s2_maksi Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s2_maksi/ Knowledge for Prosperity Wed, 18 Feb 2026 06:10:13 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png s2_maksi Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s2_maksi/ 32 32 Mempersiapkan Akuntan Masa Depan: Magister Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru dan Guest Lecture https://feb.uns.ac.id/feb/mempersiapkan-akuntan-masa-depan-magister-akuntansi-feb-uns-gelar-orientasi-mahasiswa-baru-dan-guest-lecture/ Wed, 18 Feb 2026 06:10:13 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40428 Program Studi Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru yang dibalut dengan Guest Lecture “Governance Professional serta Sharing Session […]

Artikel Mempersiapkan Akuntan Masa Depan: Magister Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru dan Guest Lecture pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru yang dibalut dengan Guest Lecture “Governance Professional serta Sharing Session with Alumni, Jumat 13 Februari 2026 di Ruang Telekonferen FEB UNS.

Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami arah akademik sekaligus peluang karier strategis di kancah internasional.

Acara dibuka oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Akuntansi, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D. Dalam sambutannya, Kaprodi menyampaikan apresiasi atas bergabungnya para mahasiswa baru dan menekankan bahwa kurikulum Maksi UNS dirancang untuk membentuk akuntan yang adaptif terhadap perubahan global.

Sesi utama menghadirkan pakar internasional, Dr. Nazratul Aina Mohamad Anwar dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam presentasinya yang dimoderasi oleh Muhammad Alif Nur Irvan, S.Ak., M.Acc., CPA, Dr. Nazratul mengupas evolusi peran Sekretaris Perusahaan menjadi Governance Professional.

Ia menekankan bahwa di era modern, tanggung jawab akuntan dan profesional tata kelola melampaui sekadar kepatuhan hukum (legal compliance), melainkan telah bergeser menjadi mitra strategis dewan direksi dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi organisasi.

Sesi berbagi pengalaman alumni menghadirkan sosok luar biasa, Antin Okfitasari, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., BKP., Asean CPA. Sebagai praktisi yang sukses mengelola kantor konsultan pajak dan jasa akuntan, Antin membagikan perjalanan kariernya yang multidisiplin, mulai dari akuntansi, hukum, hingga keterlibatannya di berbagai sektor.

“Cintailah profesi akuntansi dengan sepenuh hati. Pemahaman yang mendalam akan melahirkan kompetensi dan praktik etika yang kokoh,” ujar Antin. Ia juga menyoroti pentingnya reskilling dan pemanfaatan teknologi seperti cyber law dalam menghadapi tantangan profesi di daerah pedesaan hingga kota besar.

Diskusi panel tersebut juga menggarisbawahi fakta bahwa jumlah akuntan profesional di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan total populasi. Hal ini dipandang sebagai peluang besar bagi mahasiswa S2 Akuntansi untuk mengisi kekosongan tersebut, terutama melalui sertifikasi profesi dan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Menutup rangkaian acara, pengelola program studi memaparkan arah akademik program Magister Akuntansi, mencakup: struktur kurikulum: fokus pada penguatan analisis data dan tata kelola, persyaratan tesis: panduan riset yang aplikatif dan inovatif serta fasilitas yang meliputi sumber daya perpustakaan dan laboratorium yang tersedia untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa.

Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menjamin pendidikan tinggi akuntansi yang relevan dengan standar industri global; SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Mencetak tenaga ahli untuk memperkuat transparansi ekonomi nasional serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, & Kelembagaan yang Tangguh): Mendorong tata kelola organisasi yang etis, akuntabel, dan bebas korupsi melalui peran akuntan profesional.

Artikel Mempersiapkan Akuntan Masa Depan: Magister Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru dan Guest Lecture pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
MAKSI FEB UNS Kupas Pentingnya Metode Kualitatif dalam Riset Akuntansi https://feb.uns.ac.id/feb/maksi-feb-uns-kupas-pentingnya-metode-kualitatif-dalam-riset-akuntansi/ Fri, 24 Oct 2025 07:39:26 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38836 Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui Guest Lecture bertajuk “Seeing What Statistics Can’t: The Value of […]

Artikel MAKSI FEB UNS Kupas Pentingnya Metode Kualitatif dalam Riset Akuntansi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui Guest Lecture bertajuk “Seeing What Statistics Can’t: The Value of Qualitative Approaches for Early-Career Researchers.”

