21 Sep 2026

Prodi Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Gelar Kuliah Umum Keuangan Syariah, Hadirkan Pakar dari Universiti Sains Islam Malaysia

Program Studi Ekonomi Islam (EKUIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kuliah umum internasional bertajuk “Islamic Finance in Malaysia: Development, Trends and Career Opportunities” pada Kamis (17/9/2026) di Aula Konimex Lt. 3 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

Agenda akademik ini diselenggarakan khusus untuk memberikan pembekalan wawasan global bagi 55 mahasiswa baru yang menjadi angkatan pertama di prodi tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan pakar keuangan syariah dari Faculty of Economics and Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Dr. Nazratul Aina Mohamad Anwar, sebagai narasumber utama. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran dosen pengajar Prodi EKUIS FEB UNS.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi EKUIS FEB , Arif Rahman Hakim, S.E.,M.Ec.Dev.,Ph.D.,MCE menyampaikan terima kasih atas kesediaan Dr. Aina membagikan ilmu serta pengalaman mengenai perkembangan keuangan syariah di Malaysia.

Sambutan tersebut sekaligus menegaskan komitmen prodi dalam membina mahasiswa baru sejak awal perkuliahan.

“Ini adalah mahasiswa angkatan pertama kami, ada kurang lebih 55 mahasiswa yang kami terima pada tahun ini. Kedatangan Dr. Aina diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada teman-teman mahasiswa mengenai perkembangan, tren, hingga tantangan ekonomi dan keuangan Islam di Malaysia,” ujar Kaprodi EKUIS di hadapan peserta.

Memasuki sesi pemaparan materi, Dr. Nazratul Aina Mohamad Anwar menjelaskan sejarah panjang pembentukan ekosistem keuangan syariah di Malaysia yang dibangun secara terstruktur hingga mampu bersanding sejalan dengan sistem keuangan konvensional. Ia memaparkan bahwa rekam jejak tersebut dimulai dari era fondasi pada tahun 1960-an hingga 1980-an yang ditandai dengan pendirian Lembaga Tabung Haji pada 1963, dilanjutkan dengan pengesahan Islamic Banking Act (IBA) serta lahirnya Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) pada 1983, hingga hadirnya Takaful Act pada 1984.

Perkembangan tersebut kemudian memasuki fase ekspansi dan integrasi pasar global pada kurun 1990-an hingga 2000-an. Pada periode ini, Malaysia meluncurkan Islamic Inter-bank Money Market (IIMM) pada 1994, memperkuat pengawasan pasar modal syariah melalui Securities Commission, dan berhasil mengukuhkan diri sebagai pusat penerbitan Sukuk negara (sovereign) maupun korporasi terbesar di tingkat internasional.

Memasuki era modern sejak tahun 2010 hingga saat ini, fokus industri keuangan syariah Malaysia telah bergeser dari sekadar maksimisasi keuntungan menuju orientasi dampak etis melalui kerangka Value-Based Intermediation (VBI). Dr. Aina menyoroti beberapa tren utama di era ini, seperti peloporan Green Sukuk yang berfokus pada pembiayaan ramah lingkungan, penguatan instrumen keuangan sosial Islam seperti Zakat dan Wakaf, serta adopsi Islamic FinTech dan perbankan digital murni. Seluruh ekosistem ini ditopang oleh kepastian hukum melalui Islamic Financial Services Act (IFSA 2013) dan otoritas mutlak Majlis Penasihat Syariah (Shariah Advisory Council) Bank Negara Malaysia.

Pesatnya pertumbuhan industri keuangan syariah tersebut, lanjut Dr. Aina, membuka bentang peluang karier yang sangat luas dan inklusif bagi para lulusan.

Peluang kerja tidak hanya terbatas di lembaga keuangan formal, seperti bank komersial syariah, bank investasi, syarikat takaful, dan pengurus unit amanah, tetapi juga merambah ke sektor teknologi finansial modern, mencakup platform Equity Crowdfunding (ECF), Digital Banking, hingga Digital Investment Platform.

Menutup pemaparannya, Dr. Aina menekankan pentingnya keseimbangan antara kapasitas akademik dan pembentukan karakter.

Mengutip pandangan Aristoteles dan pesan Ibn Qayyim al-Jawziyya, ia mengingatkan para mahasiswa baru bahwa selain penguasaan keilmuan, adab dan integritas merupakan kunci utama yang akan menentukan keberhasilan seorang penuntut ilmu di dunia profesional.

Melalui pembekalan ini, para mahasiswa baru EKUIS FEB UNS diharapkan memperoleh motivasi serta fondasi pemahaman yang kokoh dalam mengawali perjalanan akademik mereka.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembekalan wawasan global, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat penyiapan SDM terampil di bidang FinTech dan perbankan, SDG 12 & 13 (Konsumsi/Produksi Bertanggung Jawab dan Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengenalan Green Sukuk dan prinsip VBI, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik internasional UNS dan USIM.