s1_akt Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_akt/ Knowledge for Prosperity Mon, 06 Jul 2026 06:35:26 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png s1_akt Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_akt/ 32 32 Visiting Top Professors FEB UNS Perkuat Kapasitas Riset Mahasiswa Pascasarjana Melalui Pendalaman Institutional Background dan Hypotheses Development https://feb.uns.ac.id/feb/visiting-top-professors-feb-uns-perkuat-kapasitas-riset-mahasiswa-pascasarjana-melalui-pendalaman-institutional-background-dan-hypotheses-development/ Fri, 03 Jul 2026 15:47:16 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41759 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan rangkaian Visiting Top Professors dengan menghadirkan Prof. Effiezal Effendi Abdul Wahab dari Curtin University, Australia, pada 29–30 Juni 2026. Kegiatan […]

Artikel Visiting Top Professors FEB UNS Perkuat Kapasitas Riset Mahasiswa Pascasarjana Melalui Pendalaman Institutional Background dan Hypotheses Development pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan rangkaian Visiting Top Professors dengan menghadirkan Prof. Effiezal Effendi Abdul Wahab dari Curtin University, Australia, pada 29–30 Juni 2026.

Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa Program Magister (S2) dan Doktor (S3) untuk memperkuat kompetensi dalam menyusun penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Pada 29 Juni 2026 pukul 13.00 WIB di Ruang 4204, Prof. Effiezal menyampaikan materi “Institutional Background”, yang membahas pentingnya membangun latar belakang institusional sebagai fondasi penelitian.

Peserta diajak memahami bahwa institutional background bukan sekadar uraian kondisi umum, melainkan harus menyajikan fakta, regulasi, dan peristiwa yang relevan sehingga mampu menunjukkan research gap serta menghubungkan konteks penelitian dengan pertanyaan riset.

Materi juga menekankan pentingnya memahami karakteristik institusi dan lingkungan penelitian agar penelitian memiliki kontribusi yang kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya, pada 30 Juni 2026, Prof. Effiezal membawakan sesi “Hypotheses Development” yang mengupas penyusunan hipotesis berdasarkan argumentasi teoretis yang kokoh.

Dalam sesi ini peserta memperoleh pemahaman bahwa hipotesis tidak boleh hanya disusun berdasarkan temuan penelitian terdahulu, tetapi harus dibangun melalui penalaran teoretis yang logis dan konsisten dengan pertanyaan penelitian.

Selain itu, peserta dibimbing mengenai keterkaitan antara literature review, institutional background, dan hypotheses development sehingga keseluruhan struktur penelitian menjadi lebih sistematis dan memiliki kontribusi akademik yang jelas.

Melalui rangkaian kegiatan ini, FEB UNS berkomitmen meningkatkan kapasitas riset mahasiswa pascasarjana agar mampu menghasilkan tesis, disertasi, dan publikasi ilmiah yang memenuhi standar internasional.

Kehadiran Prof. Effiezal juga memberikan wawasan mengenai praktik terbaik dalam penyusunan artikel ilmiah yang kompetitif untuk jurnal bereputasi.

Kegiatan Visiting Top Professors ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas penelitian, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik internasional antara FEB UNS dan Curtin University dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan publikasi bereputasi global.

Artikel Visiting Top Professors FEB UNS Perkuat Kapasitas Riset Mahasiswa Pascasarjana Melalui Pendalaman Institutional Background dan Hypotheses Development pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Profesor Curtin University Bekali Mahasiswa S1 Akuntansi Menemukan Topik Skripsi yang Berkualitas https://feb.uns.ac.id/feb/visiting-top-professors-feb-uns-bekali-mahasiswa-s1-akuntansi-menemukan-topik-skripsi-yang-berkualitas/ Fri, 03 Jul 2026 15:43:56 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41756 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kembali menyelenggarakan rangkaian Visiting Top Professors dengan menghadirkan Prof. Effiezal Effendi Abdul Wahab dari Curtin University, Australia. Pada hari kedua, Selasa, […]

Artikel Profesor Curtin University Bekali Mahasiswa S1 Akuntansi Menemukan Topik Skripsi yang Berkualitas pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kembali menyelenggarakan rangkaian Visiting Top Professors dengan menghadirkan Prof. Effiezal Effendi Abdul Wahab dari Curtin University, Australia.

