lab_bindes Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/lab_bindes/ Knowledge for Prosperity Wed, 01 Jul 2026 08:53:44 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png lab_bindes Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/lab_bindes/ 32 32 Lab Bina Desa FEB UNS Bahas Potensi Kolaborasi Pembangunan Desa Berbasis Kearifan Lokal di NTT https://feb.uns.ac.id/feb/lab-bina-desa-feb-uns-bahas-potensi-kolaborasi-pembangunan-desa-berbasis-kearifan-lokal-di-ntt/ Wed, 01 Jul 2026 08:08:20 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41710 Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan Sharing Session Praktisi dan Akademisi secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang mengangkat tema […]

Artikel Lab Bina Desa FEB UNS Bahas Potensi Kolaborasi Pembangunan Desa Berbasis Kearifan Lokal di NTT pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan Sharing Session Praktisi dan Akademisi secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (29/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Sinergi Pembangunan Desa: Menjejaki Kolaborasi, Isu Lokal, Potensi Riset, dan Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal di Nusa Tenggara Timur (NTT)” ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi literasi pendidikan NTT, Karolus Banda Larantukan, S.Fil., M.Hum.

Kepala Laboratorium Bina Desa FEB UNS, Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E.,Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya membuka ruang dialog dan kolaborasi lintas wilayah untuk memahami berbagai fenomena lokal yang berkembang di NTT.

Menurutnya, banyak kearifan lokal yang selama ini dianggap biasa oleh masyarakat setempat, namun sesungguhnya memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan desa.

“Kami meyakini bahwa ada hal-hal atau kearifan lokal yang bukan menjadi hambatan, tetapi justru sebuah peluang besar yang dapat mendorong kemajuan yang signifikan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya kemitraan antara FEB UNS dan berbagai pihak di NTT, baik dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengabdian sosial.

“Antara lokalitas dan modernisasi, kita perlu mencari jalan tengah dan solusi bersama. Jika kemitraan ini berjalan secara sederhana tetapi tekun dan terus berdiskusi, saya meyakini perubahan itu dapat diwujudkan,” tambahnya.

Dalam paparannya, Karolus Banda Larantukan menjelaskan bahwa NTT memiliki karakteristik sebagai provinsi kepulauan dengan lebih dari 22 kabupaten dan kota serta kondisi geografis berupa lahan kering. Sebagian besar wilayah NTT mengalami musim kering hingga delapan bulan dalam setahun dan hanya sekitar empat bulan mengalami musim hujan. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas masyarakat, terutama di sektor pertanian.

Selain tantangan iklim, masyarakat NTT juga dihadapkan pada persoalan konektivitas logistik, keterbatasan infrastruktur dasar, serta akses modal yang masih rendah. Di sisi lain, NTT memiliki modal sosial yang kuat berupa adat istiadat dan budaya gotong royong yang di Flores Timur dikenal dengan istilah gemohing.

“Modal sosial yang paling besar di masyarakat NTT adalah adat dan gotong royong. Segala sesuatu dikerjakan bersama-sama tanpa memikirkan keuntungan finansial,” jelasnya.

Karolus juga menyoroti berbagai isu strategis di NTT, seperti kemiskinan dan stunting. Menurutnya, kedua isu tersebut masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan daerah, terutama karena penyebaran penduduk di wilayah kepulauan yang luas.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media melalui pendekatan pentahelix.

“Dibutuhkan jembatan antara teori akademik di ruang kelas dengan realitas empiris di lapangan. Kita memerlukan teori yang kontekstual dan mengakar pada persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam sesi tersebut, Karolus juga memperkenalkan berbagai inisiatif pemberdayaan yang dilakukan melalui Komunitas Taman Baca Hutan 46 Waibalun, sebuah komunitas literasi yang didirikannya di Larantuka, Flores Timur. Komunitas ini bergerak dalam pengembangan literasi, dokumentasi sejarah lokal, serta transformasi kearifan lokal sebagai upaya membangun kemandirian masyarakat.

Selain itu, ia menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki NTT, mulai dari model pertanian terintegrasi tanam jagung panen sapi, hingga potensi energi terbarukan berupa tenaga surya dan angin yang dinilai sangat besar untuk dikembangkan.

