27 Apr 2026

FEB UNS Bergerak Menuju Akreditasi AACSB

Apakah AACSB ?

Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) adalah sebuah organisasi akreditasi internasional yang memberikan pengakuan kepada sekolah-sekolah bisnis dan program-program akuntansi yang memenuhi standar kualitas pendidikan yang sangat tinggi.

AACSB didirikan tahun 1916 di Amerika Serikat dengan fokus untuk memberikan akreditasi internasional kepada sekolah bisnis dan program akuntansi di seluruh dunia. Tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan bisnis melalui standar global yang ketat.

Akreditasi AACSB memiliki banyak manfaat diantaranya: prestise global, hanya sekitar 5% sekolah bisnis di dunia yang berhasil mendapatkan akreditasi ini; Standar mutu tinggi, sekolah harus menunjukkan keunggulan dalam pengajaran, penelitian, kurikulum, dan pengembangan fakultas; Peningkatan reputasi lulusan, lulusan dari sekolah bisnis yang diakreditasi AACSB sering dipandang lebih kompetitif di pasar kerja global; Peluang kolaborasi internasional, lebih banyak kesempatan kerja sama dan pertukaran dengan institusi terkemuka lainnya.

Beberapa proses utama yang harus dilalui fakultas untuk mendapatkan akreditasi AACSB: Pengajuan kelayakan (eligibility) dengan mengirim aplikasi ke AACSB dan menunjukkan struktur, program, dan kesiapan awal; Tahap bimbingan (mentoring), ditunjuk mentor AACSB, menyusun laporan awal (iSER), merancang strategi agar memenuhi standar AACSB; Menyusun evaluasi diri (iSER), mengirimkan laporan evaluasi awal, menjelaskan bagaimana fakultas memenuhi 9 standar AACSB, harus disetujui untuk lanjut ke tahap berikutnya; Implementasi dan laporan kemajuan, terapkan rencana perbaikan dan kirim laporan perkembangan secara berkala; Kunjungan tim penilai (peer review visit), tim eksternal mengunjungi kampus, verifikasi kesesuaian praktik dengan standar AACSB; Keputusan akreditasi, komite AACSB menilai dan memutuskan apakah akreditasi diberikan, ditunda, atau ditolak.

FEB Menuju Akreditasi AACSB

FEB UNS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis.

FEB UNS telah menjadi anggota resmi AACSB lebih dari 10 tahun. Untuk itu, FEB UNS perlu upaya yang lebih gigih untuk tercapainya transformasi menuju standar global dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Di periode kepemimpinan Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, tahun ini, FEB bertekad kuat untuk mulai maju melakukan proses akreditasi.

“Untuk periode ini, saya kira kita harus serius dalam mengerjakan ini, apalagi kita sudah mendapatkan dukungan penuh dari universitas. Memang ini akan menjadi proses yang lama dan bertahun-tahun, tapi memang harus dikerjakan dan harus segera dikerjakan, jadi siapapun besok yang akan menjadi pimpinan fakultas maupun taskforce, saya kira tidak masalah karena proses ini harus segera dimulai dan harus berjalan”, tegas Dekan yang disampaikan saat Focus Group Discussion (FGD) Eligible AACSB.

Diskusi Eligibility Application AACSB (Tim AACSB)

Memasuki tahap lanjutan, FEB UNS kini secara aktif memulai proses Eligibility Application sebagai langkah awal dalam meraih akreditasi AACSB. Proses ini menandai komitmen institusional FEB UNS untuk terus berkembang, menyesuaikan diri dengan standar internasional, dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Dengan dukungan seluruh civitas akademika, FEB UNS siap menjalani proses transformasi ini secara bertahap dan terukur.

Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan bahwa untuk proses akreditasi AACSB ini sangat selektif dan membutuhkan komitmen jangka panjang terhadap peningkatan kualitas secara menyeluruh.

“Sejak 2010 kita menjadi member AACSB, atas arahan dari Pak Dekan, mulai tahun ini, kita harus start untuk kita kerjakan prosesnya. Kita perlu usaha lebih gigih, kita follow prosesnya, dan nanti harapannya bisa berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Semoga saja di akhir kepemimpinan periode ini, kita sudah dapatkan akreditasinya, harapannya seperti itu”, ungkapnya.

Diskusi Eligibility Application AACSB (Tim AACSB)

Dikatakan, AACSB ini berbeda dengan akreditasi pada umumnya. Kalau akreditasi yang pada umumnya itu, kinerja yang ada di fakultas dilaporkan kemudian di submit ke lembaga akreditasi. Sedangkan tahap pertama AACSB itu adalah eligibility application dan proses hingga terakreditasi paling cepat 5 tahun. Sehingga selama 5 tahun itu, nanti akan ada visitasi dari asesor AACSB dan beberapa proses lainnya yang harus dilakukan.

“Ini kan kita akan susun dokumen eligibility, kemudian  kita akan bikin borangnya, dan ini nanti jika lolos, maka proses akreditasi itu akan berlangsung mulai tahun depan sampai 5 tahun ke depan. Jadi sampai pergantian pimpinan nanti itu prosesnya masih berjalan. Intinya adalah AACSB itu adalah akreditasi yang kita tidak melaporkan, tapi kita membuat perubahan besar yang ada di fakultas, memang kita perlu kerja keras ” jelasnya kemudian.

Beberapa langkah telah ditempuh oleh Dekanat FEB diantaranya penerbitan Surat Tugas Tim Borang Akreditasi AACSB, diketuai oleh Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., sekretaris Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., dan beberapa dosen FEB lainnya. Selain itu, FEB juga adakan beberapa FGD dengan mengundang beberapa pakar dari universitas yang telah terakreditasi AACSB, dalam dan luar negeri. Juga secara rutin berdiskusi di lingkup internal, Dekanat dan juga dengan tim taskforce.

Diskusi Eligibility Application AACSB dengan Mandra Lazuardi Kitri, MBA dari ITB

Ke depan, FEB UNS berharap dapat meraih akreditasi AACSB sebagai pengakuan atas kualitas pendidikan yang diberikan. Proses ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi internasional, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kurikulum, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dengan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika, FEB UNS optimis dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia global.

Proses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi FEB UNS di kancah pendidikan bisnis global, sekaligus menghadirkan lulusan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Foto bersama usai Diskusi Eligibility Application AACSB