08 Sep 2026

UNS Bersama 13 Universitas Mitra Deklarasikan Konsorsium International Association of Studies on Economic Growth and Development in Emerging Markets Pada SMICDE 2025

Gelaran konferensi tahunan Sebelas Maret International Conference on Digital Economy (SMICDE) kembali hadir di tahun 2025. Pada tahun ini SMICDE diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), bekerja sama dengan UNS Fintech Center dan didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, menghadirkan dua keynote speaker dan lima pembicara tamu.

SMICDE 2025 yang mengangkat tema “Towards Digital Future: New Challenges in Global Economics” juga menjadi venue pembacaan Declaration of Consortium on SDG 8: “International Association of Studies on Economic Growth and Development in Emerging Markets” yang ditandatangani oleh perwakilan dari UNS, University of Akron (USA), Harvard University & University of Messina, Universiti Putra Malaysia, Universiti Utara Malaysia, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sarawak, Chung Hua University Taiwan, Asia Pacific University Malaysia, University of Malaya Malaysia, Taylor’s University Malaysia, University of Buckingham UK, dan Ostim Technical University Turki.

Deklarasi tersebut menjadi awal dari komitmen institusi perguruan tinggi dalam memajukan penelitian kolaboratif, pertukaran pengetahuan, dan pertukaran akademis, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif selaras dengan SDG 8, serta membangun kerja sama antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Dengan ditandatanganinya deklarasi tersebut, ke-14 perguruan tinggi berikrar untuk memperkuat kerja sama dan mendorong aksi kolektif untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Ikrar tersebut juga disoroti oleh Prof. Dr. Fitria Rahmawati, SSi., MSi., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, dalam pidato sambutannya mewakili Rektor UNS.

“Semoga deklarasi ini tidak hanya menjadi sebuah pernyataan seremonial, namun juga komitmen konkrit dalam memajukan SDG 8, memajukan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif, dan pekerjaan yang layak bagi semua. UNS dengan akan mengambil peran aktif kepemimpinan, sehingga UNS tidak sebatas menjadi anggota, tetapi akan mengkoordinasikan dan memimpin kegiatan dalam network ini. Memastikan bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan dampak yang bernilai. Mari kita bersama memajukan pencapaian SDG pada negara berkembang” tegasnya.

Peran aktif akademisi untuk dapat menyumbangkan hasil konkrit, bukan hanya keilmuan, juga ditekankan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya pada event tersebut.

“Adalah kebanggaan bagi kami untuk dapat menyelenggarakan sebuah pertemuan yang mempertemukan akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, serta pemuka industri dari seluruh dunia. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas disiplin dan institusi ini sangatlah penting dalam menghadapi tantangan digital saat ini. Melalui konferensi ini kami berharap untuk dapat mendorong pertukaran pengetahuan, best practices, dan membangun kemitraan yang akan berkontribusi untuk memajukan inovasi digital demi kemakmuran global,” tuturnya.

Bertempat di Swiss-Belhotel Solo, Rabu-Kamis, 3-4 September 2025, SMICDE 2025 menjadi gelaran special dengan dilaksanakannya Sebelas Maret International Workshop on Economic Growth and Development in Emerging Markets di hari pertama konferensi. Pada sesi International Workshop, hadir 9 (sembilan) pembicara dan 5 (lima) pembahas (discussants) yang menyajikan diskusi akademis yang interaktif.

Pelaksanaan Sebelas Maret International Workshop on Economic Growth and Development in Emerging Markets dan SMICDE ini menjadi wujud peran serta Universitas Sebelas Maret dalam proses percepatan pencapaian SDG 8: lapangan kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi, sebagaimana disampaikan dalam sambutan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., MSc., PhD., QCRO.

“UNS menjadi salah satu universitas yang ditargetkan untuk melakukan percepatan SDG 8. Harapannya adalah agar asosiasi dapat menjadi Hub untuk peneliti, khususnya mereka yang berfokus pada studi terkait pertumbuhan ekonomi dan emerging market. Semoga konferensi yang berlangsung selama dua hari ini akan menjadi sesi yang produktif dan bermanfaat, baik bagi peserta maupun speaker yang hadir” ungkapnya.

Di hari kedua, Prof. John W. Goodell, University of Akron (USA) dan Prof. Bruno S. Sergi (University of Messina & Harvard University), menyampaikan keynote speech (pidato utama) dengan judul “the New Belief Finance” dan “DESI and the Progress on Digital Development in Europe.” Selain keynote speech dan materi pembicara tamu yang disampaikan dalam sesi plenary, SMICDE 2025 juga menjadi platform bagi lebih dari 70 artikel terpilih untuk dapat dipresentasikan pada sesi paralel session.

Penghargaan bagi artikel terbaik (best paper) juga diberikan pada 5 (lima) artikel terpilih yang terbagi dalam 3 kategori. Artikel terbaik untuk kategori mahasiswa Master (S2) diberikan kepada Bimo Saktiawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan artikel berjudul “ When Diversity is High, Can it Avoid Ethical Breaches? The Impact of Board Gender Inclusion on Green Washing Practices,” sementara pada kategori mahasiswa Doktoral (S3), penghargaan ini diberikan kepada Ika Swasti Putri dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul “CEO Characteristics, Popularity Level, and Climate Change Disclosure, Evidence from the Energy & Basic Materials Sectors in Indonesia.”   jelasnya.

Tiga artikel yang mendapatkan penghargaan di kategori Faculty Member and Researcher adalah, “Asymmetric Risk premium in the Digital Asset Market” oleh Berlian Karlina dari Universitas Indonesia (UI) yang memperoleh predikat Best Paper 3, “Does Islamic Financial Development Drive Energy Transition in OIC Countries: the Role of Institutional Quality” oleh Rahmat Heru Setianto dari Universitas Airlangga dengan predikat Best Paper 2, dan “Does Playing by the Rules Pay-off? Market Conduct & Performance in Indonesia’s Life Insurance Sector” oleh Ahmad Danu Prasetyo dari OJK Institute yang terpilih sebagai best paper pertama.