FEB UNS Adakan Pelatihan Digisign untuk Tingkatkan Kompetensi Tendik dalam Administrasi Digital
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Pelatihan Digisign bagi Tenaga Kependidikan (Tendik), Jumat 25 Juli 2025 di Laboratorium Komputer E, Lantai 3, Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, selaku Wakil Dekan Bidang Non Akademik.
Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa pelatihan Digisign sebelumnya telah dilakukan, namun terbatas hanya pada beberapa person in charge (PIC), seperti drafter dan signer.
Di pelatihan ini diperluas untuk seluruh tenaga kependidikan FEB UNS, guna memastikan kesiapan dan kelancaran proses administrasi apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan tugas atau alih peran di lingkungan fakultas.

“Mohon Bapak Ibu dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, sehingga memperoleh pemahaman dan keterampilan yang maksimal terkait penggunaan Digisign. Perlu kami tegaskan bahwa penandatanganan digital saat ini telah menjadi kebijakan wajib dari universitas. Maka, seluruh surat keluar, baik dari universitas, fakultas, maupun prodi sudah tidak diperkenankan lagi menggunakan tanda tangan manual” tegasnya.
Dikatakan, meskipun beberapa waktu lalu masih terdapat surat yang ditandatangani secara manual, ke depan seluruh dokumen resmi harus menggunakan tanda tangan digital. Apabila suatu unit belum memiliki akses sebagai drafter, maka dapat mengajukan permohonan, dan pihak fakultas akan memfasilitasi.
“Jika Bapak Ibu menghadapi kendala dalam proses ini, mohon disampaikan terlebih dahulu kepada atasan langsung, bisa melalui koordinator, kemudian kepada wakil dekan, dan bila perlu sampai ke tingkat dekan. Jangan mengambil keputusan sendiri. Karena apa pun bentuk keputusan itu, jika salah akan menimbulkan masalah, sementara jika benar pun belum tentu mendapat penghargaan. Maka, mari kita jaga prosesnya bersama,” pungkasnya memberikan arahan.
Lebih lanjut, penggunaan Digisign ini tidak hanya bertujuan untuk keseragaman administrasi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pengendalian internal agar seluruh dokumen resmi yang diterbitkan dapat dipertanggungjawabkan secara lebih baik.

Pelatihan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), dengan memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan efisiensi tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.