Karolus juga menawarkan sejumlah agenda riset kolaboratif yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi, di antaranya penelitian mengenai ekonomi desa dan BUMDes, intervensi stunting berbasis budaya, pengembangan pariwisata dan pertanian lokal, hingga harmonisasi antara hukum adat dan hukum positif.

Ia membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara FEB UNS dan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL), baik melalui penelitian bersama, magang tematik, KKN kolaboratif, maupun program pemberdayaan berbasis kearifan lokal.

Diakhir paparannya, Karolus menegaskan bahwa pembangunan desa di NTT tidak dapat hanya mengandalkan transfer teknologi, tetapi harus dibangun melalui dialog antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan lokal yang telah lama hidup di masyarakat.

“Sinergi pembangunan desa di NTT bukan sekadar transfer teknologi, melainkan dialog antara ilmu pengetahuan modern dan kearifan yang telah menjaga tanah ini selama berabad-abad,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro mengapresiasi terselenggaranya sharing session yang mengangkat tema-tema lokal dalam pembangunan desa. Menurutnya, diskusi semacam ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dan dapat dikembangkan menjadi serial kajian lintas daerah.

“Tema-tema lokal seperti ini penting dikembangkan agar mahasiswa tidak hanya memahami isu ekonomi yang berkaitan dengan perbankan dan keuangan, tetapi juga persoalan sosial dan potensi lokal di masyarakat,” ujarnya.

Prof. Bhimo juga menyampaikan terima kasih kepada narasumber, Laboratorium Bina Desa, serta seluruh peserta yang hadir dan berharap konsistensi dalam membangun ruang diskusi dan kolaborasi terus terjaga.

Versi ini tetap sesuai dengan narasi asli, tetapi lebih ringkas dan cocok dimasukkan ke dalam press release website fakultas.

Melalui kegiatan ini, Laboratorium Bina Desa FEB UNS berharap dapat memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan komunitas lokal untuk menghasilkan riset dan program pemberdayaan yang lebih kontekstual serta berdampak bagi pembangunan desa di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Artikel Lab Bina Desa FEB UNS Bahas Potensi Kolaborasi Pembangunan Desa Berbasis Kearifan Lokal di NTT pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Sharing Session Laboratorium Bina Desa FEB UNS Angkat Potensi Pemberdayaan Desa Penghasil Kopi Tuni Maluku https://feb.uns.ac.id/feb/sharing-session-laboratorium-bina-desa-feb-uns-angkat-potensi-pemberdayaan-desa-penghasil-kopi-tuni-maluku/ Wed, 01 Jul 2026 07:39:34 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41703 Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sharing Session bertajuk “Pemberdayaan Desa Penghasil Kopi Tuni di Maluku: Sinergi Praktisi dan Akademisi Berbasis Kearifan Lokal” […]

Artikel Sharing Session Laboratorium Bina Desa FEB UNS Angkat Potensi Pemberdayaan Desa Penghasil Kopi Tuni Maluku pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sharing Session bertajuk “Pemberdayaan Desa Penghasil Kopi Tuni di Maluku: Sinergi Praktisi dan Akademisi Berbasis Kearifan Lokal” secara daring melalui Zoom Meeting  Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Pembina Yayasan Kopi Maluku sekaligus Ketua Pengawas Koperasi Produsen Seribu Negeri Kopi Maluku, Yulius Wibowo, dan Ketua Pengurus Koperasi Produsen Seribu Negeri Kopi Maluku, Andre W.A. Sopolatu.

Kepala Laboratorium Bina Desa FEB UNS, Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian diskusi yang diselenggarakan Laboratorium Bina Desa dan Research Group (RG) Ekonomi Kerakyatan FEB UNS untuk mengangkat potensi ekonomi lokal di berbagai daerah di Indonesia, khususnya kawasan timur Indonesia.

Dalam pengantarnya, Yogi memaparkan hasil kajian awal mengenai sejarah dan potensi ekonomi kopi di Maluku. Menurutnya, kopi tuni merupakan komoditas bersejarah yang telah dibudidayakan di Maluku sejak abad ke-17 dan memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Nilai ekspor kopi cukup tinggi, namun masyarakat di Maluku masih menangkap sebagian kecil dari nilai rantai pasok tersebut. Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Pada sesi materi, Yulius Wibowo mengisahkan bahwa ketertarikannya terhadap kopi tuni bermula ketika ia mencoba kopi asal Maluku dan menemukan cita rasa yang unik. Pengalamannya berkeliling di berbagai wilayah Maluku membuatnya meyakini bahwa kopi tuni merupakan tanaman endemik yang telah lama tumbuh dan dikenal oleh masyarakat setempat.

