16 Jul 2026

Laboratorium Kewirausahan FEB UNS Susun Modul untuk Perkuat Standarisasi Pembelajaran

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Kewirausahaan pada Kamis (16/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Tri Siwi Agustina, S.E., M.Si., Ketua Pusat Kewirausahaan dan Relasi Industri (PKRI) Universitas Airlangga, sebagai narasumber yang memberikan berbagai masukan dalam penyusunan modul pembelajaran kewirausahaan.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS untuk semakin memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas akademik. Selain menyelenggarakan berbagai pelatihan, laboratorium juga diarahkan menjadi pusat pengembangan pembelajaran kewirausahaan yang lebih terstruktur dan berkualitas.

Menurutnya, penyusunan modul dilakukan sebagai langkah untuk menghasilkan standar pembelajaran yang dapat digunakan secara bersama oleh seluruh dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan.

Modul tersebut diharapkan mulai diterapkan pada tahun 2027 sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih seragam meskipun mengikuti perkuliahan dengan kelas maupun dosen yang berbeda.

Prof. Tri juga menjelaskan bahwa pengembangan modul sejalan dengan arah pengembangan FEB UNS yang menempatkan small business sebagai salah satu fokus pengembangan dalam rencana strategis fakultas. Melalui pembelajaran kewirausahaan yang lebih terarah, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang mampu mendukung pengembangan usaha kecil sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Dalam workshop tersebut, tim penyusun membagi materi ke dalam lima submodul, yaitu Entrepreneur Mindset dan Karakter, Identifikasi Ide Bisnis dan Analisis Peluang, Design Thinking dan Validasi Produk, Business Model Canvas, serta Strategic Business Model. Penyusunan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan dosen pengampu agar modul yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Sebagai narasumber, Dr. Tri Siwi Agustina menekankan bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak hanya bertujuan mencetak wirausahawan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan life skills yang dapat diterapkan dalam berbagai pilihan karier.

Menurutnya, mata kuliah kewirausahaan harus mampu melatih mahasiswa mengenali permasalahan, memvalidasi kebutuhan, merancang solusi, serta mengomunikasikan ide secara efektif.

Ia juga mengingatkan bahwa modul yang disusun bukan sekadar kumpulan materi atau buku ajar, melainkan perangkat pembelajaran yang harus disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa saat ini. Oleh karena itu, penyusunan modul perlu memperhatikan kebutuhan Generasi Z, menggunakan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, serta memberikan pengalaman belajar yang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan kreatif.

Selain itu, Dr. Tri menjelaskan pentingnya membedakan materi kewirausahaan dengan mata kuliah lain seperti pengantar bisnis maupun perencanaan bisnis. Menurutnya, pembelajaran kewirausahaan hendaknya lebih menekankan pada proses menemukan peluang, memahami kebutuhan pelanggan, mengembangkan solusi, dan membangun pola pikir kewirausahaan, bukan hanya berfokus pada penyusunan rencana bisnis.

Melalui workshop ini, FEB UNS berharap dapat menghasilkan modul kewirausahaan yang berkualitas sebagai acuan bersama dalam proses pembelajaran.

Kehadiran modul tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran, mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir inovatif, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional maupun kewirausahaan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong pengembangan kompetensi kewirausahaan bagi mahasiswa.