25 Okt 2026

Prodi S-1 Manajemen FEB UNS Hadirkan Founder Cokelat nDalem dalam Kuliah Tamu Bisnis Pengantar: Bangun Usaha Tangguh di Tengah Ketidakpastian,

Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah tamu mata kuliah Bisnis Pengantar bertajuk “Bisnis Tangguh di Tengah Ketidakpastian: Bagaimana Perusahaan Bertahan, Beradaptasi, dan Tumbuh; Praktik Baik Coklat Ndalem” secara daring.

Kegiatan perkuliahan ini menghadirkan Asri Meikawati Hazim, S.E., M.B.A., Founder sekaligus Chocolate Executive Officer PT nDalem Value Creation Indonesia, untuk membagikan pengalaman praktis dalam mengelola dan mempertahankan keberlanjutan usaha.

Inisiatif ini digelar untuk menjembatani teori akademis di kelas dengan realitas dinamika industri, sekaligus membekali mahasiswa S1 Manajemen FEB UNS dengan pemahaman mendalam mengenai kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Melalui perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan dapat menyerap strategi nyata dalam menangkap peluang pasar, mengeksekusi ide, serta menghadapi fluktuasi ekonomi.

Dalam paparannya, Meika Hazim menjelaskan bahwa peluang bisnis berawal dari observasi cermat terhadap potensi di sekitar. Memanfaatkan Yogyakarta sebagai kota wisata dan budaya, Cokelat nDalem mengkalkulasikan potensi pasar menggunakan metode Total Addressable Market (TAM), Serviceable Addressable Market (SAM), dan Serviceable Obtainable Market (SOM).

Dengan memperhitungkan data kunjungan 7,4 juta wisatawan dan rata-rata pengeluaran Rp2,1 juta, Cokelat nDalem memetakan ceruk pasar potensial hingga menentukan target penjualan harian yang realistis.

Lebih lanjut, Meika membagikan pengalaman mengembangkan produk bernarasi budaya lokal Indonesia yang kini berkembang hingga 59 varian rasa dan 104 SKU di bawah lima jenama berbeda.

Cokelat nDalem juga melakukan inovasi berbasis riset sains melalui kolaborasi hilirisasi dengan perguruan tinggi, termasuk UNS dan UGM, yang menghasilkan produk cokelat probiotik Chobio serta berbagai paten dan publikasi ilmiah.

Di samping inovasi produk, Meika mengingatkan mahasiswa akan krusialnya aspek perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) sejak dini.

“Perlindungan hukum terhadap satu nama bisnis itu bukan siapa yang membuat terlebih dahulu, tapi siapa yang mendaftarkan terlebih dahulu,” tegas Meika saat menekankan pentingnya pendaftaran merek sebelum skala usaha membesar.

Dalam hal eksekusi ide usaha, Meika menekankan prinsip Design Thinking dan pengujian cepat guna menekan risiko bisnis.

“Kata-kata start small, test fast, dan learn early itu adalah lebih relevan untuk membuat bisnis pada saat ini. Kita tidak bisa langsung start besar karena risikonya menjadi sangat besar,” ungkapnya.

Keberhasilan produk juga ditopang oleh konsistensi promosi dan saluran distribusi, di mana Cokelat nDalem kini telah menjangkau 92 point of sales di berbagai kota, hadir di jaringan ritel modern, serta mengoptimalkan pemasaran marketplace dan pameran nasional.

Sebagai penutup, Meika menyampaikan bahwa keterampilan wirausaha seperti pemecahan masalah, komunikasi, dan ketahanan (resilience) bersifat universal dan relevan untuk semua jalur karier, baik sebagai wirausahawan, profesional, maupun karyawan.

Kegiatan kuliah tamu ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Penyelenggaraan acara ini mendukung penguatan ekosistem UMKM lokal, hilirisasi riset pangan berbasis inovasi antara industri dan perguruan tinggi, serta penyiapan talenta muda yang siap mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.