02 Jun 2026

Pelatihan Bahasa Inggris Tendik FEB UNS: Langkah Awal Menuju Layanan Akademik Profesional dan Adaptif

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Inggris bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) sebagai langkah awal penguatan kompetensi komunikasi dan peningkatan kualitas layanan akademik di lingkungan fakultas.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 7, 9 dan 14 Oktober 2025 di Ruang Sidang 2 Gedung Soeharno TS Lantai 1 FEB UNS.

Pelatihan yang diikuti oleh tenaga kependidikan dari berbagai unit di lingkungan FEB UNS berlangsung dalam dua sesi.

Di temui feb.uns.ac.id di ruang kerjanya, Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA mengatakan bahwa kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung pelayanan akademik yang efektif dan profesional, terutama dalam konteks internasionalisasi pendidikan tinggi dan pencapaian akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business).

Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA

Menurutnya, proses FEB UNS menuju AACSB bukan hanya menilai capaian akademik dosen dan penelitian, tetapi juga mencakup peran tenaga kependidikan (tendik) sebagai garda depan layanan fakultas.

“AACSB itu tidak hanya berbicara tentang dosen dan riset, tetapi juga bagaimana tenaga kependidikan memberikan layanan yang berorientasi pada kualitas dan perbaikan berkelanjutan. Jadi, peningkatan kompetensi bahasa Inggris adalah langkah dasar untuk mewujudkan budaya kerja yang lebih siap menghadapi tuntutan global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Sutaryo menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa asing bukan semata keterampilan linguistik, melainkan juga bentuk pembiasaan dan perubahan pola pikir (mindset shifting).

“Langkah kecil seperti menyapa, membalas pesan, atau membuat surat dalam bahasa Inggris merupakan bagian dari proses membangun kebiasaan baru. Tidak masalah jika di awal masih campur-campur atau bilingual, yang penting ada usaha ke arah sana. Bahkan ke depan, kita ingin memiliki hari tertentu di mana seluruh komunikasi internal dilakukan dalam bahasa Inggris,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh Tendik untuk menggunakan teknologi sebagai pendukung dalam proses belajar bahasa, seperti memanfaatkan aplikasi terjemahan dan asisten digital.

“Sekarang banyak alat bantu yang bisa digunakan, mulai dari penerjemah hingga AI tools. Yang paling penting adalah kemauan untuk mencoba dan membiasakan diri, karena tanpa praktik, kemampuan itu akan hilang,” tambahnya.

Selain peningkatan kemampuan bahasa, Dr. Sutaryo menegaskan pentingnya membangun kembali semangat profesionalisme dan tanggung jawab dalam bekerja.

“Kita semua memiliki kontrak dan tanggung jawab. Maka kontribusi sekecil apapun adalah bentuk nyata dari kompensasi yang kita terima setiap bulan. Rasa tanggung jawab itu seharusnya tumbuh dari kesadaran diri, bukan karena diminta,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan rencana berkelanjutan untuk menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga kependidikan setiap triwulan dengan tema yang beragam, mulai dari public speaking, pengembangan etika kerja, hingga penguatan pelayanan public sebagai wujud komitmen fakultas dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS meneguhkan komitmen untuk menciptakan ekosistem kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi global. Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dengan menghadirkan tenaga kependidikan yang berdaya saing, kompeten, dan siap mendukung layanan pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.