Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Akademik untuk Kelas Kerja Sama BPKP–UNS
Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Akademik bagi mahasiswa baru dari Kelas Kerja Sama antara UNS dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kegiatan ini berlangsung di Aula Konimex FEB UNS dan diikuti oleh 90 mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai proses akademik, sistem pembelajaran, serta kebijakan-kebijakan strategis yang berlaku selama masa studi. Para mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem informasi akademik dan peluang pengembangan akademik lainnya.
Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, dalam sambutannya menyampaikan pencapaian akreditasi nasional dan internasional yang telah diraih FEB UNS, antara lain akreditasi Unggul dari LAMEMBA serta akreditasi internasional dari AQAS. FEB UNS juga tengah berproses untuk memperoleh akreditasi dari lembaga bergengsi dunia, AACSB.

Ia juga menjelaskan teknis perkuliahan yang akan dimulai pada 25 Agustus 2025, serta pentingnya kehadiran minimal 75% sebagai syarat mengikuti evaluasi pembelajaran. Mahasiswa diminta untuk segera mengakses sistem informasi akademik (SIAKAD) untuk melakukan pengisian KRS dan memastikan validasi dari dosen pembimbing akademik (PA).
Dalam hal kurikulum, FEB UNS telah mengadopsi pendekatan berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dengan sistem ini, bentuk asesmen berbeda dengan sebelumnya yang hanya berupa UTS dan UAS, namun bisa dalam bentuk studi kasus, proyek, atau metode lain yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Pembelajaran dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan minimal dua kali asesmen.
Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Non-Akademik, turut mengapresiasi pencapaian para mahasiswa baru yang berhasil masuk melalui jalur kerja sama dengan BPKP. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.
Sementara itu, Ketua Program Studi S-1 Akuntansi, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., memaparkan bahwa program studi menyediakan insentif akademik berupa pembebasan dari ujian skripsi bagi mahasiswa yang mampu mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal bereputasi, minimal SINTA 2. Meskipun ujian dibebaskan, mahasiswa tetap diwajibkan untuk menulis skripsi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pencapaian akademik.
Ia juga menjelaskan bahwa sejak semester dua, mahasiswa akan mulai mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian dan mulai aktif berdiskusi dengan dosen. Pada semester tiga, mereka sudah dapat memilih pembimbing untuk menyusun proposal skripsi.
Dalam arahannya, Prof. Doddy menekankan pentingnya menyelesaikan studi tepat waktu dan memanfaatkan waktu secara optimal, mengingat masa studi yang dirancang hanya dua tahun.
FEB UNS, menurutnya, saat ini telah masuk dalam peringkat 300–400 dunia untuk bidang akuntansi. Keunggulan ini didukung oleh kehadiran delapan profesor yang akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembimbingan mahasiswa.

Sebagai bagian dari rangkaian orientasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi akademik bertema “Riset di Bidang Akuntansi Sektor Publik” oleh Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof. Acc., Ph.D., Ak., CA. Materi ini memberikan wawasan awal kepada mahasiswa mengenai pentingnya riset dalam tata kelola sektor publik yang akuntabel dan transparan.

Kegiatan orientasi ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas kurikulum, pembimbingan akademik oleh profesor, serta insentif riset dan publikasi ilmiah. Selain itu, SDG 16 (Institusi yang Kuat, Transparan, dan Akuntabel) dengan penguatan kompetensi di bidang akuntansi sektor publik dan pengawasan keuangan. Serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mewujudkan Tujuan): melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, dalam hal ini antara UNS dan BPKP.
