Laboratorium Fintech FEB UNS Gelar Pelatihan Digital Banking Bertema Perbankan Syariah Digital
Laboratorium Financial Technology (Fintech) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Pelatihan Digital Banking bertema Digitalisasi Layanan Perbankan Syariah: Solusi Cerdas untuk Masyarakat yang Lebih Sejahtera, Kamis, 10 Juli 2025 secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 20 mahasiswa FEB UNS dan menghadirkan narasumber spesial, Dewi Fairus, Business Development & Marketing Head OCBC Syariah.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai perkembangan layanan perbankan syariah berbasis digital serta tantangan dan peluang yang menyertainya.
Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS dalam sambutannya menegaskan pentingnya mahasiswa aktif memanfaatkan kesempatan belajar di luar ruang kelas, termasuk mengikuti pelatihan, workshop, dan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh berbagai laboratorium di lingkungan FEB UNS.
“Belajar di kelas saja tidak cukup. Menyelesaikan 145 SKS juga belum menjamin kesiapan menghadapi dunia kerja. Yang paling penting adalah pengalaman dan kompetensi yang diperoleh di luar ruang kuliah, salah satunya melalui kegiatan seperti ini,” ujar Prof. Tri.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan keberadaan delapan laboratorium di FEB UNS yang secara rutin mengadakan berbagai kegiatan pengembangan diri untuk mahasiswa. Laboratorium Fintech, salah satunya, aktif menyelenggarakan pelatihan, workshop, dan sertifikasi profesional yang mendukung karier mahasiswa di bidang keuangan digital.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Laboratorium Fintech, Ibu Wahyu Trinarningsih, serta panitia pelaksana atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi bekal nyata bagi mahasiswa dalam merintis karier di sektor keuangan, khususnya perbankan syariah digital. Saya titip kepada Bu Dewi agar dapat berbagi pengalaman terkait pengembangan produk perbankan syariah dan bagaimana bersaing di tengah maraknya inovasi produk perbankan saat ini” tambahnya.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat tambahan berupa sertifikat yang dapat digunakan sebagai salah satu syarat administratif untuk mendaftar ujian skripsi di FEB UNS.
Para mahasiswa diharapkan terus memantau informasi terkait pelatihan dan sertifikasi melalui media sosial resmi, website FEB UNS, serta leaflet digital yang dibagikan secara berkala.

“Lulusan FEB UNS harus memiliki nilai tambah, bukan hanya ijazah, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri,” pungkas Prof. Tri.
Pelatihan ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 8 tentang Decent Work and Economic Growth serta SDG 9 mengenai Industry, Innovation, and Infrastructure. Dengan mendorong digitalisasi layanan perbankan syariah, kegiatan ini mendukung peningkatan inklusi keuangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengembangan inovasi teknologi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan komitmen FEB UNS dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
