02 Jun 2026

MESP FEB UNS Adakan Pelatihan Penerapan GIS, Perkuat Riset Ekonomi Pembangunan

Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan Penerapan Geographic Information System (GIS) dalam Riset Ekonomi, Rabu (13/5/2026) di Ruang Telekonferen  Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa MESP FEB UNS menghadirkan narasumber Dr. Fafurida, S.E., M.Sc.

Ketua Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS, Suryanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan workshop lanjutan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pendekatan spasial dalam penelitian ekonomi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran kembali Dr. Fafurida di lingkungan FEB UNS untuk berbagi pengalaman dan wawasan terkait penelitian spasial.

“Terima kasih, selamat datang kembali ke kampus UNS. Dulu pernah memberikan materi GIS dan sekarang kembali lagi ke kampus untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa,” katanya.

Menurut Prof. Suryanto, Program MESP FEB UNS ingin mendorong pengembangan metode penelitian yang tidak hanya berfokus pada pendekatan ekonometrika konvensional, tetapi juga memanfaatkan pendekatan spasial yang semakin relevan dalam kajian pembangunan wilayah.

“Di Prodi MESP, kami ingin kegiatan penelitian tidak hanya terkait alat analisis tradisional seperti ekonometrika. Pendekatan-pendekatan spasial juga perlu dipelajari karena memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam melihat fenomena pembangunan,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian maupun artikel ilmiah yang berkualitas dan berpotensi dipublikasikan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap mahasiswa bisa memperoleh tips dan trik dalam membuat penelitian dan artikel ilmiah yang baik, termasuk memahami peluang publikasi hasil riset,” tambahnya.

Dalam materi pelatihan, Dr. Fafurida menyampaikan materi terkait pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dalam penelitian ekonomi pembangunan, mulai dari konsep dasar GIS, data spasial, teknik analisis spasial, hingga integrasi GIS dengan ekonometrika spasial.

Dijelaskan bahwa pembangunan pada dasarnya merupakan fenomena yang berdimensi ruang sehingga analisis ekonomi memerlukan perspektif spasial agar dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Ia menekankan bahwa ketimpangan pembangunan, aksesibilitas layanan publik, hingga konsentrasi aktivitas ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan lokasi geografis suatu wilayah.

Materi juga membahas berbagai teknik analisis spasial seperti spatial autocorrelation, kernel density estimation (KDE), overlay analysis, buffer analysis, hingga network analysis yang dapat digunakan untuk penelitian kemiskinan, ketimpangan regional, aksesibilitas infrastruktur, pengembangan desa wisata, hingga konsentrasi UMKM.

Selain pemaparan konsep, peserta juga diperkenalkan pada berbagai studi kasus penerapan GIS dalam ekonomi pembangunan, seperti pemetaan desa wisata, analisis klaster pariwisata, perencanaan pembangunan wilayah, hingga pemetaan prioritas pembangunan berbasis aksesibilitas dan indikator ekonomi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MESP FEB UNS dalam meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa melalui pendekatan multidisipliner dan berbasis data spasial, sekaligus mendukung pengembangan riset yang lebih aplikatif bagi perumusan kebijakan pembangunan wilayah.

Pelatihan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 9 tentang inovasi dan infrastruktur, serta poin 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan.