FEB UNS Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing BNSP: Wujudkan Lulusan Siap Kerja dan Kompeten di Era Digital
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Nasional BNSP Skema Digital Marketing bekerja sama dengan Data Academy sebagai upaya memperkuat kompetensi profesional mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.
Kegiatan ini diselenggarakan pada 13–15 Oktober 2025 di Ruang Teleconference FEB UNS, Gedung Soedarah Soepono dan diikuti oleh 30 mahasiswa dari Program Studi S1 Manajemen, Ekonomi Pembangunan, serta Bisnis Digital angkatan 2022.

Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan dua hari pelatihan intensif pada 13–14 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan asesmen sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada hari ketiga, 15 Oktober 2025.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., mengharapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis fakultas dalam mendukung visi FEB UNS menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi profesional yang diakui secara nasional.
“Kami ingin mahasiswa FEB UNS memiliki bekal nyata untuk bersaing di dunia kerja. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga sertifikat kompetensi BNSP yang membuktikan keterampilan mereka di bidang digital marketing,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendalaman materi dari praktisi digital marketing profesional, dengan fokus pada strategi pemasaran digital, manajemen konten media sosial, optimasi SEO, serta analisis data pemasaran digital.

Pelatihan ini dirancang agar mahasiswa memahami aspek strategis dan teknis dalam merancang kampanye digital yang efektif sesuai kebutuhan industri.
Ketua Laboratorium Teknologi dan Informasi Terpadu, Dr. Mulyadi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini merupakan bagian dari kebijakan fakultas untuk membekali mahasiswa dengan sertifikat kompetensi pendamping ijazah (SKPI).

“Fakultas sudah mencanangkan bahwa sebelum lulus, mahasiswa FEB UNS diharapkan memiliki sertifikat kompetensi. Salah satu skema yang difasilitasi adalah Digital Marketing. Jadi mahasiswa tidak hanya mendapatkan pelatihan, tapi juga sertifikat kompetensi dari BNSP yang dapat digunakan saat melamar kerja,” ungkapnya.
Dr. Mulyadi menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara intensif selama dua hari dengan metode hands-on training agar mahasiswa memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Pada hari ketiga, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor dari BNSP.
“Harapannya semua peserta lulus asesmen dan mendapatkan sertifikat BNSP. Namun tentu saja hasilnya bergantung pada keseriusan dan kesiapan masing-masing mahasiswa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Mulyadi menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh mahasiswa, tidak hanya mereka yang sudah memiliki usaha atau pengalaman bisnis.

“Di pelatihan pertama dulu, kami mensyaratkan peserta yang sudah punya rintisan bisnis. Tapi kali ini berbeda, semua mahasiswa semester 7 bisa mendaftar agar mendapatkan kesempatan yang sama. Justru pelatihan ini menjadi ruang belajar bagi mereka yang baru ingin memulai dan mengenal dunia digital marketing,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran. Menurutnya, meskipun banyak sumber belajar digital marketing yang tersedia secara gratis di internet, pendampingan langsung dari praktisi memberikan nilai tambah yang signifikan.
“Sekarang memang banyak anak muda belajar lewat YouTube atau platform daring lainnya. Tapi belajar langsung dari praktisi akan memberikan wawasan berbeda, terutama trik dan strategi yang tidak selalu dibuka di platform gratis. Di sinilah nilai tambah dari pelatihan ini,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Dr. Mulyadi berharap mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu dan sertifikasi ini untuk mengembangkan potensi mereka di dunia kerja maupun wirausaha.
“Ujung dari pelatihan ini bukan hanya sertifikat, tapi bagaimana mahasiswa bisa mengembangkan kompetensinya. Kami berharap mereka tidak berhenti setelah mendapatkan sertifikat, tetapi terus mengasah kemampuan agar menjadi profesional muda yang unggul di era ekonomi digital,” pungkasnya.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen FEB UNS dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dan pengembangan kompetensi profesional mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui upaya peningkatan kapasitas mahasiswa agar siap bersaing di pasar kerja global dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia.