Ia menjelaskan bahwa kopi tuni memiliki karakteristik yang khas karena setiap kampung menghasilkan cita rasa yang berbeda. Keunikan tersebut dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan pola tanam berbasis agroforestri dengan tanaman pendamping seperti durian, cengkeh, maupun kakao.

“Tidak ada dua kampung yang memiliki cita rasa kopi yang sama. Kami ingin setiap negeri memiliki kebanggaan terhadap kopi yang ditanam di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Yulius, rendahnya harga kopi di tingkat petani pada masa lalu menyebabkan kopi tuni hampir punah karena banyak petani beralih ke komoditas lain. Kondisi tersebut mendorong lahirnya Yayasan Kopi Maluku pada tahun 2018 yang kemudian menyusun grand design pengembangan kopi tuni dari hulu hingga hilir, termasuk pembentukan Koperasi Produsen Seribu Negeri Kopi Maluku.

Selain itu, Yayasan Kopi Maluku juga tengah mempersiapkan pendirian Sekolah Kopi Maluku sebagai wadah pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi para petani kopi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Koperasi Produsen Seribu Negeri Kopi Maluku, Andre W.A. Sopolatu, menjelaskan bahwa koperasi dibentuk untuk menciptakan tata kelola yang lebih berkeadilan bagi petani. Melalui pendampingan dan sistem pembelian yang lebih baik, harga kopi yang diterima petani mengalami peningkatan signifikan.

“Dalam sistem koperasi, kami mengutamakan keadilan bagi anggota dan mendorong petani untuk terus membudidayakan kembali kopi tuni di Maluku,” jelasnya.

Ia menambahkan, koperasi juga memberikan edukasi kepada petani mengenai teknik budidaya, panen, hingga pascapanen agar kualitas kopi yang dihasilkan semakin baik. Pendampingan dilakukan melalui jaringan koordinator di berbagai wilayah di Maluku, termasuk daerah pegunungan dan kepulauan.

Menurut Andre, kopi tuni Maluku saat ini tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga telah diperkenalkan di pasar internasional. Pada tahun 2021, kopi tuni hadir dalam festival kopi di Athena, Yunani, dan kini telah dipasarkan ke sejumlah negara, seperti Belanda, Amerika Serikat, Swiss, Jepang, dan Korea Selatan.

Meski demikian, keterbatasan bahan baku serta tantangan akses transportasi di wilayah kepulauan masih menjadi kendala dalam pengembangan kopi tuni Maluku.

Melalui kegiatan ini, Laboratorium Bina Desa FEB UNS berharap sinergi antara akademisi dan praktisi dapat terus diperkuat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal dan kearifan setempat, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola komoditas yang lebih berkeadilan bagi petani.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Artikel Sharing Session Laboratorium Bina Desa FEB UNS Angkat Potensi Pemberdayaan Desa Penghasil Kopi Tuni Maluku pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Lab Bina Desa FEB UNS Hadirkan Praktisi PLN, Diskusikan Peluang Pengembangan Desa Berbasis Energi https://feb.uns.ac.id/feb/lab-bina-desa-feb-uns-hadirkan-praktisi-pln-diskusikan-peluang-pengembangan-desa-berbasis-energi/ Mon, 22 Jun 2026 10:12:17 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41529 Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Future Energy Synergy: Transformasi Desa melalui Sinergi Praktisi K3 PLN dan Lab Bina […]

Artikel Lab Bina Desa FEB UNS Hadirkan Praktisi PLN, Diskusikan Peluang Pengembangan Desa Berbasis Energi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Sharing Session bertajuk “Future Energy Synergy: Transformasi Desa melalui Sinergi Praktisi K3 PLN dan Lab Bina Desa FEB UNS” secara daring, Jumat 19 Juni 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Luky Handianto Adi Pamungkas, S.E., M.M., Senior Officer K3 PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur (UIT JBM), sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Luky menjelaskan bahwa sektor energi memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masyarakat. PLN UIT JBM saat ini mengelola lebih dari 8.329 kilometer jaringan transmisi dan 173 gardu induk yang menjadi tulang punggung pasokan listrik bagi wilayah Jawa dan Bali. Infrastruktur tersebut menopang berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari sektor industri hingga masyarakat pedesaan.

