RG Green Economy and Sustanaible Development FEB UNS dan BRIDA Jateng Bahas Kajian Geopark Gunung Sewu dan UMKM Hijau
Research Group (RG) Green Economy and Sustanaible Development FEB UNS Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah menggelar diskusi awal kajian penelitian pada Jumat, 13 Maret 2026 di Ruang Telekonferensi Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.
Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi riset antara FEB UNS dan BRIDA Jawa Tengah dalam mengkaji pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah dan keberlanjutan lingkungan.
Diskusi ini membahas dua topik penelitian utama, yaitu Transformasi Komoditas Unggulan Daerah Berbasis Perdesaan Menuju Ekonomi Hijau Bernilai Tambah Tinggi serta Analisis Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kawasan Geopark Gunung Sewu. Kedua kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mendukung penguatan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa kawasan Geopark memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara tepat dan terintegrasi dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Ia menilai kawasan Geopark Gunung Sewu memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui kajian yang komprehensif serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Penelitian yang dilakukan diharapkan tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata berupa rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat,” ungkap Prof. Izza.
Sementara itu, perwakilan BRIDA Jawa Tengah, Arif Sofianto menjelaskan bahwa saat ini BRIDA berfokus pada penguatan kegiatan riset, penelitian, serta pengkajian kebijakan yang mampu memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menghasilkan penelitian yang aplikatif dan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Ia menambahkan bahwa kajian mengenai UMKM hijau akan menyoroti pengembangan komoditas unggulan berbasis perdesaan dengan pendekatan ekonomi hijau, seperti optimalisasi pemanfaatan hasil dan limbah komoditas pertanian agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi produk serta memperkuat rantai pasok industri lokal.
Sementara itu, kajian mengenai Geopark Gunung Sewu akan menitikberatkan pada analisis kebijakan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Penelitian ini tidak hanya melihat potensi geologi, tetapi juga mengkaji aspek budaya, sosial, serta ekonomi masyarakat sekitar geopark sehingga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan selatan yang lebih inklusif.

Diskusi awal ini menjadi forum pertukaran gagasan antara tim peneliti FEB UNS dan BRIDA Jawa Tengah dalam merumuskan kerangka penelitian, metode pengumpulan data, serta arah rekomendasi kebijakan yang akan dihasilkan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan kajian yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi lokal dan UMKM hijau, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan ekonomi berbasis keberlanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi riset antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.