05 Mei 2026

FEB UNS Sambut Baik Kolaborasi Riset dengan HIPELKI untuk Penyusunan Whitepaper Industri Alat Kesehatan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) dalam rangka penjajakan kolaborasi penyusunan whitepaper kondisi bisnis alat kesehatan yang akan menjadi bahan masukan bagi Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Pertemuan berlangsung pada Kamis 22 Januari 2026 di Ruang Sidang Dekan FEB UNS dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi awal penguatan sinergi antara akademisi dan pemangku kepentingan industri.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan kesiapan FEB untuk terlibat dalam kolaborasi strategis.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pengembangan riset yang berdampak nyata.

Menurutnya, keterlibatan mitra dari asosiasi, industri, maupun pemerintah akan memperkuat kualitas luaran riset dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan rekognisi institusi di tingkat universitas.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Tri turut memperkenalkan sejumlah dosen dan pengelola di lingkungan FEB UNS yang berpotensi terlibat dalam kolaborasi.

Keberagaman kepakaran ini dinilai relevan untuk mendukung kajian komprehensif terkait ekosistem bisnis alat kesehatan.

Prof. Tri juga memaparkan kapasitas akademik FEB UNS yang mencakup program pendidikan jenjang sarjana, magister, hingga doktor di bidang Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Ekonomi.

Dari sisi penelitian, FEB UNS memiliki berbagai pusat kajian yang aktif melakukan riset terapan sesuai kebutuhan pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa fakultas terbuka untuk mendengar kebutuhan konkret dari HIPELKI agar kolaborasi riset yang terjalin dapat tepat sasaran dan memberi kontribusi kebijakan berbasis data.

Ketua Umum HIPELKI, dr. Randy H. Teguh, MM, menyampaikan bahwa penyusunan whitepaper ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan tantangan bisnis alat kesehatan nasional.

Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan fiskal dan dukungan pemerintah terhadap penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.

Audiensi ini menjadi langkah awal untuk menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra akademik dalam penyusunan kajian tersebut.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan ekosistem industri alat kesehatan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat dukungan riset berbasis inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, asosiasi, industri, dan pemerintah.