11 Nov 2026

Kontribusi Tim Pakar dalam Pra Uji Kelayakan Hilirisasi Teknologi Batik Ulu Bengkulu

Batik Ulu sebagai warisan budaya Bengkulu terus dikembangkan melalui kajian komprehensif yang dilakukan Tim Pakar Program Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi. Kajian ini menilai kesiapan teknologi, potensi pasar, kepatuhan regulasi, kelayakan finansial, serta model bisnis untuk memperkuat peluang komersialisasi Batik Ulu di masa mendatang. Program hilirisasi dilaksanakan selama 3 bulan, September hingga Desember 2025

Kegiatan yang digelar ini melibatkan para peneliti lintas disiplin dari berbagai perguruan tinggi, dengan peran signifikan dari masing-masing pakar dan Universitas Bengkulu sebagai mitra.

Salah satu kontributor utama, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memegang peranan strategis pada aspek keuangan, investasi, dan manajemen risiko. Kepakaran Prof. Rahmawati sangat dibutuhkan untuk menganalisis struktur biaya produksi, estimasi kebutuhan investasi, proyeksi kelayakan finansial, hingga mitigasi risiko usaha UMKM batik.

Pengalamannya dalam kajian keuangan UMKM dan kepemilikan berbagai karya HKI terkait batik memperkuat kualitas metodologi dan rekomendasi yang dihasilkan tim.

Selain Prof. Rahmawati, tim pakar juga terdiri dari Dr. Siti Nurlaela, M.Si., Ak., CA. (Ketua), kepakaran model bisnis dan pasar batik, Dr. Ismiyanto, SH., MH., kepakaran legal, regulasi, dan HKI; Ratna Endah Santosa, S.Sn., M.Sn., kepakaran desain batik dan seni tekstil, Prof. Endang Dwi Amperawati, M.M., kepakaran pemasaran dan komersialisasi produk

Dalam kajian ini, Prof. Rahmawati terutama terlibat pada analisis kelayakan finansial dan perumusan struktur biaya dalam pengembangan teknologi baru Batik Ulu, kajian risiko finansial terkait penggunaan teknologi pewarna dan pemanas baru, termasuk pemanfaatan pewarna alami bubuk tulang sapi, penguatan manajemen keuangan UMKM, khususnya melalui pelatihan digitalisasi akuntansi dan penyusunan dashboard penjualan, evaluasi hasil uji lapangan terbatas dan uji lapangan luas, untuk memastikan efisiensi biaya dan potensi peningkatan margin bagi perajin.

Rangkaian kegiatan tim juga meliputi FGD, pemetaan masalah, pengembangan teknologi produksi, pelatihan HKI dan merek dagang, hingga penyusunan motif baru. Semua proses dilaksanakan bersama Bappeda Kabupaten Bengkulu dan UKM Batik Ulu guna memastikan solusi yang ditawarkan dapat diimplementasikan langsung di lapangan.

Kajian ini diharapkan menghasilkan model hilirisasi Batik Ulu yang inovatif, layak secara finansial, dan mampu meningkatkan daya saing UMKM, dengan kontribusi analitis dari Prof. Rahmawati yang memastikan setiap rekomendasi memiliki dasar keuangan yang kuat dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Produksi Berkelanjutan) melalui penguatan UMKM, inovasi teknologi, dan pelestarian budaya.