Lab Bina Desa FEB UNS Hadirkan Praktisi PLN, Diskusikan Peluang Pengembangan Desa Berbasis Energi
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Future Energy Synergy: Transformasi Desa melalui Sinergi Praktisi K3 PLN dan Lab Bina Desa FEB UNS” secara daring pada Jumat 19 Juni 2026).
Kegiatan ini menghadirkan Luky Handianto Adi Pamungkas, S.E., M.M., Senior Officer K3 PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur (UIT JBM), sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Luky menjelaskan bahwa sektor energi memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masyarakat. PLN UIT JBM saat ini mengelola lebih dari 8.329 kilometer jaringan transmisi dan 173 gardu induk yang menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi wilayah Jawa dan Bali. Infrastruktur tersebut menopang berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari sektor industri hingga masyarakat pedesaan.

Ia juga memaparkan tren pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Bali yang terus meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa energi tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga faktor penting dalam mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami berbagai peluang kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi, khususnya dalam menghubungkan kompetensi mahasiswa FEB UNS dengan kebutuhan sektor energi. Salah satu fokus yang dibahas adalah peran lulusan bidang manajemen, akuntansi, dan ekonomi pembangunan dalam mendukung pengelolaan BUMDes, efisiensi energi, hingga transformasi ekonomi desa yang berkelanjutan.
Luky menekankan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di desa melalui peningkatan literasi energi, pengembangan inovasi BUMDes berbasis layanan digital, serta penguatan ekonomi kreatif yang memanfaatkan akses listrik secara optimal. Selain itu, mahasiswa juga dapat berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan pentingnya penggunaan listrik secara legal.
Dalam sesi diskusi, dibahas pula pentingnya penyesuaian kurikulum perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan industri. Kompetensi yang relevan dengan perkembangan Industri 4.0, seperti digital business ketenagalistrikan, manajemen aset transmisi, serta sustainability dan ESG reporting, dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan di masa depan.
Lebih lanjut, narasumber menawarkan peluang kerja sama antara PLN dan FEB UNS melalui riset bersama, mulai dari kajian dampak ekonomi stabilitas energi terhadap UMKM desa, evaluasi program CSR berbasis SDGs, hingga pengembangan konsep “Desa Energi Digital”. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan publikasi ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Laboratorium Bina Desa FEB UNS juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat inkubasi pengembangan masyarakat desa melalui penguatan keterampilan teknis, literasi keuangan, dan tanggung jawab sosial. Sinergi dengan praktisi PLN diharapkan dapat memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Melalui kegiatan ini, FEB UNS menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan transformasi desa yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan yang tidak hanya memahami aspek ekonomi, tetapi juga memiliki wawasan mengenai ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Keterkaitan dengan SDGs: Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi mahasiswa, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui peningkatan literasi dan akses energi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan ekonomi desa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.