Pada hari kedua, Selasa, 30 Juni 2026 pukul 09.00 WIB, kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung 5 FEB UNS dan terbuka untuk umum, dengan peserta utama mahasiswa reguler Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS, khususnya mahasiswa yang sedang mempersiapkan tugas akhir atau skripsi.

Melalui seminar bertajuk “Research Areas in Accounting: How to Find a Gap Worth a Thesis with an Eye on Asian Emerging Markets, and Indonesia in Particular,” Prof. Effiezal memberikan panduan praktis mengenai strategi menemukan topik penelitian yang memiliki kebaruan (novelty) dan kontribusi akademik. Peserta diajak memahami pentingnya memulai dari literatur bereputasi, mengidentifikasi research gap secara sistematis, serta mengembangkan ide penelitian yang sesuai dengan konteks Indonesia dan negara berkembang di Asia.

Dalam paparannya, Prof. Effiezal memperkenalkan berbagai bidang riset akuntansi yang sedang berkembang, seperti tata kelola perusahaan (corporate governance), political connections, tax avoidance, ESG (Environmental, Social, and Governance), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam akuntansi dan audit, hingga social network analysis sebagai pendekatan penelitian yang semakin banyak digunakan.

Ia juga menekankan bahwa kontribusi penelitian tidak hanya berasal dari topik baru, tetapi juga dari cara peneliti membangun novelty melalui konteks, variabel, metode, maupun karakteristik sampel penelitian.

Selain membahas pemilihan topik, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi menyusun kajian pustaka, memilih jurnal rujukan berkualitas, serta menghindari kesalahan umum dalam proses penelitian. Prof. Effiezal mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menemukan celah penelitian secara mandiri sebagai bekal untuk menghasilkan skripsi yang berkualitas dan berpotensi dikembangkan menjadi publikasi ilmiah.

Melalui kegiatan Visiting Top Professors ini, FEB UNS berupaya memperkuat budaya riset di kalangan mahasiswa serta memperluas wawasan mengenai perkembangan penelitian akuntansi internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa S1 Akuntansi dalam menentukan topik skripsi yang relevan, inovatif, dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi maupun praktik bisnis di Indonesia.

Artikel Profesor Curtin University Bekali Mahasiswa S1 Akuntansi Menemukan Topik Skripsi yang Berkualitas pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Visiting Top Professors FEB UNS Hadirkan Guru Besar Curtin University untuk Mahasiswa RPL S1 Akuntansi https://feb.uns.ac.id/feb/visiting-top-professors-feb-uns-hadirkan-guru-besar-curtin-university-untuk-mahasiswa-rpl-s1-akuntansi/ Fri, 03 Jul 2026 15:39:54 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41754 Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Top Professors dengan menghadirkan Prof. Effiezal Effendi Abdul Wahab dari Curtin University, Australia, pada […]

Artikel Visiting Top Professors FEB UNS Hadirkan Guru Besar Curtin University untuk Mahasiswa RPL S1 Akuntansi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Top Professors dengan menghadirkan Prof. Effiezal Effendi Abdul Wahab dari Curtin University, Australia, pada 29–30 Juni 2026.

Kegiatan hari pertama dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026, pukul 09.00 WIB di Aula Gedung 5 FEB UNS dan diikuti oleh mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) BPKP Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS.

Dalam sesi bertajuk “The Many Faces of Political Connection: What Two Decades of Evidence from Malaysia, Indonesia and Australia Tell Us About Accounting – and Where the Frontier Lies,” Prof. Effiezal memaparkan hasil penelitian selama lebih dari dua dekade mengenai berbagai bentuk koneksi politik dan pengaruhnya terhadap praktik akuntansi.

