18 Nov 2026

Pre Job Training Batch 2: FEB UNS Perkuat Kesiapan Mahasiswa Menghadapi Tren Dunia Kerja

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan Pre-Job Training Batch 2, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat kesiapan karier mahasiswa dalam menghadapi dinamika dan tantangan dunia kerja modern.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 mahasiswa ini berlangsung di Aula Soedarah Soepono FEB UNS, Senin 17 November 2025.

Acara yang menghadirkan dua alumni FEB UNS tersebut dibuka oleh Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini maupun masa depan.

“Mahasiswa harus mampu membaca arah perubahan industri, memahami kompetensi apa saja yang harus disiapkan, serta memiliki keberanian dalam menapaki jalur karier masing-masing dengan percaya diri,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Adhi Rohman Tri Widagdo, Senior Analyst II Financing PT Pertamina Geothermal Energy Tbk  membagikan wawasan terkait kompetensi finansial, analisis bisnis, serta kebutuhan SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan energi berkelanjutan.

Adhi menyoroti perubahan lanskap dunia kerja yang dipengaruhi transformasi digital, otomasi & AI, serta dorongan menuju industri hijau (sustainable & green industry).

Ia menekankan bahwa lulusan saat ini tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, literasi teknologi, penguasaan data, kemampuan komunikasi, serta kreativitas.

Adhi juga mengangkat pendekatan trivium, grammar, rhetoric, dan logic sebagai fondasi penting pendidikan tinggi, yang membentuk kemampuan bahasa, komunikasi persuasif, serta pola pikir analitis mahasiswa.

“Dunia kerja bukan untuk yang paling pintar, tetapi untuk yang paling adaptif, beretika, dan terus berkembang. Bangun relasi, belajar dari pengalaman, dan tetap rendah hati,” pesan Adhi dalam bagian penutup materinya .

Sesi berikutnya diisi oleh Syaiful Amri, Sub Branch Head KCPS Klaten, Bank BTN, yang memaparkan perkembangan industri perbankan, terutama sektor pembiayaan perumahan.

Ia menjelaskan peran strategis Bank BTN sebagai pelopor pasar perumahan nasional, yang telah menyalurkan lebih dari 5 juta unit KPR, termasuk 300 ribu unit KPR Syariah.

Dalam pemaparannya, Syaiful menyoroti sejumlah isu penting dunia kerja saat ini, antara lain kesenjangan kompetensi (vertical mismatch) antara lulusan dan kebutuhan perusahaan, tingginya pekerja yang menerima upah di bawah UMP, seta tantangan akses hunian akibat kenaikan harga properti.

Ia juga memberikan motivasi agar mahasiswa mampu menentukan arah karier secara jelas.

“Tahu diri itu penting. Kamu harus tahu mau kerja di mana, ingin berkontribusi seperti apa, mau gaji berapa, dan apa yang bisa kamu berikan untuk orang tua. Jangan jadi sarjana bingungan,” tegasnya.

Syaiful mendorong mahasiswa untuk membangun jaringan, melakukan profiling perusahaan yang ingin dilamar, serta menyusun picklist tujuan karier yang dapat dicapai secara bertahap.

Ia menutup sesi dengan pesan filosofis: “Kita punya timeline masing-masing. Teruslah melangkah, tetap rendah hati, dan mau belajar. Jika tidak bisa menjadi solusi, minimal jangan menambah beban. Kerja kerasmu hari ini bisa jadi karena doa ibumu sedang bekerja.”

Pre-Job Training Batch 2 ini menjadi salah satu program unggulan FEB UNS dalam menjembatani mahasiswa dengan kebutuhan industri terkini. Melalui kombinasi wawasan mengenai tren kompetensi masa depan, pengetahuan dunia industri, hingga pembekalan kesiapan mental, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan FEB UNS di pasar kerja.

Kegiatan ini juga mendukung kontribusi FEB UNS terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam aspek peningkatan kompetensi SDM, literasi karier, serta pemahaman industri yang relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan peningkatan kualitas pendidikan, pekerjaan layak, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.