Kegiatan yang digelar secara daring pada Rabu, 15 Oktober 2025 ini berfokus pada pentingnya pendekatan kualitatif dalam penelitian, terutama bagi peneliti muda dan mahasiswa pascasarjana yang tengah mendalami fenomena kompleks di bidang akuntansi, bisnis, maupun organisasi nirlaba.

Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Miranti Kartika Dewi, S.E., M.B.A., Ph.D., dosen dari Universitas Indonesia sekaligus peneliti yang dikenal atas kepakarannya dalam bidang penelitian kualitatif, akuntansi Islam, dan akuntabilitas organisasi nirlaba (NGO).

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Dr. Miranti membedah secara mendalam nilai dan keunggulan penelitian kualitatif dalam memahami konteks sosial di balik data angka statistik.

Dalam pemaparannya, Dr. Miranti menekankan bahwa pendekatan kualitatif memiliki keunggulan dalam menggali makna dan pengalaman manusia secara utuh, sesuatu yang sering kali tidak terjangkau oleh metode kuantitatif.

“Jika penelitian kuantitatif bertujuan untuk menggeneralisasi temuan (to generalize findings), maka penelitian kualitatif berfokus untuk memahami keunikan dari setiap kasus (to understand the uniqueness of the case),” jelasnya.

Ia juga mencontohkan penelitian yang pernah dilakukannya pada sebuah NGO kemanusiaan besar di Indonesia (ACT) dengan menggunakan metodologi kualitatif interpretatif. Studi tersebut melibatkan 46 wawancara semi-terstruktur, 5 focus group discussions, observasi, dan analisis dokumenter untuk menelusuri makna akuntabilitas dalam konteks organisasi nirlaba.

Melalui studi tersebut, ditemukan bahwa akuntabilitas NGO tidak hanya berhenti pada pelaporan keuangan, tetapi harus berorientasi pada kemandirian penerima manfaat (beneficiaries’ self-reliance), yang diibaratkan sebagai memberikan “alat pancing” bukan sekadar “ikan.”

Selain menyoroti teknik dan metodologi, Dr. Miranti juga menggarisbawahi perjalanan peneliti dalam memaknai data.

“Dari data kita memperoleh informasi, dari informasi lahir pengetahuan (knowledge), dan pada akhirnya menghasilkan kebijaksanaan (wisdom) yaitu kemampuan untuk melakukan hal yang benar (doing the right things),” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun penelitian kualitatif kerap mendapat kritik terkait validitas dan reliabilitas, justru pendekatan ini sangat krusial dalam memahami praktik akuntansi dalam konteks sosial dan organisasi yang dinamis.

Kegiatan kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Magister Akuntansi FEB UNS dalam memperkuat kapasitas mahasiswa dan peneliti muda di bidang metodologi penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu akuntansi kontemporer.

Melalui kegiatan seperti ini, MAKSI FEB UNS berkomitmen untuk mendorong lahirnya peneliti yang tidak hanya berpikir analitis, tetapi juga reflektif dan kontekstual, sejalan dengan tujuan pendidikan tinggi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 16: Kelembagaan yang Tangguh dan Inklusif.

Artikel MAKSI FEB UNS Kupas Pentingnya Metode Kualitatif dalam Riset Akuntansi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-luncurkan-buku-pedoman-akademik-untuk-sarjana-magister-dan-doktor/ Fri, 03 Oct 2025 09:44:40 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38256 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025. Acara ini berlangsung secara daring […]

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

“Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Magister Akuntansi FEB UNS Siapkan Skema RPL bagi Profesional https://feb.uns.ac.id/feb/magister-akuntansi-feb-uns-siapkan-skema-rpl-bagi-profesional/ Fri, 03 Oct 2025 08:53:13 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38235 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan penyusunan draf Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi Magister Akuntansi (Maksi) pada Kamis, 2 Oktober 2025 di UNS […]

Artikel Magister Akuntansi FEB UNS Siapkan Skema RPL bagi Profesional pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan penyusunan draf Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi Magister Akuntansi (Maksi) pada Kamis, 2 Oktober 2025 di UNS Tower.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Ketua Prodi Maksi, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D.,  Dr. Budi Legowo, S.Si., M.Si., Kepala Unit Pengembangan Sistem Pembelajaran LPPMP  serta dosen pengampu.

Dalam sambutannya, Prof. Tri menjelaskan bahwa program RPL memiliki dasar hukum melalui Peraturan Rektor UNS No. 12 Tahun 2025. RPL memungkinkan pengakuan capaian pembelajaran dari pendidikan formal maupun pengalaman kerja.