Materi yang disampaikan mencakup hubungan koneksi politik dengan kualitas audit, kualitas laba, akurasi prediksi analis, konservatisme akuntansi, penghindaran pajak, keterbacaan laporan keuangan, hingga kebijakan keuangan perusahaan di Malaysia, Indonesia, dan Australia.

Selain menyajikan temuan empiris, Prof. Effiezal juga mendorong mahasiswa untuk melihat koneksi politik sebagai topik penelitian yang masih memiliki banyak peluang pengembangan. Berbagai bentuk koneksi, seperti jaringan direktur, latar belakang militer, etnisitas, hingga donasi politik, dapat menjadi dasar pengembangan riset akuntansi dengan pendekatan dan metode yang inovatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa RPL S1 Akuntansi FEB UNS memperoleh wawasan mengenai perkembangan riset akuntansi internasional sekaligus inspirasi dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan isu tata kelola perusahaan, pelaporan keuangan, dan kebijakan publik. Kegiatan Visiting Top Professors ini juga menjadi bagian dari upaya FEB UNS dalam memperkuat atmosfer akademik dan memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi dengan akademisi bereputasi dunia.

 

Artikel Visiting Top Professors FEB UNS Hadirkan Guru Besar Curtin University untuk Mahasiswa RPL S1 Akuntansi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Terima Benchmarking UNESA, Dekan Tegaskan Pentingnya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-terima-kunjungan-benchmarking-prodi-s1-akuntansi-unesa/ Mon, 26 Jan 2026 10:36:49 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40234 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S1 Akuntansi Kampus UNESA 5, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada Kamis, 22 Januari 2026, di […]

Artikel FEB UNS Terima Benchmarking UNESA, Dekan Tegaskan Pentingnya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan benchmarking dari Program Studi S1 Akuntansi Kampus UNESA 5, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada Kamis, 22 Januari 2026, di Ruang Fiscal Corner, Gedung Soeharno TS FEB UNS.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan mutu program studi, serta memperluas jejaring dan kolaborasi antarinstitusi perguruan tinggi.

Kegiatan benchmarking dihadiri oleh jajaran pimpinan FEB UNS, dosen Program Studi Akuntansi.

Rombongan dari UNESA disambut langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Bhimo menyampaikan bahwa kunjungan benchmarking ini merupakan momentum yang sangat baik, seiring dengan pengembangan dan pembukaan program studi baru di FEB UNS. Ia menegaskan bahwa perbedaan karakter dan basis antarperguruan tinggi justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

“Ketika kami menerima surat dari UNESA, kebetulan kami baru membuka program studi. Ini saya rasa menjadi kesempatan yang baik. Walaupun basisnya berbeda, UNESA lebih kuat pada kependidikan, justru dari situlah kami banyak belajar, khususnya terkait pengajaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Bhimo menjelaskan bahwa sistem kependidikan, pengembangan kurikulum, serta metode pembelajaran yang telah mapan di UNESA dapat menjadi referensi penting bagi FEB UNS. Sebaliknya, FEB UNS juga membuka ruang berbagi praktik baik dalam pengelolaan akademik dan pengembangan program studi.

Ia juga menekankan bahwa potensi kerja sama dapat dilakukan secara bertahap, baik secara parsial maupun per program studi. Beberapa bidang yang berpeluang untuk dikolaborasikan antara lain pengelolaan jurnal ilmiah, pengembangan kelas internasional, serta pelaksanaan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Dalam sesi selanjutnya, Ketua Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak. menyampaikan paparan mengenai profil dan pengelolaan Program Studi Akuntansi.

Paparan tersebut mencakup kurikulum, sistem pembelajaran, tata kelola akademik, hingga berbagai inovasi dan program pengembangan yang telah dijalankan. Sesi ini menjadi ruang diskusi interaktif dan pertukaran praktik baik antara FEB UNS dan Program Studi S1 Akuntansi UNESA.