Ia juga memaparkan tren pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Bali yang terus meningkat. Kondisi ini menunjukkan bahwa energi tidak hanya menjadi kebutuhan dasar, tetapi juga faktor penting dalam mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami berbagai peluang kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi, khususnya dalam menghubungkan kompetensi mahasiswa FEB UNS dengan kebutuhan sektor energi. Salah satu fokus yang dibahas adalah peran lulusan bidang manajemen, akuntansi, dan ekonomi pembangunan dalam mendukung pengelolaan BUMDes, efisiensi energi, hingga transformasi ekonomi desa yang berkelanjutan.

Luky menekankan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di desa melalui peningkatan literasi energi, pengembangan inovasi BUMDes berbasis layanan digital, serta penguatan ekonomi kreatif yang memanfaatkan akses listrik secara optimal. Selain itu, mahasiswa juga dapat berperan dalam mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan ketenagalistrikan dan pentingnya penggunaan listrik secara legal.

Dalam sesi diskusi, dibahas pula pentingnya penyesuaian kurikulum perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan industri. Kompetensi yang relevan dengan perkembangan Industri 4.0, seperti digital business ketenagalistrikan, manajemen aset transmisi, serta sustainability dan ESG reporting, dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan di masa depan.

Lebih lanjut, narasumber menawarkan peluang kerja sama antara PLN dan FEB UNS melalui riset bersama, mulai dari kajian dampak ekonomi stabilitas energi terhadap UMKM desa, evaluasi program CSR berbasis SDGs, hingga pengembangan konsep “Desa Energi Digital”. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan publikasi ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Laboratorium Bina Desa FEB UNS juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat inkubasi pengembangan masyarakat desa melalui penguatan keterampilan teknis, literasi keuangan, dan tanggung jawab sosial. Sinergi dengan praktisi PLN diharapkan dapat memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan transformasi desa yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan yang tidak hanya memahami aspek ekonomi, tetapi juga memiliki wawasan mengenai ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Keterkaitan dengan SDGs: Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi mahasiswa, SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui peningkatan literasi dan akses energi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan ekonomi desa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Artikel Lab Bina Desa FEB UNS Hadirkan Praktisi PLN, Diskusikan Peluang Pengembangan Desa Berbasis Energi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Bina Desa FEB UNS Bekali Mahasiswa dengan Strategic Marketing Tools untuk Pengembangan Ekonomi Desa https://feb.uns.ac.id/feb/laboratorium-bina-desa-feb-uns-bekali-mahasiswa-dengan-strategic-marketing-tools-untuk-pengembangan-ekonomi-desa/ Thu, 18 Jun 2026 08:23:09 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41494 Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan penguatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha melalui pelatihan bertajuk Strategic Marketing Tools for Rural-Based […]

Artikel Laboratorium Bina Desa FEB UNS Bekali Mahasiswa dengan Strategic Marketing Tools untuk Pengembangan Ekonomi Desa pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan penguatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha melalui pelatihan bertajuk Strategic Marketing Tools for Rural-Based Enterprises: Membangun Daya Saing Ekonomi Desa Berbasis Inovasi dan Kolaborasi, Rabu 17 Juni 2026 secara daring.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa FEB UNS, menghadirkan Wisnu Adi Saputro, Area Sales Manager PT. Gawih Jaya Surabaya sebagai narasumber utama.

Kepala Laboratorium Bina Desa FEB UNS, Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program yang terus dikembangkan oleh Laboratorium Bina Desa untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan berbagai mitra eksternal.

“Acara ini merupakan salah satu seri kegiatan Laboratorium Bina Desa. Besok kami juga akan melaksanakan kegiatan bersama rekan-rekan dari HRD Klinik Pratama Sukoharjo, dan pada kesempatan berikutnya akan berkolaborasi dengan PLN. Kami berupaya agar layanan Laboratorium Bina Desa, baik kepada internal maupun eksternal, dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.

