FutureFin Workshop Dorong Kolaborasi Akademik dan Industri Fintech
Program Studi S-1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan AdaKami menyelenggarakan FutureFin Workshop, Kamis, 9 April 2026 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merespons perkembangan pesat sektor keuangan digital.
Dalam sambutannya, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa perubahan drastis dalam kondisi keuangan global akibat percepatan digitalisasi menjadikan fintech sebagai alternatif penting yang bersifat komplementer antara dunia akademik dan industri.

Menurutnya, sektor fintech di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada sistem pembayaran digital yang tumbuh dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pentingnya agenda inovatif yang melibatkan sektor akademis dan industri.
FEB UNS menghadirkan salah satu platform fintech untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa memperdalam pemahaman teori sekaligus praktik di sektor industri. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu berpikir kritis, menyelesaikan permasalahan kompleks, serta menghadirkan solusi inovatif yang berbasis pada landasan teori yang kuat.
“Kolaborasi dengan industri, seperti AdaKami, merupakan langkah strategis dalam memastikan mahasiswa memiliki kompetensi real-world yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Hal ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam inovasi finansial serta pengambilan keputusan berbasis data” ungkapnya.
Workshop FutureFin tidak hanya berfokus pada pengembangan ide dan solusi kreatif, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan calon pemimpin masa depan di industri fintech. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh eksposur lebih luas terhadap sektor industri, memperluas jaringan profesional, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkontribusi di masa depan.
Dalam sesi materi, narasumber dari AdaKami menyampaikan bahwa saat ini hampir seluruh masyarakat telah memiliki smartphone yang memungkinkan akses terhadap layanan keuangan digital.

Pada kesempatan tersebut, Ming Gu selaku Tech Advisor AdaKami menjelaskan bahwa dalam sektor jasa keuangan terdapat beberapa sub-sektor, dengan pendanaan (lending) sebagai yang terbesar. Selain itu, terdapat pula sub-sektor pembayaran (payment) dan insurtech.
Ia juga memaparkan secara rinci teknologi terkini dalam sektor jasa keuangan, khususnya terkait pendanaan, termasuk berbagai bentuk dan tipe pendanaan yang tersedia bagi kreditor berdasarkan mekanisme yang ada.
Kegiatan FutureFin Workshop ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).