Dukung Produk Unggulan Daerah, Tim Pengabdian Laksanakan Pemberdayaan Industri Pengolahan Kopi Kabupaten Magelang Menuju Pasar Global
Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan Pemberdayaan Industri Pengolahan Kopi Sebagai Produk Unggulan di Kabupaten Magelang Menuju Pasar Global pada Jumat (12/6/2026) di Kopi Kahyangan Wonolelo, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Kegiatan ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Kegiatan merupakan hasil kolaborasi Tim Pengabdian Universitas Tidar, Universitas Sebelas Maret, Kopi Kahyangan Wonolelo, Kopi Kenteng Songo Wonolelo, dan Bapperida Kabupaten Magelang. Kolaborasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha industri pengolahan kopi agar mampu mengembangkan produk unggulan daerah yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.
Kabupaten Magelang memiliki potensi sebagai salah satu daerah penghasil kopi. Namun, pelaku usaha masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen usaha, pengembangan pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar. Melalui program pemberdayaan ini, tim pengabdian memberikan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendorong inovasi produk, memperkuat strategi pemasaran, serta membangun jejaring bisnis bagi mitra usaha.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi mengenai pengembangan industri kopi sebagai produk unggulan daerah. Peserta juga mengikuti diskusi mengenai peningkatan kualitas produk dan standar pasar, pendampingan strategi branding dan pemasaran digital, pembahasan peluang ekspor dan pengembangan pasar global, sesi tanya jawab bersama mitra, serta evaluasi kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta serta pelaku usaha kopi yang hadir. Melalui kegiatan ini, mitra memperoleh peningkatan pemahaman mengenai strategi pengembangan usaha kopi, standar kualitas produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, serta penguatan wawasan mengenai branding, pemasaran digital, dan pengembangan pasar global.
Selain meningkatkan kapasitas mitra, kegiatan ini juga mempererat komunikasi dan kerja sama antara perguruan tinggi dengan pelaku usaha kopi di Kabupaten Magelang. Sebagai tindak lanjut, disusun rencana pendampingan lanjutan untuk meningkatkan daya saing produk kopi Kabupaten Magelang.
Luaran kegiatan meliputi peningkatan kapasitas mitra usaha, pendampingan usaha produk unggulan daerah, dokumentasi dan publikasi kegiatan, serta rekomendasi pengembangan industri kopi menuju pasar global. Dalam sesi evaluasi, peserta turut menyampaikan berbagai masukan terkait kebutuhan pendampingan lanjutan, terutama pada aspek pemasaran digital, penguatan merek, sertifikasi produk, dan perluasan akses pasar.
Melalui kegiatan pemberdayaan ini, diharapkan industri pengolahan kopi di Kabupaten Magelang semakin siap menghadapi persaingan pasar yang lebih luas. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha, kualitas produk, serta mendukung kontribusi industri kopi lokal terhadap peningkatan perekonomian daerah.