01 Jun 2026

FEB UNS Siapkan Advisory Board sebagai Langkah Strategis Menuju Akreditasi Internasional AACSB

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Pembahasan Pembentukan Advisory Board FEB UNS, Senin (18/5/2026) di Classroom 3 Lantai 5 UNS Tower Hotel.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis FEB UNS dalam mempersiapkan proses akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) sekaligus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan dari sektor industri, pemerintahan, akademisi, hingga dunia usaha.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran dekanat, anggota senat fakultas, serta tim task force AACSB FEB UNS untuk membahas konsep, legalitas, komposisi, hingga kriteria Advisory Board yang akan dibentuk.

Advisory Board dirancang sebagai forum strategis yang dapat memberikan masukan bagi pengembangan institusi, khususnya terkait kebutuhan pasar terhadap lulusan, penyusunan kurikulum, evaluasi kinerja fakultas, hingga penguatan branding dan jejaring internasional FEB UNS.

Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Advisory Board menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses akreditasi internasional AACSB.

“Hari ini kami selaku Dekanat sedang dalam proses mempersiapkan akreditasi internasional AACSB. Dalam proses tersebut, kami memerlukan masukan dari forum ini. Intinya, kami ingin berkonsultasi terkait langkah-langkah yang perlu disusun dalam pembentukan Advisory Board,” ujar Dekan.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses penyusunan eligibility application AACSB, FEB UNS membutuhkan keterlibatan stakeholder dan mitra strategis yang dinilai layak menjadi bagian dari Advisory Board.

Menurutnya, keberadaan forum tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai wadah branding institusi, tetapi juga menjadi ruang konsultatif yang memberikan berbagai masukan strategis bagi pengembangan fakultas.

“Advisory Board nantinya diharapkan dapat menjadi wadah branding fakultas sekaligus forum yang memberikan masukan terkait kebutuhan pasar terhadap lulusan, penyusunan kurikulum, hingga evaluasi kinerja fakultas” jelasnya.

Prof. Bhimo menegaskan bahwa FEB UNS masih memerlukan berbagai masukan terkait kriteria dan komposisi anggota Advisory Board, termasuk proporsi unsur industri, akademisi, alumni, maupun sektor profesional lainnya.

“Kami juga membutuhkan masukan terkait kualifikasi dan komposisi anggota Advisory Board, misalnya dari unsur industri, akademisi, alumni, maupun profesional lainnya, sehingga forum ini benar-benar dapat memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan fakultas,” tambahnya.

Sebelumnya, tim task force AACSB FEB UNS juga telah menyiapkan sejumlah nama calon Advisory Board dari berbagai bidang strategis yang nantinya dapat didiskusikan bersama.

Dalam forum diskusi tersebut, peserta memberikan berbagai masukan terkait pembentukan Advisory Board FEB UNS.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.