Kuliah Praktisi Prodi Ekonomi Pembangunan: Kupas Tuntas Makroprudensial dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia
Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik kebijakan ekonomi dan peran strategis bank sentral, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi Industri bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo.
Kegiatan ini diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kebanksentralan, yang diampu oleh Lukman Hakim SE., M.Si., Ph.D, Johadi, SE., M.Sc, dan Ayya Agmulia SE., ME.

Kuliah praktisi ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama pada 22 Mei 2025 mengusung tema “Kebijakan Makroprudensial”, yang disampaikan langsung oleh Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Aries Purnomohadi, bersama dengan Muhammad Reza Alif S dan Nuhaa Abiyyah.
Materi membahas secara mendalam mengenai urgensi kebijakan makroprudensial dalam menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), serta sinerginya dengan kebijakan moneter dan sistem pembayaran.
Sesi kedua pada 5 Juni 2025 mengangkat tema “Bauran Kebijakan Bank Indonesia dan Stabilitas Ekonomi”, yang disampaikan oleh Yohan Agusta Harmawan, Hanita Fitriyani dan Khoirul Anwar.

Dalam sesi ini dijelaskan bagaimana Bank Indonesia mengimplementasikan strategi bauran kebijakan (policy mix) untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Kegiatan kuliah praktisi ini berlangsung dengan sangat interaktif dan menarik. Selain penyampaian materi yang komprehensif, mahasiswa juga diajak mengikuti kuis interaktif terkait materi yang disampaikan. Kegiatan menjadi semakin semarak dengan adanya hadiah menarik dari Bank Indonesia bagi mahasiswa yang berhasil meraih nilai sempurna dalam kuis tersebut.

Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi dengan Bank Indonesia.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bernilai bagi mahasiswa, karena mereka memperoleh wawasan langsung dari para praktisi yang memiliki otoritas dan kompetensi di bidangnya. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, mahasiswa juga menjadi lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Kami sangat mengapresiasi kontribusi Bank Indonesia, dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut setiap semester. Ke depan, kami juga terbuka untuk menjajaki sinergi yang lebih strategis, termasuk kemungkinan kolaborasi dalam penyusunan kurikulum mata kuliah Kebanksentralan agar selalu kontekstual dan selaras dengan dinamika kebijakan ekonomi terkini,” ungkap beliau.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif dan kontekstual mengenai peran dan kebijakan bank sentral. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan praktik kebijakan, serta mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan nyata di sektor ekonomi dan keuangan.