“Untuk jenjang S1, RPL telah kita jalankan dalam bentuk transfer kredit. Sedangkan untuk S2, RPL dapat berupa pengakuan kredit dari portofolio pekerjaan yang relevan dengan kurikulum prodi. Namun, RPL tidak berlaku untuk jenjang S3,” tegasnya.

Prof. Tri menambahkan bahwa program RPL di FEB UNS, khususnya pada Prodi Maksi dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) dihadirkan untuk mengoptimalkan penerimaan mahasiswa baru.

“Sejak 2024 jumlah mahasiswa mengalami penurunan. Karena itu, fakultas perlu membuka peluang baru agar program studi lebih optimal. Harapannya, RPL bersama dengan program percepatan (fast track) dapat menarik lebih banyak mahasiswa dan memberikan fleksibilitas yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, Lulus Kurniasih, Ph.D menjelaskan bahwa kurikulum RPL dirancang untuk mendukung mahasiswa dengan pengalaman kerja relevan agar dapat menyelesaikan studi secara lebih efisien.

“Dari total 56 SKS yang harus ditempuh untuk meraih gelar Magister Akuntansi, maksimal 21 SKS dapat direkognisi melalui RPL. Dengan demikian, mahasiswa hanya perlu menempuh 35 SKS, terdiri atas 9 SKS mata kuliah inti dan 26 SKS tesis” ungkapnya.

Proses asesmen RPL mencakup penilaian portofolio oleh tim asesor, asesmen tambahan berupa wawancara atau ujian bila diperlukan, hingga keputusan akhir oleh Komite RPL. Pembelajaran nantinya dilakukan secara hybrid, baik luring maupun daring, bahkan dengan penjadwalan yang fleksibel di luar jam kerja.

Calon mahasiswa yang berminat mengikuti program RPL wajib menyiapkan dokumen administrasi, seperti ijazah pendidikan terakhir, portofolio pekerjaan, hasil tes bahasa Inggris, TPA, serta formulir aplikasi RPL. Setelah proses asesmen selesai, pendaftaran dilakukan melalui laman resmi SPMB UNS. Adapun biaya yang ditetapkan meliputi biaya pendaftaran, sumbangan pengembangan institusi serta biaya rekognisi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Budi Legowo memberikan arahan terkait mekanisme RPL agar penyusunan kurikulum dan prosedur asesmen selaras dengan standar mutu akademik yang berlaku di UNS. Masukan ini menjadi penguatan penting dalam penyusunan draf RPL di tingkat fakultas maupun program studi.

Dengan adanya penyusunan draf ini, FEB UNS menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi akademik yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur).

Artikel Magister Akuntansi FEB UNS Siapkan Skema RPL bagi Profesional pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan https://feb.uns.ac.id/feb/maksi-feb-uns-sosialisasikan-akselerasi-studi-lewat-program-percepatan-dan-beasiswa-unggulan/ Tue, 16 Sep 2025 07:31:58 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=37690 Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Sosialisasi bertajuk Shaping The Future in Academic Opportunity, Jumat, 23 Mei 2025 secara hybrid di […]

Artikel MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Sosialisasi bertajuk Shaping The Future in Academic Opportunity, Jumat, 23 Mei 2025 secara hybrid di Ruang Kelas Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS dan Zoom Meeting.

Acara ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., Ketua Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS, dan Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., Ketua Program Studi MAKSI Akuntansi FEB UNS.

Dalam sosialisasi tersebut, diperkenalkan program percepatan yang dirancang khusus untuk membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang MAKSI dengan waktu lebih singkat dan biaya yang lebih efisien. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong mahasiswa berprestasi melanjutkan studi tanpa jeda panjang.

Prof. Doddy Setiawan menyampaikan bahwa inti dari program percepatan ini adalah mahasiswa akan mengikuti jenjang S1 dan S2 secara bersamaan. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi S1 dan S2 dalam waktu lima tahun.

Selain efisiensi waktu, peserta program juga mendapatkan potongan biaya kuliah sebesar 50% pada semester pertama dan kedua.

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya selesai S1, tapi langsung bisa lanjut S2 dengan kualitas akademik yang terjaga. Program percepatan adalah jalur terbaik untuk itu. Yang paling penting, sejak semester pertama mahasiswa sudah mendapatkan pendampingan intensif agar dapat mengikuti program ini dengan baik” tegasnya.