Melalui kegiatan benchmarking ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi berkelanjutan antara FEB UNS dan UNESA dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang akuntansi.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan mutu akademik dan kolaborasi antarinstitusi perguruan tinggi.

Artikel FEB UNS Terima Benchmarking UNESA, Dekan Tegaskan Pentingnya Saling Belajar Antarperguruan Tinggi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
HMJA Goes To School 2025: Kenal Lebih Dekat dengan Prodi S1 Akuntansi https://feb.uns.ac.id/feb/hmja-goes-to-school-2025-kenal-lebih-dekat-dengan-prodi-akuntansi/ Tue, 02 Dec 2025 07:31:22 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39611 Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) FEB UNS sukses melaksanakan program perdana HMJA Goes To School (HGTS) 2025, Senin, 24 November 2025. Program kerja baru dari Departemen Public Relation ini hadir […]

Artikel HMJA Goes To School 2025: Kenal Lebih Dekat dengan Prodi S1 Akuntansi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) FEB UNS sukses melaksanakan program perdana HMJA Goes To School (HGTS) 2025, Senin, 24 November 2025.

Program kerja baru dari Departemen Public Relation ini hadir sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS kepada siswa-siswi SMA kelas 12 yang tengah mempersiapkan pilihan masa depan mereka menuju perguruan tinggi.

Kegiatan HGTS tahun ini menandai kunjungan pertama HMJA ke SMA Regina Pacis Surakarta (Ursulin) sebagai langkah awal dalam memperluas jangkauan sosialisasi Prodi Akuntansi ke berbagai sekolah menengah atas.

HGTS dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai dunia perkuliahan di Akuntansi FEB UNS, baik kelas reguler maupun kelas internasional, meliputi kurikulum, pengalaman belajar, prestasi mahasiswa, hingga prospek karier lulusan.

Acara dibuka oleh MC, Abdul Kayyis Abrar dan Dewi Asiyah, disusul pemutaran video profil Akuntansi FEB UNS yang menampilkan fasilitas belajar, suasana akademik, dan berbagai pencapaian mahasiswa.

Materi utama kemudian disampaikan oleh Muhammad Haidar Ashif dan Loris Oktaviano, yang memaparkan apa saja yang dipelajari di Akuntansi, perbedaan kelas reguler dan kelas internasional, penggunaan bahasa pengantar, peluang akademik, serta prospek karier lulusan.

Pemateri juga menyoroti prestasi mahasiswa dan jejak alumni Akuntansi FEB UNS yang telah bekerja di perusahaan besar.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Panitia memberikan hadiah bagi peserta yang aktif bertanya sebagai bentuk apresiasi. Suasana kemudian dibuat semakin meriah melalui fun game “Bawakan Aku”, yang mengundang tawa dan semangat para peserta. Pemenang games mendapatkan hadiah menarik dari panitia.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara panitia HMJA dan siswa-siswi SMA Regina Pacis. HMJA FEB UNS menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat dan kerja sama yang baik dari pihak sekolah.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkenalkan Program Studi Akuntansi FEB UNS serta membantu siswa mengambil keputusan akademik secara tepat dan penuh keyakinan.

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pendidikan dan literasi karier, kegiatan HGTS selaras dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).

Artikel HMJA Goes To School 2025: Kenal Lebih Dekat dengan Prodi S1 Akuntansi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kuliah Umum Akuntansi Publik, Diskusikan Isu Kontemporer dan Pendekatan Mixed Methods dalam Riset https://feb.uns.ac.id/feb/kuliah-umum-akuntansi-publik-diskusikan-isu-kontemporer-dan-pendekatan-mixed-methods-dalam-riset/ Thu, 23 Oct 2025 02:15:43 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38798 Sebagai upaya memperkuat literasi riset dan memperluas wawasan akademik di bidang akuntansi sektor publik, Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah umum […]

Artikel Kuliah Umum Akuntansi Publik, Diskusikan Isu Kontemporer dan Pendekatan Mixed Methods dalam Riset pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Sebagai upaya memperkuat literasi riset dan memperluas wawasan akademik di bidang akuntansi sektor publik, Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Isu Kontemporer Akuntansi Sektor Publik dan Pendekatan Mixed Methods dalam Riset.

