17 Okt 2026

Pelatihan Ekspor Impor Batch 3 FEB UNS, Perluas Wawasan Perdagangan Internasional

Laboratorium Ekspor Impor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan Pelatihan Ekspor Impor bagi Pemula Batch 3 di Laboratorium Teleconference, Gedung Soedarah Soepono 3 FEB UNS, Jumat 9 Oktober 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FEB UNS dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang perdagangan internasional. Sebelumnya, pelatihan serupa telah diselenggarakan dalam Batch 1 pada April dan Batch 2 melalui kerja sama dengan Kementerian Perdagangan.

 Kepala Laboratorium Ekspor Impor FEB UNS, Arif Rahman Hakim, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., MCE, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai ekspor-impor, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi kebutuhan kompetensi di bidang tersebut.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membekali mahasiswa agar memiliki pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan ekspor-impor, termasuk analisis pasar ekspor,” paparnya.

Ia juga menyoroti peluang mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UNS. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang dapat mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha di bidang ekspor.

Materi pelatihan disampaikan oleh dua narasumber yang menghadirkan perspektif akademis dan praktis. Sesi pertama membahas riset pasar ekspor, penentuan negara tujuan ekspor, serta penggunaan Harmonized System Code (HS Code), yang disampaikan oleh dosen FEB UNS, Ratna Malisa Indriawati, S.E., M.E.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa mempelajari cara mengidentifikasi komoditas yang berpotensi menembus pasar internasional dengan memanfaatkan sejumlah perangkat analisis data, seperti Indonesia National Single Window (INSW), Trade Map, dan Export Potential Map. Perangkat tersebut dapat membantu pelaku usaha menelaah peluang pasar sekaligus menentukan negara tujuan ekspor yang sesuai dengan karakteristik produknya.

Penguasaan HS Code juga menjadi salah satu aspek penting yang dibahas. Kode ini digunakan untuk mengidentifikasi klasifikasi barang dalam perdagangan internasional dan membantu pelaku usaha memahami ketentuan tarif serta regulasi yang berlaku.

Selain aspek administrasi dan regulasi, kesiapan produk juga menjadi perhatian. Penyesuaian kemasan, cita rasa, hingga pemenuhan standar sertifikasi perlu dipertimbangkan agar produk dapat memenuhi kebutuhan dan persyaratan pasar tujuan.

oppo_0

Pembahasan kemudian berlanjut pada aspek operasional melalui materi Teknik Negosiasi, Promosi, dan Operasional Ekspor-Impor yang disampaikan oleh Ivan Kurniawan, praktisi ekspor-impor Solo Raya dari CV Ivan Sugih Arta.

Pada sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses negosiasi dengan mitra bisnis internasional, penyusunan kontrak dagang (sales contract), serta strategi promosi melalui materi multibahasa dan partisipasi dalam pameran internasional.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada pentingnya pemenuhan persyaratan akses pasar, standar mutu melalui kerangka Plan-Do-Check-Act (PDCA), prosedur kepabeanan, serta korespondensi bisnis yang mencakup offering letter, inquiry, dan dokumen pengiriman (shipping documents).

Berbagai materi tersebut memberikan gambaran bahwa kegiatan ekspor-impor membutuhkan persiapan yang saling berkaitan, mulai dari mengenali peluang pasar hingga memastikan proses transaksi berjalan sesuai ketentuan.

Pelatihan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memperkuat kompetensi di bidang ekspor-impor untuk mendukung pengembangan usaha dan daya saing ekonomi.