dua semester.

Melalui lokakarya ini, FEB UNS berupaya memastikan bahwa implementasi magang dan KKN di masa mendatang dapat terlaksana secara terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa serta dinamika kebijakan nasional.

Penyelenggaraan lokakarya ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kurikulum berbasis pengalaman langsung di dunia kerja dan masyarakat; SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong mahasiswa untuk memiliki kesiapan kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri; serta SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pelaksanaan magang, KKN, serta program MBKM lainnya.

Dengan integrasi program MBKM, magang, dan KKN yang lebih terstruktur dan berdampak, FEB UNS berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Artikel FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>