Dengan demikian, FEB UNS memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan karier akademik dan profesional secara lebih cepat melalui program yang terintegrasi dan terstruktur dengan baik ini.

Lebih lanjut, Lulus Kurniasih, Ph.D menjelaskan jalur percepatan studi dari sarjana ke magister terbuka bagi mahasiswa aktif program S1, khususnya dari jurusan Akuntansi, sejak mereka berada di semester enam.

“Mahasiswa bisa mulai mengambil mata kuliah magister saat masih di S1. Ini memberi mereka kesempatan untuk lulus S2 lebih cepat, dengan biaya yang jauh lebih ringan, karena di dua semester awal mereka hanya membayar 50% UKT,” jelasnya.

Program percepatan terbuka bagi mahasiswa dengan IPK minimal 3,50, memiliki TOEFL minimal 450, nilai TPA minimal 425 atau lolos Tes Bakat Skolastik dari Fakultas Psikologi UNS, serta mendapatkan satu rekomendasi dari dosen bergelar doktor. Selain seleksi administrasi, calon peserta juga harus melalui wawancara akademik untuk memastikan kesiapan dan motivasi mereka mengikuti program ini.

Tidak hanya memperkenalkan jalur percepatan, acara ini juga menyoroti berbagai peluang beasiswa yang bisa diakses oleh mahasiswa program percepatan maupun reguler.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa unggul tidak terhambat oleh kendala biaya. Ada beasiswa Scopus, LPDP, hingga Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang bisa mereka manfaatkan,” tambahnya.

Beasiswa Scopus UNS, misalnya, diberikan kepada dua mahasiswa setiap semester yang memiliki publikasi ilmiah bereputasi. Sementara itu, Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan RI memberikan pendanaan penuh bagi mahasiswa magister berprestasi. Bagi mereka yang ingin langsung melanjutkan ke jenjang doktor, tersedia pula Beasiswa PMDSU yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 dalam waktu yang terintegrasi.

Penerimaan program percepatan hanya di bulan April-Agustus dengan terlebih dahulu menghubungi admisi atau Kaprodi MAKSI.

Dengan menghadirkan program percepatan studi dan berbagai peluang beasiswa, Program Studi MAKSI FEB UNS turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam memastikan akses pendidikan berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat (SDG 4).

Program ini juga mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing, yang menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pekerjaan layak, dan inovasi (SDG 8 dan 9).

Dengan demikian, MAKSI FEB UNS tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.

Artikel MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Review Kurikulum, Prodi MAKSI Hadirkan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan dari Universiti Putra Malaysia https://feb.uns.ac.id/feb/review-kurikulum-prodi-maksi-hadirkan-assoc-prof-dr-ahmad-fahmi-sheikh-hassan-dari-universiti-putra-malaysia/ Wed, 06 Aug 2025 03:13:03 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=36503 Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Review Kurikulum Prodi Magister Akuntansi, Selasa 5 Agustus 2025  di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS […]

Artikel Review Kurikulum, Prodi MAKSI Hadirkan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan dari Universiti Putra Malaysia pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Review Kurikulum Prodi Magister Akuntansi, Selasa 5 Agustus 2025  di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan dari Universiti Putra Malaysia (UPM) hadir secara daring untuk mereview kurikulum Prodi MAKSI.

Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan yang telah bersedia hadir dalam rangka review kurikulum Prodi MAKSI.

“Saat ini fakultas kami telah berhasil mendapatkan akreditasi Unggul dari LAMEMBA dan juga berada di ranking 350 di level Asia. Meskipun begitu kami masih memerlukan review dan saran dari pihak eksternal untuk bisa mendapatkan perspektif baru untuk dapat meningkatkan kualitas kami,” ungkap Prof. Bhimo.

Lebih lanjut Prof. Bhimo menyampaikan bahwa review eksternal akan sangat membantu prodi untuk dapat memetakan kekurangan sebagai target perbaikan di kemudian hari.

Prof. Bhimo juga berharap agar diskusi tersebut dapat memperoleh perspektif dan informasi baru dari Assoc. Prof. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan, mengingat UPM telah sukses mendapatkan akreditasi AACSB. 

Moderator acara, Nasyi’ah Hasanah Purnomowati, S.E.,M.Sc, Ak mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mendapatkan masukan dan saran dari stakeholder terkait, termasuk dari external reviewer yang telah hadir saat ini.

