01 Nov 2026

BEM FEB Adakan Bincang-Bincang Fakultas, Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi

Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi merupakan tema yang diangkat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di audiensi yang dikemas dalam Bincang-Bincang Fakultas (BBF), Kamis 31 Oktober 2024 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

Kegiatan yang diikuti oleh Dekanat, Kepala Program Studi S-1, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian. Tendik Kemahasiswaan dan Perwakilan Organisasi Kemahasiswaan FEB merupakan sarana untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa FEB kepada pimpinan fakultas.

Evaluasi BEM yang disampaikan melalui Bincang-Bincang Fakultas sangat diperlukan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan mahasiswa FEB UNS dan menjadi pertimbangan Dekanat dalam menentukan arah kebijakan di FEB UNS.

Sebelum mengadakan audiensi, BEM telah melakukan survei kepuasan pelayanan terhadap empat aspek yaitu aspek layanan akademik, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, dan keuangan.

Survei telah dilaksanakan pada tanggal 29 September – 13 Oktober 2024 melalui Google Form  dengan jumlah responden sebanyak 126 mahasiswa FEB UNS dengan metode Simple Random Sampling dari seluruh mahasiswa FEB UNS.

Surya Azhar, Ketua BEM dalam sambutannnya menyampaikan Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi merupakan tema besar yang diangkat di BBF kedua di tahun ini.

Hal ini dikarenakan ada kepentingan-kepentingan yang harus disampaikan mahasiswa ke pihak dekanat atau program studi sehingga dapat terlaksana sinkronisasi serta sinergitas mahasiswa dan fakultas. Sinergitas yang terjalin akan membawa kenyamanan dalam menjalankan aktifitas di FEB.

“BBF ini menjadi sebuah ajang untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran teman-teman  atau apa saja yang diperlukan sehingga harapannya mahasiswa dapat turut serta aktif menyampaikan pendapat kepada pihak fakultas” ungkapnya.

Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni mengapresiasi kegiatan BBF yang diinisiasi oleh BEM karena pimpinan fakultas juga memerlukan masukan dari mahasiswa.

Diharapkan sebelum survei dilakukan, BEM bisa konsultasi terlebih dahulu kepada pimpinan agar hasil survei benar-benar mewakili seluruh aspirasi dari mahasiswa FEB. BBF juga bisa dilaksanakan sore hari agar lebih banyak mahasiswa yang tergabung di BBF ini.

Sementara itu, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, usai menjawab beberapa hasil survei, berpesan kepada mahasiswa dalam hal penyampaian aspirasi.

“Mahasiswa memang harus speak up, tapi ketika menyampaikan aspirasi harus dengan santun, etis, dengan kalimat yang baik.  Mahasiswa itu kepalanya harus dingin, ketika menyikapi masalah harus menggunakan batas-batasan etika yang baik, carikan solusi. Kalian harus bisa menjaga marwah Anda sebagai mahasiswa. Bukan dalam arti mengkritik itu harus marah-marah atau emosi ya” katanya menasihati.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai kaum intelektual, maka jika mengkritik dengan cara yang intelektual , misalnya dengan membuat riset atau membuat tulisan di media-media yang memang pas, pasti aspirasinya didengar.

Kegiatan BBF berjalan lancar, mahasiswa berkesempatan untuk menyampaikan pendapat dan masukan serta langsung mendapatkan respon dan arahan dari pimpinan yang hadir.