Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Raih Penghargaan di SDG No.13 Pitching Video Competition
SDG No.13 Pitching Video Competition merupakan kompetisi yang diselenggarakan secara daring oleh UiTM Mara Malaysia untuk mewadahi mahasiswa sebagai agent of change dalam mengadvokasikan tentang isu keberlanjutan khususnya perubahan iklim. Peserta diminta untuk membuat video pendek berdurasi 3 menit untuk menyampaikan gagasan – gagasan tentang isu terkait perubahan iklim yang sesuai dengan SDG no 13. Bagaimana isi permasalahannya, solusi yang bisa ditawarkan, dan dampak terhadap lingkungan seperti apa.
Di kompetisi ini, Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih penghargaan.
Tim yang beranggotakan Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, Thomas Tirta Yudistira dan Zhenix Priskadisa Suryani berhasil meraih juara 3. Satu tim lagi yang beranggotakan Abdillah Adib Had Farhan, Alma Az-zahra, Aisyah Risqi Wardani mendapatkan penghargaan Most Promosing Video.

Dari kiri ke kanan: Zhenix Priskadisa Suryani, Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, dan Thomas Tirta Yudistira
Selama proses kompetisi, tim melakukan riset sederhana dengan mengumpulkan data-data yang relevan untuk mendukung gagasan. Setelah itu, menyusun skrip video dan mencari bahan-bahan visual seperti video mentahan, infografis, dan footage. Proses editing dilakukan sendiri, termasuk rekaman suara untuk voice over, dibuat sedemikian rupa hingga terlihat menarik
Thomas dan timnya mengangkat judul Save Our Earth or Save Our Life.
“Dengan judul tersebut kami ingin menyadarkan kalau yang sedang dan harus kita selamatkan tuh bukan sekadar bumi kita atau tempat tinggal kita, tapi ya hidup kita sendiri. Karena dampak dari perubahan iklim yang kita lakukan sendiri juga berdampak ke kehidupan kita” ungkapnya kepada feb.uns.ac id.
Dikatakan, saat mengambil video, tim mempraktikan hal hal yang harus dilakukan mahasiswa untuk memulai hidup yang berkelanjutan. Hal hal kecil itu sudah jarang dilakukan oleh anak muda sekarang, seperti naik transportasi umum atau mengurangi penggunaan plastik.
Menjaga bumi benar-benar menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan melakukan hal hal yang mencemari kebersihan dan kemurnian dari tempat tinggal kita yang mungkin aja hanya kerusakannya sudah makin parah.
Sedangkan Abdillah dan tim mengangkat tema tentang “Penerapan SDG 13 melalui Pengelolaan Limbah Makanan di Lingkungan Kampus”.

Dari kiri ke kanan: Alma Az-zahra, Aisyah Risqi Wardani, dan Abdillah Adib Had Farhan,
“Ide ini berawal dari keprihatinan kami terhadap banyaknya sisa makanan di lingkungan kampus, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Kami memberikan gagasan solusi berupa kolaborasi dengan pihak kantin untuk menyediakan porsi makanan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan makanan berbasis teknologi agar semakin sedikit makanan yang akan terbuang” paparnya.
Selanjutnya tim memberikan saran kepada pihak kampus agar memperbanyak kampanye kesadaran untuk para mahasiswa dan civitas kampus tentang pentingnya mengurangi sisa makanan. Selain itu, pihak kampus juga bisa memanfaatkan sisa makanan tadi untuk dijadikan kompos.
Melalui video ini, tim ingin menunjukkan bahwa kontribusi terhadap aksi iklim tidak harus dimulai dari skala besar. Kampus sebagai pusat pendidikan bisa menjadi role model penerapan gaya hidup berkelanjutan melalui langkah-langkah kecil namun berdampak.
