Mahasiswa MESP FEB UNS Raih Penghargaan Best Presenter di TICEMBA 2025
Prestasi membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) FEB UNS dalam ajang Tidar International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting (TICEMBA) 2025.
Pada konferensi internasional yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2025 tersebut, dua mahasiswa MESP, David Andrean berhasil meraih penghargaan Best Presenter 1st Place dan Sanefaro Infun J. Mofu, Best Presenter 3rd Place.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Tidar bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Magelang, sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan penyampaian materi dan kualitas riset yang unggul.
Dalam konferensi ini, David mempresentasikan riset berjudul “Do Infrastructure Indicators Reduce Rural Poverty? Evidence from Karanganyar Regency”
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana pembangunan infrastruktur memengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan, dengan melihat dinamika hubungan pusat–pinggiran (core–periphery).
David menjelaskan bahwa Karanganyar, yang memiliki pusat pertumbuhan sekaligus area rural, merupakan konteks ideal untuk menilai apakah pembangunan mampu menjembatani ketimpangan atau justru memperlebar jarak kesejahteraan.

“Saya sangat bersyukur memperoleh predikat Best Presenter. Ini pengalaman berkesan karena pesertanya berasal dari berbagai daerah. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk meningkatkan kemampuan riset dan public speaking ke depan,” ungkap David.
Tantangan terbesar baginya adalah menyederhanakan hasil penelitian yang kompleks ke dalam presentasi singkat namun tetap substantif. Didukung oleh data PODES BPS serta visualisasi yang kuat, presentasi David dinilai reviewer sebagai relevan, tajam, dan mudah dipahami.
David juga mengapresiasi arahan dari dosen pembimbing, Sarjiyanto, Ph.D dan Malik Cahyadin, Ph.D serta dukungan rekan studi dan keluarga. Ia berharap mahasiswa MESP lain berani mencoba kesempatan konferensi internasional.
“Kita tidak harus sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah keberanian mencoba. Shoot your shot, you never know what doors will open.”
Peraih Best Presenter lainnya, Sane, membawakan penelitian berjudul “Regional Disparities and Determinants of Poverty in Papua: Klassen Typology Analysis and Panel Data Regression”.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh paradoks pembangunan di Papua, di mana perbaikan indikator makroekonomi tidak serta-merta diikuti penurunan kemiskinan yang signifikan. Bahkan, pada beberapa periode angka kemiskinan menunjukkan peningkatan.
“Keprihatinan terhadap kondisi Papua membuat saya ingin mengkaji penyebab ketimpangan ini secara lebih ilmiah. Ini bukan sekadar riset akademik, tetapi bentuk advokasi kecil untuk membawa isu Papua ke forum internasional,” jelas Sane.
Dalam proses persiapan, tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara penyusunan proposal tesis dan persiapan konferensi. Sementara saat presentasi, ia harus merangkum penelitian kompleks menjadi penyampaian yang padat dan impactful dalam durasi hanya tujuh menit.

Sane menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing Dr. Evi Gravitiani dan Sarjiyanto, Ph.D yang terus membimbing penyempurnaan kualitas penelitiannya.
“TICEMBA menjadi wahana penting untuk melatih komunikasi ilmiah dan memperluas wawasan isu pembangunan, sekaligus kesempatan untuk membawa suara Papua dalam diskusi akademik,” tuturnya.
Prestasi kedua mahasiswa FEB UNS ini sekaligus menunjukkan kualitas riset dan pembelajaran di Program Studi MESP yang terus relevan dengan isu ekonomi regional maupun nasional.
Riset yang dipresentasikan kedua mahasiswa MESP FEB UNS memiliki kontribusi langsung terhadap SDG 1 (No Poverty) melalui analisis mendalam mengenai penyebab dan solusi pengentasan kemiskinan. Topik infrastruktur dan ketimpangan wilayah juga mendukung SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) serta SDG 10 (Reduced Inequalities).
Keterlibatan keduanya dalam konferensi internasional turut memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di forum global.
