Sinergi UNS–UNDIP Perkuat Ekosistem Inkubator Startup Berbasis Riset
Research Group (RG) Pemasaran Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Klinik Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (KKIB) Universitas Diponegoro (UNDIP) memperkuat kolaborasi pengembangan ekosistem inkubasi startup melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa, 18 November 2025.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk mendalami peran inkubator dalam mengembangkan ide bisnis inovatif berbasis riset di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua RG Pemasaran Keperilakuan FEB UNS, Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan menegaskan bahwa inkubator bisnis merupakan fondasi penting dalam mendorong mahasiswa dan peneliti mengembangkan ide, membangun model bisnis, serta mendapatkan pendampingan profesional.
Menurutnya, keberadaan inkubator mampu mempercepat proses transformasi inovasi menjadi solusi yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Datien Eriska Utami dari UIN RM Said menekankan pentingnya membangun inkubator modern sebagai ekosistem kolaboratif yang adaptif terhadap dinamika pasar dan perkembangan teknologi.
Prof. Datien menyoroti perlunya pendekatan multidisiplin meliputi desain produk, analisis perilaku konsumen, hingga strategi pemasaran digital untuk memastikan para tenant mampu bersaing secara berkelanjutan.
Baginya, kesuksesan inkubator tidak hanya bergantung pada fasilitas fisik, tetapi juga pada kekuatan jaringan mentor, akses pasar, dan kemampuan mengintegrasikan hasil riset dengan kebutuhan industri.
Dari perspektif pengelolaan inkubator, Dr. Idris, Kepala KKIB UNDIP menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menyediakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya startup. Hal ini mencakup ruang bagi kreativitas, keberanian bereksperimen, serta budaya inovasi yang kuat. Ia menambahkan bahwa dukungan kebijakan institusi, fasilitas riset, hingga kemitraan industri menjadi faktor penting agar startup dapat tumbuh sejak tahap ide hingga komersialisasi.
Melalui FGD ini, kedua institusi sepakat memperkuat kolaborasi riset, berbagi praktik terbaik, serta mendorong pengembangan model inkubator yang mampu menjadi motor lahirnya startup unggul di tingkat nasional.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus, tetapi juga memberi kontribusi konkret bagi pertumbuhan inovasi dan daya saing nasional.
Inisiatif pengembangan inkubator startup ini berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan berbasis riset; SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penciptaan peluang usaha baru dan penguatan ekonomi kreatif; serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan ekosistem inovasi, kolaborasi industri, dan percepatan hilirisasi riset di perguruan tinggi.