Yogi menambahkan bahwa kolaborasi yang dibangun tidak hanya sebatas kegiatan pelatihan, tetapi juga diarahkan pada pengembangan kerja sama yang lebih luas. Salah satunya adalah membuka peluang magang bagi mahasiswa serta menghadirkan praktisi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan langsung kepada sivitas akademika.

“Ke depan, ketika terdapat peluang dari mitra seperti PT Gawihjaya atau perusahaan lainnya, mahasiswa dapat memperoleh kesempatan magang. Sebaliknya, para praktisi juga dapat mengisi berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Bahkan, berbagai tantangan dan keresahan yang dihadapi perusahaan dapat menjadi ruang kolaborasi yang bisa kami respons melalui kajian, pendampingan, maupun program-program pengabdian,” jelasnya.

Dalam sesi pelatihan, Wisnu Adi Saputro membagikan berbagai strategi pemasaran yang relevan untuk meningkatkan daya saing usaha berbasis desa di tengah perkembangan ekonomi dan transformasi digital. Ia menekankan pentingnya memahami potensi lokal sebagai dasar dalam merancang strategi pemasaran yang efektif.

Materi yang disampaikan mencakup analisis potensi dan segmentasi pasar desa melalui pendekatan SWOT dan Value Proposition Canvas (VPC), strategi marketing mix (4P), penguatan branding produk lokal, hingga pemanfaatan berbagai platform digital sebagai sarana pemasaran yang efisien dan terjangkau.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada penggunaan berbagai digital tools seperti WhatsApp Business, Instagram, TikTok, Canva, dan marketplace untuk mendukung promosi dan perluasan pasar produk desa. Melalui berbagai contoh praktik dan studi kasus, mahasiswa diajak memahami bagaimana teknologi digital dapat menjadi jembatan antara potensi lokal dan pasar yang lebih luas.

Wisnu juga menyoroti pentingnya membangun jejaring dan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekonomi desa.

Menurutnya, keberhasilan usaha desa tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“Ekonomi desa tidak dapat berdiri sendiri. Jejaring bisnis sangat penting untuk akses pasar, teknologi, dan dana. Prinsipnya adalah bersama lebih berdaya, terangnya.

Menutup sesi pelatihan, Wisnu menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa memerlukan komitmen bersama yang bertumpu pada inovasi dan kolaborasi.

Ia menyampaikan bahwa “Ekonomi desa yang tangguh dan mandiri dapat dibangun dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan.”

Melalui kegiatan ini, Laboratorium Bina Desa FEB UNS terus menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kolaboratif antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat guna mendorong penguatan ekonomi desa yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4, 8, dan 17 melalui peningkatan kapasitas mahasiswa, penguatan ekonomi lokal, dan kolaborasi multipihak dalam pembangunan desa berkelanjutan.

 

Artikel Laboratorium Bina Desa FEB UNS Bekali Mahasiswa dengan Strategic Marketing Tools untuk Pengembangan Ekonomi Desa pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Sosialisasikan Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium 2026 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024 https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-sosialisasikan-pelatihan-dan-sertifikasi-laboratorium-2026-bagi-mahasiswa-angkatan-2022-2024/ Thu, 12 Mar 2026 06:47:08 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40700 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan Sosialisasi Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium FEB UNS Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting,  Senin (9/3/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi […]

Artikel FEB UNS Sosialisasikan Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium 2026 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan Sosialisasi Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium FEB UNS Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting,  Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa FEB UNS, khususnya angkatan 2022, 2023, dan 2024, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program pelatihan berbasis laboratorium.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai program pelatihan laboratorium yang dirancang untuk menunjang kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa FEB UNS perlu memiliki tiga komponen keterampilan utama, yaitu academic skills, generic skills, dan technical skills.

Menurutnya, keterampilan teknis atau technical skills menjadi salah satu aspek penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan spesifik dalam menjalankan pekerjaan di bidang tertentu, seperti ekspor-impor, logistik, pasar modal, maupun kewirausahaan.

