FEB UNS Selenggarakan Short Course “Applied Microeconomics of Global Health” Bersama Erasmus University dan Wageningen University
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar program internasional melalui penyelenggaraan Short Course “Applied Microeconomics of Global Health” yang berlangsung pada 25–27 November 2025 di UNS Tower.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara FEB UNS, Erasmus University Rotterdam, dan Wageningen University & Research, dengan peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Short course dibuka secara resmi oleh Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Penelitian FEB UNS sekaligus co-organizer kegiatan.

Dalam sambutannya, Prof. Tri mengungkapkan rasa senang melihat antusiasme peserta yang datang dari beragam latar belakang dan wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, dan berbagai provinsi lainnya.
Dikatakan bahwa isu kesehatan global semakin memerlukan pendekatan multidisiplin, terutama mengingat banyaknya diskusi publik mengenai universal health coverage, defisit BPJS, malnutrisi, hingga isu kesehatan mental.

“Workshop ini mempertemukan para ekonom dan akademisi kesehatan agar kita dapat melihat isu-isu besar seperti malnutrisi, pandemi, hingga kesehatan mental dengan perspektif interdisipliner. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas jejaring dan kolaborasi riset,” ujar Prof. Tri.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan tiga narasumber internasional yang hadir yakni Robbert Sparrow (Associate Professor of Development Economics, Erasmus University), Matthias Rieger (Professor of Global Health, Erasmus University), serta Margarita de Vries Mecheva (peneliti di bidang behavioral experiments, Wageningen University).

Selama tiga hari, peserta mengikuti enam sesi intensif yang dikemas secara terstruktur. Pada hari pertama, selain pembahasan mengenai Universal Health Coverage dan Economics of Nutrition & Stunting.
Peserta juga mengikuti kegiatan kelompok yang dipandu narasumber. Setiap kelompok diminta mengidentifikasi satu isu kesehatan publik yang relevan, berbagi pandangan, lalu menyepakati satu isu untuk dianalisis lebih lanjut selama rangkaian workshop. Kelompok kemudian melaporkan hasil diskusi mereka sebelum melanjutkan sesi berikutnya.
Short course hari pertama ditutup dengan aktivitas budaya di Javanologi UNS. Narasumber dan peserta berkesempatan mencoba memainkan gamelan, mengenal instrumen-instrumen tradisional Jawa, serta merasakan langsung pengalaman berkesenian yang menjadi bagian penting dari budaya lokal.

Hari kedua, peserta mengikuti pembahasan dan diskusi tentang Nutrition Transition & Triple Burden of Malnutrition dan Globalization & Health.

Sementara itu di hari ketiga berfokus pada Health Behaviours & Behavioural Field Experiments serta Behavioural Design Tutorial. Rangkaian short course ditutup dengan Dinner.
Prof. Tri berharap kegiatan ini menjadi ruang bertemunya peneliti, praktisi, dan akademisi dari berbagai disiplin untuk bersama-sama membangun pemahaman yang lebih kuat mengenai isu ekonomi kesehatan global.

“Semoga Bapak Ibu menikmati kegiatan ini dan merasakan keramahan UNS serta Kota Solo,” pungkasnya.

Kegiatan short course ini juga memiliki keterkaitan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penguatan kapasitas akademik dan riset di bidang kesehatan global mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being), sementara peningkatan kualitas pembelajaran internasional dan kolaborasi lintas institusi selaras dengan SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