Kegiatan ini diikuti oleh 90 mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang merupakan para pegawai Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam sambutannya, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., Ketua Program Studi S1 Akuntansi menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk memperluas wawasan penelitian mahasiswa, khususnya dalam bidang akuntansi sektor publik.

“Kami ingin teman-teman memahami bahwa pendekatan kualitatif dan kuantitatif sama pentingnya. Keduanya memberi cara pandang yang berbeda namun saling melengkapi. Harapannya, kegiatan ini dapat membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu, bahkan menghasilkan publikasi bereputasi seperti di Sinta 2 atau Scopus,” ujar Prof. Doddy.

Lebih lanjut, Prof. Doddy menekankan pentingnya menyiapkan penelitian sejak dini agar penulisan skripsi tidak dilakukan secara terburu-buru.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi tonggak bagi mahasiswa untuk memulai riset dengan baik dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Prof. Doddy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun budaya riset di lingkungan akademik FEB UNS.

Sementara itu, Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Nonakademik yang juga bertindak sebagai moderator menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari kerja sama antara UNS dan BPKP.

“UNS dipercaya untuk mengelola 90 pegawai BPKP dalam program ini. Mereka masih muda, penuh potensi, dan diharapkan kelak menjadi calon-calon pemimpin di lingkungan BPKP. Oleh karena itu, penguatan literasi riset menjadi fokus utama agar mereka mampu menghasilkan penelitian yang relevan dan bermanfaat,” terangnya.

Menurutnya, riset tidak sekadar mengumpulkan data, tetapi merupakan proses berpikir kritis dan kreatif untuk menemukan hal-hal baru yang belum banyak diperhatikan orang lain.

“Riset adalah tentang melihat apa yang orang lain lihat, namun berpikir tentang apa yang orang lain tidak pikirkan,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama. Dr. Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., Ak., CA. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan materi bertajuk “Mixed Research Approach”. Dalam paparannya, Ia menekankan pentingnya sinergi antara metode kualitatif dan kuantitatif untuk memahami realitas sosial secara komprehensif.

“Riset yang baik tidak hanya menguji teori, tetapi juga memahami makna di balik angka. Pendekatan campuran memberi pandangan yang lebih utuh terhadap fenomena akuntansi publik,” jelasnya.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak dengan materi “Generating Research Ideas”.

Dalam paparannya, Ia mengajak mahasiswa memahami bagaimana menghasilkan ide riset yang berdampak tinggi (high-impact research) melalui identifikasi research gap, pengamatan isu kontemporer, serta pemanfaatan data yang semakin beragam, termasuk data teks seperti laporan publik, pidato, maupun media sosial.

Ia juga menekankan bahwa riset besar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Melalui kuliah umum ini, para peserta diperkenalkan pada pendekatan riset modern, mulai dari analisis teks dalam laporan keuangan publik, eksplorasi data kualitatif melalui wawancara dan focus group discussion, hingga integrasi hasil penelitian untuk menjawab tantangan tata kelola sektor publik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi riset mahasiswa serta mendukung upaya menciptakan tata kelola publik yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Tujuan 16 (Institusi yang Kuat dan Inklusif), melalui peningkatan kapasitas riset dan literasi akademik di bidang akuntansi publik yang berorientasi pada tata kelola yang transparan dan berkeadilan.

Artikel Kuliah Umum Akuntansi Publik, Diskusikan Isu Kontemporer dan Pendekatan Mixed Methods dalam Riset pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/siswa-sma-muhammadiyah-pk-kottabarat-ikuti-program-sit-in-university-di-feb-uns/ Wed, 08 Oct 2025 03:36:23 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38347 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, […]

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, 6 Oktober 2025.

