27 Mei 2024

MM dan MESP FEB UNS Gelar Business Webinar Series Angkat Tema Behavioral Economics

Program Studi Magister Manajemen (MM) dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan webinar yang bertajuk Behavioral Economics, Prinsip dan Aplikasi Teori Prospek, Sabtu 18 Juli 2020.

Kegiatan ini adalah kali kedua yang diselenggarakan dalam Business Webinar Series, diikuti oleh 107 peserta dengan narasumber Harry Susianto, Ph.D. , Psikolog Ekonomi dan Konsumen dari Universitas Indonesia.

Behavioral Economics (BE) berusaha mengkombinasikan prinsip-prinsip dasar ilmu ekonomi dengan realita yang tidak jarang dipengaruhi oleh psikologi manusia. Lingkup ranah BE adalah mempelajari keputusan-keputusan irasional orang (dalam hal ini user atau pengguna).

Harry menjelaskan bahwa BE mirip dengan psikologi, mayoritas menggunakan eksperimen, true experiment, ada randomisasi dan manipulasi. Dalam contoh- contoh kasusnya yang diberikan ke partisipan biasanya selalu diberikan konteks. Eksperimen dilakukan hanya satu kali dan ada insentif diberikan kepada partisipan yang sifatnya merata. Hal lain yang menjadi ciri khas BE adalah minoritas survei.

Sementara itu, Experimental Economics (EE) yang pernah dibahas di webinar sebelumnya berbeda dengan BE, contoh- contoh kasusnya yang diberikan ke partisipan biasanya bersifat abstrak, eksperimen dilakukan berulang-ulang, banyak menggunakan contoh-contoh hipotetikal dan insentif untuk partisipan mengikuti performance, semakin rasional insentifnya semakin besar.

“Di Indonesia, banyak studi yang menggunakan survei dan jarang sekali yang menggunakan eksperimen. Sebenarnya dengan eksperimen bisa mengklaim sebab akibat. Namun banyak orang berpikir keliru dengan menggunakan survei dan SEM (Structural Equation Modeling) untuk membuat sebab akibat. Padahal SEM itu hanya statistik, alat menghitung. Kita dapat membuat klaim sebab akibat jika penelitiannya berdesain eksperimen, jika tidak begitu, tidak bisa” jelasnya.

Selanjutnya Harry menjelaskan penggunaan nudge dalam mempengaruhi keputusan ekonomi yang merupakan karya monumental Richard H Thaler. Nudge adalah suatu hal yang secara efektif mampu mengatur keputusan individu , kelompok atau masyarakat tanpa paksaan, sifatnya lebih kepada menggugah melalui alam bawah sadar. Bagaimana kita bisa mengatur orang untuk berperilaku tertentu tanpa merasa orang itu diatur atau dipengaruhi.

Nugde terbagi menjadi dua , Edukatif Nudge dan Non Edukatif Nudge. Ide dari Edukatif Nugde adalah individu itu dibuat kapasitasnya meningkat, disadarkan, diingatkan, dari tidak tahu menjadi tahu. Jika ada perubahan maka perubahan itu disadari orang itu dan memang harus dilakukan.

Menurut Harry, yang lebih menarik adalah yang Non Edukatif Nudge. Kita tidak berusaha menambah kemampuan orang itu, yang dieksploitasi atau yang diatur adalah lingkungannya, dimanipulasi. Dengan lingkungan itu diharapkan perilaku orang menjadi berubah. Dalam hal ini akan muncul choice architect, arsitek yang mengatur pilihan orang yang sehingga hasilnya seperti yang kita inginkan.

Di kegiatan ini, Harry lebih banyak memberikan contoh-contoh teknis dari beberapa artikel dengan menggunakan teori prospek dan peserta aktif mengikuti jalannya acara. (Humas)

Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.