“Sosialisasi ini bertujuan agar mahasiswa memahami bahwa selain menyelesaikan berbagai mata kuliah, mereka juga perlu mengikuti kegiatan pelatihan yang setara dengan 5 SKS sebagai bagian dari penguatan kompetensi sebelum lulus,” jelasnya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing kepala laboratorium mengenai rencana pelatihan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Laboratorium yang ada di FEB di antaranya Laboratorium Financial Technology, Laboratorium Ekspor-Impor, Laboratorum Logistik dan Pasar Modal, Laboratorum Simulasi Kewirausahaan, Laboratorium Perpajakan, Laboratorium Project Based Learning, dan Laboratorium Bina Desa, Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu.

Di sesi selanjutnya, kepala laboratorium menjelaskan jenis pelatihan, materi yang akan diberikan, serta manfaat yang dapat diperoleh mahasiswa melalui program tersebut.

Selain pelatihan, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan kompetensi yang diperoleh melalui sertifikasi profesi yang difasilitasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Sebelas Maret (LSP UNS). Sertifikasi ini memberikan pengakuan formal atas kompetensi yang dimiliki mahasiswa sehingga dapat menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, FEB UNS berharap mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai program pelatihan dan sertifikasi yang tersedia untuk meningkatkan keterampilan praktis, memperkuat kesiapan menghadapi dunia profesional, serta mendukung pengembangan kompetensi sejak di bangku kuliah.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis keterampilan, serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mempersiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja.

Artikel FEB UNS Sosialisasikan Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium 2026 bagi Mahasiswa Angkatan 2022–2024 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Lab Bina Desa FEB UNS Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan: Bantuan Modal serta Pembiayaan https://feb.uns.ac.id/feb/lab-bina-desa-feb-uns-gelar-pelatihan-manajemen-bisnis-dan-keuangan-bantuan-modal-serta-pembiayaan/ Fri, 17 Oct 2025 16:12:52 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38605 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan dengan topik “Bantuan Modal serta Pembiayaan”. Kegiatan ini merupakan inisiatif Laboratorium Bina Desa […]

Artikel Lab Bina Desa FEB UNS Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan: Bantuan Modal serta Pembiayaan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan dengan topik “Bantuan Modal serta Pembiayaan”.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Laboratorium Bina Desa FEB UNS yang diketuai oleh Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D, dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Hadir sebagai narasumber, Bagus Hendri Setiawan, PJ Regional Office Bank BTN Head Kantor Wilayah Sulawesi Maluku Papua, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Riset FEB UNS menyampaikan bahwa pelatihan ini penting untuk membekali mahasiswa serta masyarakat desa dalam memahami akses pembiayaan dan bantuan modal.

“Kegiatan Lab Bina Desa ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang sektor perbankan, tetapi juga mampu mendukung masyarakat desa agar lebih sejahtera melalui penguatan kegiatan perekonomian,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemahaman tentang pembiayaan modal akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, baik untuk berkarir di sektor keuangan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Sebagai narasumber, Bagus Hendri Setiawan membagikan pengalaman praktisnya dari sudut pandang perbankan, khususnya dalam mendukung sektor UMKM di Indonesia.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perbankan memiliki peran penting sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan dana masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan kepada sektor-sektor produktif, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bagus menjabarkan materi pelatihan melalui empat pokok pembahasan yang saling berkaitan.

Pertama, ia memberikan gambaran umum mengenai kondisi UMKM di Indonesia, termasuk kontribusinya yang mencapai 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta perannya sebagai tulang punggung perekonomian.

Kedua, ia menjelaskan peran BTN dalam pemberdayaan UMKM, terutama melalui program Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijalankan bersama kementerian terkait.

Selanjutnya, ia memaparkan inovasi dan transformasi digital BTN yang menghadirkan efisiensi layanan perbankan melalui teknologi Decision Engine dan berbagai solusi digital untuk pelaku usaha.

Terakhir, ia menekankan pentingnya laporan keuangan bagi UMKM sebagai instrumen utama dalam mengukur kinerja dan kesehatan bisnis, mencakup laporan laba rugi, posisi keuangan, dan catatan keuangan.

