Mahasiswa FEB UNS Raih 2nd Best Paper di Conference International – ICMEM 2025 di Bandung
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi internasional. Siti Maysarah, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, berhasil meraih penghargaan 2nd Best Paper Award pada The 9th International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) 2025 yang digelar di Bandung.
International Konferensi ini juga diikuti oleh tiga mahasiswa FEB UNS lainnya yaitu Sabrina Najwa, Rahayu Trisnawati, dan Soni Elenia yang turut mempresentasikan riset mereka di forum ilmiah internasional tersebut. Dari keempat mahasiswa, Siti Maysarah berhasil meraih predikat Best Paper (2nd place), sebuah capaian yang membanggakan bagi UNS.

Paper yang dipresentasikan berjudul: “Gender Diversity on Corporate Boards and ESG Controversies: A Sector-Sensitive Analysis of Women in Governance.” Riset ini menyoroti keterkaitan keragaman gender di dewan direksi dengan kontroversi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Dengan pendekatan Upper Echelons Theory dan Resource-Based View (RBV), penelitian ini mengkaji empat sektor sensitif yaitu energi (PT Pertamina), pertambangan (PT Adaro Energy), agribisnis (PT Astra Agro Lestari), dan perbankan (Bank Rakyat Indonesia).

Hasil studi menunjukkan bahwa semakin tinggi keterwakilan perempuan di jajaran direksi, semakin rendah risiko perusahaan mengalami kontroversi ESG. Temuan ini sejalan dengan agenda global keberlanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 5 (Gender Equality): mendorong kesetaraan gender di posisi pengambilan keputusan strategi; SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): memperkuat tata kelola bisnis yang inklusif; SDG 12 (Responsible Consumption and Production): mengurangi praktik bisnis yang merugikan lingkungan dan sosial dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions): mendukung tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS yang mampu bersaing di kancah internasional. Kami bangga bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan riset yang relevan dengan isu global, khususnya mendukung agenda SDGs,” ujar Aldy Fariz Achsanta, PhD selaku Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS. Kegiatan partisipasi mahasiswa FEB UNS dalam konferensi ini mendapat dukungan penuh dari Bidang III Kemahasiswaan FEB UNS, yang secara konsisten mendorong pengembangan potensi, kreativitas, dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.
Ajang kompetisi internasional ini merupakan pengalaman kali pertama Siti Maysarah. Ia sangat senang dan bersyukur atas capaian yang telah diraihnya. Untuk Ke depannya, Maysarah berencana untuk mengikuti beberapa kompetisi lainnya guna terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman.
“Saya sangat tertarik untuk mencoba hal-hal baru dan tantangan yang lebih besar. Dalam kompetisi ini, saya juga mendapatkan bimbingan dari Dosen FEB, Ibu Ayya Agmulia Asmarani Islam. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas capaian ini,” ungkapnya.
Maysarah berpesan kepada teman-teman FEB agar tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Menurutnya, yang terpenting adalah niat dan keberanian untuk memulai. Soal bagaimana prosesnya nanti, akan selalu ada dosen-dosen yang dengan senang hati siap membimbing dan mengarahkan.
ICMEM 2025 merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas tantangan bisnis dan manajemen di pasar negara berkembang. Prestasi ini semakin mempertegas komitmen UNS dalam menghasilkan riset yang relevan dengan tantangan global, inklusif, dan berkelanjutan.
Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Sebelas Maret di kancah internasional, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata civitas akademika UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penelitian yang fokus pada keragaman gender dan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, riset ini selaras dengan upaya global untuk mewujudkan kesetaraan gender (SDG 5), mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 8), serta memastikan praktek bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat (SDG 12). Selain itu, penelitian ini juga menguatkan komitmen UNS dalam memperkuat institusi yang adil dan transparan (SDG 16), yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, prestasi ini menggambarkan bagaimana pengembangan ilmu pengetahuan di FEB UNS tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang menjadi tantangan dan kebutuhan dunia saat ini.