18 siswa tersebut akan mengikuti perkuliahan selama dua pekan di FEB UNS, 12 siswa di Prodi S1 Manajemen dan di Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan serta Bisnis Digital masing-masing 2 siswa.

Acara berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta perwakilan sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan seremoni serah terima siswa yang diwakili oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., dan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Dr. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Tri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UNS sebagai mitra pembelajaran bagi siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Hendro dan jajaran sekolah atas kepercayaannya menitipkan siswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat kehidupan akademik di FEB UNS,” ujar Prof. Tri.

Lebih lanjut Prof. Tri Beliau memberikan penjelasan mengenai berbagai program studi di FEB UNS, antara lain Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Bisnis Digital yang menjadi pilihan minat peserta. Ia menekankan pentingnya memahami syarat akademik setiap program studi sesuai kurikulum Merdeka yang berlaku di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan berbagai jalur masuk ke UNS, seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur mandiri.

Ia mengingatkan agar para siswa sejak dini mempersiapkan diri, baik melalui prestasi akademik maupun kemampuan mengerjakan soal-soal ujian.

“Beberapa program studi di FEB, seperti Bisnis Digital dan Manajemen, memiliki tingkat keketatan yang tinggi, sehingga dibutuhkan persiapan yang matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri mengenalkan program Kelas Internasional di FEB UNS yang memberikan kesempatan belajar 100% menggunakan bahasa Inggris serta pengalaman internasional melalui program UNS Global Challenge.

“Mahasiswa yang mengikuti kelas internasional berpeluang mendapat dukungan dari UNS untuk mengikuti program UNS Global Challenge di luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., menyampaikan bahwa program Sit In University bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.

“Kami ingin anak-anak kami memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang baik agar mampu bersaing masuk ke program studi impian mereka. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh wawasan tentang lingkungan akademik, proses pembelajaran, dan peluang pengembangan diri di dunia perkuliahan” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dengan FEB UNS dalam mempersiapkan generasi muda yang beriman, berkompeten, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Program Sit In University menjadi salah satu langkah nyata FEB UNS dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah menengah dalam rangka menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-luncurkan-buku-pedoman-akademik-untuk-sarjana-magister-dan-doktor/ Fri, 03 Oct 2025 09:44:40 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38256 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025. Acara ini berlangsung secara daring […]

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

“Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture https://feb.uns.ac.id/feb/positioning-business-sustainability-prodi-s1-akuntansi-feb-uns-hadirkan-prof-hooy-chee-wooi-dalam-general-lecture/ Thu, 25 Sep 2025 04:11:29 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38043 Sustainability (keberlanjutan) merujuk pada kemampuan sebuah bisnis untuk dapat mempertahankan kegiatan bisnis dalam menghasilkan keuntungan ekonomis. Topik terkait sustainability menjadi topik yang banyak dibahas, terlebih terkait dengan Sustainable Development Goals […]

Artikel Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Sustainability (keberlanjutan) merujuk pada kemampuan sebuah bisnis untuk dapat mempertahankan kegiatan bisnis dalam menghasilkan keuntungan ekonomis. Topik terkait sustainability menjadi topik yang banyak dibahas, terlebih terkait dengan Sustainable Development Goals (SDG).

Hal tersebut mendorong Program Studi S1 Akuntansi dalam menyelenggarakan kuliah umum dibidang keberlanjutan.

Menghadirkan Prof. Hooy Chee Wooi, dari Universiti Sains Malaysia (USM), General Lecture bertajuk “Positioning Business Sustainability” digelar secara daring pada Rabu, 3 September 2025.

Dalam paparannya, Prof. Hooy membahas secara detail terkait tujuan aktivitas bisnis, langkah yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dari sebuah usaha/bisnis, serta bagaimana memposisikan konsep terkait keberlanjutan.

Membuka jalannya acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS menyambut hangat pelaksanaan general lecture tersebut.

Menurut Prof. Tri diskusi terkait sustainability (keberlanjutan) sangatlah penting mengingat saat ini banyak sektor baik bisnis, ekonomi, ataupun keuangan yang diharuskan untuk melaporkan keberlanjutannya.

