FEB UNS Sambut Tiga Guru Besar Baru: Perkuat Skuad Senat Akademik Fakultas
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) tengah diselimuti rasa bahagia atas pengukuhan tiga Guru Besar baru, yakni Prof. Dr. Evi Gravitiani, Prof. Dr. Dwi Prasetyaningsih dan Prof. Dr. Muhammad Agung Prabowo. Kehadiran ketiganya disambut hangat oleh pimpinan fakultas dan Senat Akademik Fakultas (SAF) dan keluarga besar FEB UNSdalam acara penyambutan resmi.
Ketua Senat Akademik Fakultas, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri , menyatakan bahwa bertambahnya tiga Guru Besar ini memberikan harapan besar bagi penguatan organisasi internal SAF. Ketiganya secara otomatis akan bergabung menjadi anggota Senat Akademik Fakultas.

“Beliau-beliau ini diharapkan nantinya akan memberikan energi yang besar, memperkuat skuad SAF dengan memberikan sumbang sarannya, masukan-masukannya, pertimbangan-pertimbangan yang diberikan,” ujar Prof. Hunik.
Beliau juga menekankan bahwa kontribusi ini sangat penting untuk membantu pencapaian kinerja akademik yang menjadi kontrak antara Dekan FEB dengan Rektor UNS agar target tersebut dapat lebih cepat tercapai.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB UNS memberikan apresiasi tinggi atas perjalanan panjang yang telah dilalui ketiga Guru Besar. Ia menyebut dinamika dalam proses meraih gelar tertinggi akademik ini sebagai sebuah seni.
“Kita tahu persis bagaimana dinamika submit, ditolak, revisi, itu adalah bagian dari the art of being a professor,” ungkap Pak Dekan dalam sambutannya.

Proses tersebut, menurut Prof. Hunik, membutuhkan ketelatenan dan kesabaran ekstra, terutama dengan adanya perubahan aturan syarat khusus Guru Besar tahun ini yang semakin berat, yakni kewajiban publikasi dua artikel di jurnal internasional bereputasi (Q1, Q2, atau Q3).
Meskipun gelar Guru Besar akan membuka peluang bagi ketiganya untuk aktif di luar kampus, baik Prof. Hunik maupun Pak Dekan memberikan pesan kuat agar mereka tetap mengutamakan kepentingan internal fakultas.

“Utamakanlah yang kepentingan FEB UNS. Karena kita para guru besar itu berasal dari FEB dan membawa bendera FEB,” tegas Prof. Hunik.
Dekan FEB menambahkan bahwa para Guru Besar baru ini diharapkan menjadi “lokomotif” bagi dosen-dosen muda lainnya untuk segera menyusul, sekaligus meningkatkan bobot kualitas penelitian dan reputasi internasional FEB UNS demi memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas.
Ketiga Guru Besar baru pun berkesempatan memberikan sambutan mereka, membagikan cerita, refleksi atas pencapaian gelar tertinggi di dunia akademik tersebut.
Langkah FEB UNS dalam mencetak lebih banyak Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan manifestasi nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Pertama, pencapaian ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana penambahan pakar di level tertinggi akan secara langsung meningkatkan mutu pengajaran dan kurikulum di lingkungan universitas. Kedua, melalui kepakaran para Guru Besar baru di bidang ekonomi, FEB UNS memperkuat kontribusinya pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui riset-riset yang aplikatif bagi kebijakan nasional. Terakhir, peningkatan reputasi internasional yang dibawa oleh ketiga Profesor ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), memperkuat posisi UNS dalam kolaborasi akademik global.
