20 Apr 2026

FEB UNS Canangkan Penerapan Manajemen Risiko

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Penandatangan Pakta Integritas dan Pencanangan Penerapan Manajemen Risiko.

Seluruh jajaran pimpinan civitas akademik di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkomitmen untuk membangun sistem manajemen risiko, mencapai realisasi proses kinerja secara efektif dan efisien demi terwujudnya good university governance.

Seluruh jajaran pimpinan civitas FEB UNS bertekad untuk menerapkan sistem manajemen risiko berbasis SNI ISO 31000:2018 secara terpadu sesuai dengan tata kelola fakultas yang baik; Meningkatkan budaya sadar risiko dalam setiap aktivitas proses kerja; Menjadikan hasil identifikasi, analisis, evaluasi dan penanganan risiko sebagai dasar pemeriksaan dan pengawasan serta sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis, inovasi dan investasi; Mengelola risiko di seluruh unit kerja, melaporkan realisasi pengendalian dan penanganan risiko secara berkala serta menginformasi kejadian risiko yang menyebabkan kerugian bagi FEB UNS.

Pakta Integritas Manajemen Risiko tersebut  dibacakan oleh Dekan FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro dan ditirukan oleh seluruh pimpinan yang hadir pada kegiatan Penandatanganan  Pakta Integritas dan Penerapan Manajemen Risiko FEB UNS, Senin, 21 April 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

Sekretaris UNS, Prof. Dr. Agus Riwanto, S.H., S.Ag., M.Ag., M.H. dalam sambutannya  mengatakan dengan dihelatnya Penandatanganan Pakta Integritas dan Penerapan Manajemen Risiko, harapannya tahun ini UNS sudah memiliki Prosedur Manajemen Risiko, baik ditingkat fakultas, maupun unit-unit kerja di kantor pusat, badan, lembaga di universitas. Harapannya kita nantinya punya Prosedur Manajemen Risiko ditingkat universitas.

Manajemen Risiko akan menjadi acuan putusan-putusan strategis di tingkat universitas, sehingga jika melakukan kebijakan universitas, baik itu anggaran, manajemen dosen sampai pada aspek-aspek non akademik, acuanya adalah Manajemen Risiko.

Lebih lanjut dikatakan, Manajemen Risiko terkait dengan Zona Integritas. Ujung dari Manajemen Risiko dan Zona Integritas adalah Good Public Service Universitas pada konstituen, konstituennya adalah mahasiswa dan bagian yang berkaitan dengan kita.

“Itu sebabnya sekarang Menteri Pendidikan mencanangkan supaya Good Coorporate itu sama dengan Good University juga. Kita nggak bisa ngomong IKU-ya bagus tapi tata kelolanya buruk, Sebenarnya Manajemen Risiko dan Zona Integritas itu fungsinya untuk menata agar manajemen tata kelolaannya baik, jadi bukan sekedar akreditasi, bukan sekedar rangking. Misal birokrasinya masih sulit, proses tanda tangan lama, mengurus wisuda panjang, dan lain-lain, yang begitu itu kita hindari. Supaya IKU-nya bagus, rangkingnya bagus,  tata kelolanya juga bagus” jelasnya.

Selanjutnya, UNS juga akan melakukan sertifikasi bagi seluruh manajemen di UNS. Harapannya ketika orang memiliki jabatan di UNS sudah punya sertifikasi Manajemen Risiko, untuk memastikan jika dia memimpin, qualified kepemimpinannya tidak dipertanyakan lagi, karena tahu siapa yang dihadapi dan bagaimana cara mengambili keputusan strategis.

Terakhir, Prof. Agus menyampaikan pesan dari Rektor agar kita semua bekerja dengan ikhlas dan tulus serta tetap solid, menjaga kebersamaan dan harmoni.

Kegiatan penandatanganan Pakta Integritas dan penerapan Manajemen Risiko ini mendukung SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas di lingkungan FEB UNS. Upaya membangun budaya sadar risiko, meningkatkan integritas, serta memastikan proses pengambilan keputusan yang lebih efektif turut mendukung terciptanya institusi pendidikan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada layanan publik yang baik.