“Topik ini sangat menarik dan penting, bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari bagaimana caranya memposisikan keberlanjutan bisnis. Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Hooy yang sudah bersedia hadir dan membagikan pengetahuan terkait business sustainability, semoga diskusi yang berlangsung dapat bermanfaat bagi para peserta yang hadir,” jelas Prof. Tri.

Tidak hanya membahas terkait keberlanjutan bisnis, Prof. Hooy juga menjelaskan terkait kegiatan dalam aktivitas bisnis dimana, bisnis diartikan sebagai sebuah kegiatan dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan ekonomis, yang meliputi proses produksi, penjualan, ataupun pertukaran barang dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Bisnis yang kita kenal ternyata melibatkan banyak bagian dan peran, sehingga untuk dapat mencapai kesuksesan bisnis diperlukan perencanaan, manajemen yang efektif, pengetahuan pasar, serta kemampuan untuk beradaptasi,” ungkap Prof. Hooy.

Secara teroritis, strategi yang diperlukan oleh sebuah bisnis untuk dapat terus eksis secara berkelanjutan meliputi adanya strategi bisnis yang jelas, fokus pada manajemen keuangan, pemahaman pasar dan reputasi yang baik, kemampuan untuk beradaptasi dan menjadi fleksibel, serta investasi untuk menumbuhkan talenta dan budaya perusahaan. Lebih lanjut dengan adanya kemajuan teknologi, sebuah bisnis perlu memanfaatkan teknologi dan data seperti penggunaan otomatisasi dan pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, bisnis juga perlu melakukan risk management, menjaga basis konsumen basis konsumen dan pertumbuhan pasar, memastikan kondisi governance yang kuat, dan kerjasama strategis.

Dalam memposisikan keberlanjutan bisnis, menurut Prof. Hooy, profit menjadi bottom line dari bisnis, sehingga keuntungan atau laba menjadi dasar keberlanjutan. Setelah memastikan profitabilitas bisnis, level selanjutnya dari usaha untuk memastikan keberlanjutan bisnis adalah kepatuhan, karena apabila sebuah bisnis tidak mematuhi hukum maka keberadaan atau legitimasinya akan dipertanyakan. Setelah kepatuhan hukum terpenuhi, posisi selanjutnya yang diperlukan adalah kepatuhan atau pencapaian ESG (environmental, social, and governance), CSR (corporate social responsibility), SDG (sustainable development goals), dan etika.

“Dari sisi produsen, keberlanjutan bisnis berarti bahwa bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang. Sementara dari sisi pelanggan, hal ini merujuk pada bisnis yang memberikan nilai dalam jangka panjang. Sehingga untuk menyeimbangkan dua hal ini maka bisnis perlu memberikan nilai jangka panjang untuk stakeholder, komunitas, dan lingkungan secara keseluruhan. Hal ini melibatkan integrasi pertimbangan lingkungan, sosial, dan governance ke dalam strategi perusahaan, operasi, dan proses pengambilan keputusan,” jelas Prof. Hooy.

Menutup jalannya guest lecture, Prof. Hooy menyampaikan bahwa bisnis saat ini dituntut untuk tidak lagi “doing good by doing well” (berbuat baik karena mendapatkan keuntungan) tetapi “doing well by doing good.”

Dengan menghadirkan pembahasan mendalam tentang positioning business sustainability, kuliah umum ini secara langsung mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keberlanjutan bisnis yang tidak hanya berfokus pada profit semata, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), selaras dengan tujuan SDGs untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

Melalui pemahaman dan penerapan konsep-konsep tersebut, para mahasiswa dan pelaku bisnis diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang seimbang antara keuntungan bisnis dan tanggung jawab sosial serta lingkungan, sebagaimana yang dicanangkan dalam SDGs.

