22 Okt 2026

MESP FEB UNS Gelar Workshop Penguatan Mutu Hadirkan Deputi Bappenas Bahas Arah Kebijakan Nasional

Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Penguatan Mutu Program Studi (Prodi) di UNS Inn, Senin, 19 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Eka Chandra Buana, S.E., M.A., sebagai narasumber utama dan dimoderatori oleh Lukman Hakim, S.E., M. Si., Ph. D. Dosen FEB UNS.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kurikulum akademik, arah riset, dan kompetensi lulusan dengan agenda perencanaan pembangunan nasional jangka menengah dan panjang.

Dalam sambutan pembuka mewakili Dekan FEB UNS, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan apresiasi  atas kesediaan pihak Kementerian PPN/Bappenas untuk berbagi wawasan strategis dengan sivitas akademika MESP FEB UNS.

“Kami harap dinamika dan perspektif praktis dari Bappenas dapat memberikan masukan berharga bagi penguatan mutu pembelajaran di lingkungan FEB UNS. ” ungkap Tastaftiyan.

Memasuki paparan inti, Dr. Eka Chandra Buana menguraikan secara komprehensif Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) yang berlandaskan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004.

Dokumen perencanaan tersebut menghubungkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 menuju Indonesia Emas dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dalam paparannya, Eka menegaskan bahwa RPJMN 2025–2029 menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8,0% guna mendorong Indonesia lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).

Untuk mendukung pencapaian target makro tersebut, Bappenas memerlukan analisis akademik yang kuat serta ditopang oleh data yang akurat.

Dr. Eka mengingatkan pentingnya prinsip evidence-based policy dalam perumusan kebijakan. Kualitas data dan informasi yang buruk akan menghasilkan perencanaan yang tidak tepat sasaran (garbage in, garbage out).

Oleh karena itu, disiplin Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan memegang peran vital melalui penguasaan pemodelan ekonomi, seperti model Computable General Equilibrium (CGE), analisis Input-Output, hingga growth diagnostics untuk mendiagnosis hambatan pertumbuhan di tingkat regional maupun nasional.

Dr. Eka juga memaparkan profil kompetensi perencana masa depan yang dibutuhkan institusi pemerintah.

Lulusan magister ekonomi tidak hanya dituntut menguasai teori makroekonomi dan pembangunan, tetapi juga wajib membekali diri dengan keterampilan kuantitatif dan digital, seperti pengolahan data menggunakan Python, R, dan SQL serta kemampuan menyusun naskah kebijakan (policy brief) dan mengomunikasikannya secara efektif kepada pembuat keputusan. Workshop ini turut membuka peluang kemitraan strategis antara MESP FEB UNS dan Kementerian PPN/Bappenas dalam bentuk riset kebijakan bersama, pemanfaatan data, hingga program magang dan dosen tamu.

Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan relevansi kurikulum dan capaian pembelajaran magister, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penyiapan SDM perencana yang mampu merancang strategi pertumbuhan ekonomi inklusif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat penguatan kolaborasi sinergis antara institusi akademis dan lembaga perencanaan pembangunan pemerintah.