Menurut Bagus, pertumbuhan kewirausahaan menjadi indikator penting kemajuan suatu negara.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sektor swasta, terutama UMKM, memiliki peran besar dalam menopang perekonomian nasional. Oleh karena itu, perbankan hadir untuk memperluas akses pembiayaan, pendampingan, dan literasi keuangan,” ujarnya.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNS untuk memperkuat kapasitas mahasiswa dan masyarakat desa dalam pengelolaan bisnis dan keuangan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami bagaimana perbankan mendukung pembiayaan usaha serta mengelola laporan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan Lab Bina Desa FEB UNS ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui peningkatan literasi keuangan, akses permodalan, dan transformasi digital, kegiatan ini turut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi inklusif dan berdaya saing bagi masyarakat desa dan generasi muda.

Artikel Lab Bina Desa FEB UNS Gelar Pelatihan Manajemen Bisnis dan Keuangan: Bantuan Modal serta Pembiayaan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT https://feb.uns.ac.id/feb/perkuat-peran-mahasiswa-dalam-pembangunan-desa-lab-bina-desa-feb-uns-gandeng-kemendes-pdtt/ Mon, 06 Oct 2025 05:46:38 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38301 Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengumpulan dan Verifikasi Data pada Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal […]

Artikel Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengumpulan dan Verifikasi Data pada Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Rabu, 24 September 2025.

Acara yang berlangsung secara hybrid di Aula Lantai 5 Gedung Soedarah Soepono FEB UNS dan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber utama Dr. Dwi Rudi Hartoyo, S.Sos., M.Si., Direktur Advokasi & Kerjasama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT.

Workshop ini dibuka dengan sambutan oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS.

Dalam arahannya, Prof. Tri menekankan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan baru terkait survei dan pengelolaan data desa. Ia juga mengapresiasi inisiasi kerja sama antara Lab Bina Desa dan Kemendes dalam mengkaji berbagai isu riset dan kebijakan desa.

“Proyek pembangunan di Indonesia saat ini memang diarahkan untuk memberdayakan desa agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, mahasiswa perlu menguasai keterampilan yang berkaitan dengan pembangunan desa agar dapat berkontribusi nyata setelah lulus,” ujarnya.

Kepala Lab Bina Desa, Dr. Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D., menambahkan bahwa kerja sama dengan Kemendes bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pembangunan desa dengan bekal sertifikasi, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi lulusan untuk berkiprah di bidang pembangunan perdesaan.

Dalam pemaparan materinya, Dr. Dwi Rudi Hartoyo menguraikan arah kebijakan pembangunan kawasan perdesaan sesuai RPJMN 2025–2029.

Pembangunan desa ke depan menekankan transformasi ekonomi, sosial, dan ekologi desa berbasis potensi lokal, dengan strategi utama berupa penyediaan layanan dasar dan infrastruktur, penguatan kapasitas SDM dan tata kelola digital, transformasi ekonomi lokal melalui pertanian, pariwisata, dan BUMDes, serta pengembangan kawasan tematik berbasis keterhubungan desa–kota.

Lebih lanjut, Dr. Dwi Rudi menekankan pentingnya pendekatan kolaborasi antar-desa untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kabupaten. Dengan demikian, pembangunan desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus menjaga ketahanan sosial dan ekologi.

Melalui workshop ini, Lab Bina Desa FEB UNS berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan perdesaan yang berkelanjutan serta menyiapkan mahasiswa untuk menjadi bagian dari penggerak pembangunan desa di masa depan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education) dan tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam pembangunan berbasis potensi lokal.

Artikel Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Mahasiswa dengan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-fasilitasi-pengembangan-keterampilan-mahasiswa-dengan-pelatihan-dan-sertifikasi-kompetensi/ Thu, 18 Sep 2025 04:37:07 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=37825 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sosialisasi Program Pelatihan dan Sertifikasi yang ditawarkan oleh masing-masing laboratorium di lingkungan FEB UNS. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui […]

Artikel FEB UNS Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Mahasiswa dengan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sosialisasi Program Pelatihan dan Sertifikasi yang ditawarkan oleh masing-masing laboratorium di lingkungan FEB UNS.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Angkatan 2022, 2023, dan 2024, Rabu 17 September 2025.

Dalam paparan pembuka, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. mengutip sejumlah hasil survei dan pemberitaan yang menyoroti tantangan besar di pasar tenaga kerja Indonesia. Pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia masih didominasi oleh kuantitas tanpa diikuti peningkatan kualitas, sehingga banyak pencari kerja mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.

Survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja nasional melemah, dengan sekitar 44 juta pemuda yang mengalami kesulitan masuk ke dunia kerja akibat ketidaksesuaian keterampilan dengan tuntutan pasar. Fenomena ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kompetensi yang relevan dan berdaya saing.

“Kami berupaya keras untuk memberikan beragam kegiatan pelatihan di luar proses belajar mengajar yang dapat memperkuat keterampilan mahasiswa. Hal ini sangat penting mengingat tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Sertifikasi pelatihan juga sebagai syarat untuk mengikuti ujian skripsi, mahasiswa wajib mengikuti salah satu atau salah dua atau bahkan mengikut semua, tergantung pada ketertarikan teman-teman bidang apa yang Teman-Teman mahasiswa tertarik untuk mengeksplor lebih lanjut” ujar Prof. Tri.

Prof. Tri menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini dapat memberikan informasi yang lengkap kepada mahasiswa, sehingga partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan pelatihan dan sertifikasi semakin meningkat dan berkualitas.

Lebih lanjut, Prof. Tri menyampaikan, saat ini, terdapat sembilan laboratorium aktif di FEB UNS yang menawarkan berbagai pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), antara lain: Laboratorium Ekspor Impor (Ketua: Arif Rahman Hakim, SE., M.Ec.Dev., Ph.D); Laboratorium Perpajakan (Ketua: Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, SE., MM); Laboratorium Simulasi Kewirausahaan (Ketua: Miftachul Ma’Arif, SEI., MM., LSS,Cp.); Laboratorium Financial Technology (Fintech) (Ketua: Wahyu Trinarningsih, SE., MM., MA); Laboratorium Logistik dan Pasar Modal atau Investasi (Ketua: Arif Lukman Santoso, SE., MM., M.Pro., Ak); Laboratorium Project Based Learning (Ketua: Siti Khoiriyah, SE., M.Si); Laboratorium Teknologi Informasi (Ketua: Mulyadi, SE., M.Ec.Dev); Laboratorium Bina Desa (Ketua: Yogi Pasca Pratama, SE., ME., Ph.D) serta Laboratorium Fiscal Corner (Ketua: Dr. Mulyanto, M.E).

Setiap laboratorium menyediakan pelatihan dan sertifikasi yang menjadi salah satu syarat wajib bagi mahasiswa dalam mengikuti ujian tugas akhir atau skripsi. Sertifikasi kompetensi ini berlaku selama tiga tahun dan diakui secara nasional oleh BNSP, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing mahasiswa di pasar kerja.

“Kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini bukan hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan mahasiswa dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan yang berkualitas,” tutup Prof. Tri.

Mahasiswa dapat mengakses informasi lebih lengkap mengenai jadwal, jenis pelatihan, serta prosedur pendaftaran melalui website resmi FEB UNS.

Sementara itu, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa semester 7 diwajibkan mengikuti Pre Job Training (PJT) sebagai bagian dari program pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menginformasikan adanya kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait materi Green Jobs Skills for Impact.

Green Jobs bukan sekadar pekerjaan yang ramah lingkungan, tetapi juga pekerjaan yang memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi, dan ekologis. Konsep ini mengintegrasikan ketenagakerjaan, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi dalam satu kerangka.

“Pelatihan Green Jobs sangat penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja, membuka akses peluang kerja baru, mengembangkan kompetensi lintas disiplin, membangun kredibilitas profesional, serta memberi kesempatan berwirausaha,” ungkapnya.

Sesi berikutnya adalah paparan dari para kepala laboratorium FEB UNS. Pada sesi ini, masing-masing kepala laboratorium menjelaskan secara detail berbagai macam pelatihan dan sertifikasi yang ditawarkan kepada mahasiswa berikut dengan jadwal pelaksanaannya, sehingga mereka dapat memilih program yang paling sesuai dengan minat dan kebutuhan pengembangan keterampilan mereka.

Program Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium FEB UNS ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan peningkatan keterampilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, dengan penekanan pada pelatihan Green Jobs dan pemberdayaan desa, program ini turut mendukung SDGs nomor 8, Decent Work and Economic Growth, serta SDGs nomor 11, Sustainable Cities and Communities, melalui pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Artikel FEB UNS Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Mahasiswa dengan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>