Artikel Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan https://feb.uns.ac.id/feb/maksi-feb-uns-sosialisasikan-akselerasi-studi-lewat-program-percepatan-dan-beasiswa-unggulan/ Tue, 16 Sep 2025 07:31:58 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=37690 Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Sosialisasi bertajuk Shaping The Future in Academic Opportunity, Jumat, 23 Mei 2025 secara hybrid di […]

Artikel MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Sosialisasi bertajuk Shaping The Future in Academic Opportunity, Jumat, 23 Mei 2025 secara hybrid di Ruang Kelas Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS dan Zoom Meeting.

Acara ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., Ketua Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS, dan Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., Ketua Program Studi MAKSI Akuntansi FEB UNS.

Dalam sosialisasi tersebut, diperkenalkan program percepatan yang dirancang khusus untuk membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang MAKSI dengan waktu lebih singkat dan biaya yang lebih efisien. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong mahasiswa berprestasi melanjutkan studi tanpa jeda panjang.

Prof. Doddy Setiawan menyampaikan bahwa inti dari program percepatan ini adalah mahasiswa akan mengikuti jenjang S1 dan S2 secara bersamaan. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi S1 dan S2 dalam waktu lima tahun.

Selain efisiensi waktu, peserta program juga mendapatkan potongan biaya kuliah sebesar 50% pada semester pertama dan kedua.

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya selesai S1, tapi langsung bisa lanjut S2 dengan kualitas akademik yang terjaga. Program percepatan adalah jalur terbaik untuk itu. Yang paling penting, sejak semester pertama mahasiswa sudah mendapatkan pendampingan intensif agar dapat mengikuti program ini dengan baik” tegasnya.

Dengan demikian, FEB UNS memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan karier akademik dan profesional secara lebih cepat melalui program yang terintegrasi dan terstruktur dengan baik ini.

Lebih lanjut, Lulus Kurniasih, Ph.D menjelaskan jalur percepatan studi dari sarjana ke magister terbuka bagi mahasiswa aktif program S1, khususnya dari jurusan Akuntansi, sejak mereka berada di semester enam.

“Mahasiswa bisa mulai mengambil mata kuliah magister saat masih di S1. Ini memberi mereka kesempatan untuk lulus S2 lebih cepat, dengan biaya yang jauh lebih ringan, karena di dua semester awal mereka hanya membayar 50% UKT,” jelasnya.

Program percepatan terbuka bagi mahasiswa dengan IPK minimal 3,50, memiliki TOEFL minimal 450, nilai TPA minimal 425 atau lolos Tes Bakat Skolastik dari Fakultas Psikologi UNS, serta mendapatkan satu rekomendasi dari dosen bergelar doktor. Selain seleksi administrasi, calon peserta juga harus melalui wawancara akademik untuk memastikan kesiapan dan motivasi mereka mengikuti program ini.

Tidak hanya memperkenalkan jalur percepatan, acara ini juga menyoroti berbagai peluang beasiswa yang bisa diakses oleh mahasiswa program percepatan maupun reguler.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa unggul tidak terhambat oleh kendala biaya. Ada beasiswa Scopus, LPDP, hingga Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang bisa mereka manfaatkan,” tambahnya.

Beasiswa Scopus UNS, misalnya, diberikan kepada dua mahasiswa setiap semester yang memiliki publikasi ilmiah bereputasi. Sementara itu, Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan RI memberikan pendanaan penuh bagi mahasiswa magister berprestasi. Bagi mereka yang ingin langsung melanjutkan ke jenjang doktor, tersedia pula Beasiswa PMDSU yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 dalam waktu yang terintegrasi.

Penerimaan program percepatan hanya di bulan April-Agustus dengan terlebih dahulu menghubungi admisi atau Kaprodi MAKSI.

Dengan menghadirkan program percepatan studi dan berbagai peluang beasiswa, Program Studi MAKSI FEB UNS turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam memastikan akses pendidikan berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat (SDG 4).

Program ini juga mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing, yang menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pekerjaan layak, dan inovasi (SDG 8 dan 9).

Dengan demikian, MAKSI FEB UNS tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.

Artikel MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>