Diharapkan saran yang diberikan dapat memberikan input bagi prodi untuk dapat memperbaiki kualitas kegiatan belajar mengajar, yang juga relevan bagi pengembangan kurikulum serta menjadi panduan agar prodi dapat mencapai standar kualitas internasional.

Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan mengucapkan terimakasih atas undangan sebagai reviewer, khususnya kepada Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo. Ia menyatakan bahwa dalam kesempatan tersebut akan lebih banyak sharing mengenai pengalamannya dalam melakukan review kurikulum serta sebagai auditor pada beberapa universitas.

Ia berharap agar sesi tersebut dapat berjalan dengan interaktif, dimana semua peserta dapat terlibat dalam diskusi kurikulum Prodi MAKSI.

“Sehingga mungkin kesempatan ini akan lebih berfokus sebagai sharing session, dan saya sangat terbuka apabila terdapat pertanyaan, karena pastinya nanti akan ada beberapa pertanyaan dari saya. Jadi mari kita buat kegiatan ini agar menjadi se-interaktif mungkin,” ungkapnya.

Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., Kaprodi MAKSI dan juga Dosen Maksi terlibat aktif dalam diskusi yang digelar.

Kegiatan review kurikulum Prodi MAKSI bersama Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan tidak hanya memperkuat mutu pendidikan (sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas), tetapi juga mencerminkan pentingnya kemitraan internasional dalam memperluas perspektif akademik, sebuah langkah konkret menuju SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Artikel Review Kurikulum, Prodi MAKSI Hadirkan Assoc. Prof. Dr. Ahmad Fahmi Sheikh Hassan dari Universiti Putra Malaysia pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Selamat, Prodi MAKSI Terakreditasi Unggul   https://feb.uns.ac.id/feb/selamat-prodi-maksi-terakreditasi-unggul/ Thu, 08 May 2025 02:25:17 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=35311 Program Studi (prodi) Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret berhasil meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Keberhasilan ini […]

Artikel Selamat, Prodi MAKSI Terakreditasi Unggul   pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi (prodi) Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret berhasil meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Keberhasilan ini ditandai dengan terbitnya sertifikat berdasarkan keputusan LAMEMBA No 2264/DE/A.5/AR.10/V/2025.

Sertifikat akreditasi yang ditandatangani sejak 2 Mei 2025 ini berlaku 5 tahun sejak tangggal 2 Mei 2025 sampai dengan 2 Mei 2030.

Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D mengucapkan selamat untuk Prodi MAKSI atas pencapaian akreditasi Unggul dari LAMEMBA.

“Terima kasih dan apresiasi untuk Kaprodi MAKSI, Bu Lulus dan untuk seluruhnya yang terkait, baik yang periode sekarang dan sebelumnya, seluruh task force serta kolega-kolega dosen, tendik dan mahasiswa yang telah berkontribusi, terima kasih atas kerja kerasnya, sama-sama membangun Prosi MAKSI dan akhirnya terbukti berhasil” ungkapnya.

Melalui akreditasi ini, prodi dapat menunjukkan kualitasnya secara objektif, mendorong perbaikan berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta memperoleh pengakuan resmi yang penting untuk kepentingan lulusan, kerja sama institusional, dan berbagai program pendidikan lanjutan.

Asesmen Lapangan Reakreditasi Prodi MAKSI telah terlaksana pada Senin-Selasa , 24-25 Februari 2025 lalu.

Dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi  (LAMEMBA) yang melakukan asesmen yakni Prof. Aulia Fuad Rahman, S.E., M.Si., D.B.A., Ak., CA. dari Universitas Brawijaya dan Dr. Arie Pratama, SE, M.Ak. dari Universitas Padjajaran

Dalam kunjungan di hari pertama, asesor diterima oleh Pejabat di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS, Dekanat dan Kepala Prodi MAKSI FEB. Selanjutnya menuju ke FEB untuk melakukan asesmen lapangan.

Setelah Prodi MAKSI, akan menyusul asesmen untuk Prodi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) dan Magister Manajemen (MM). Harapannya dapat juga dipersiapkan lebih awal agar semua proses asesmen berjalan dengan baik.

Pencapaian akreditasi Unggul Prodi MAKSI mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan sistem penjaminan mutu, dan komitmen perbaikan berkelanjutan. Akreditasi ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) karena memperkuat kepercayaan dan peluang kerja sama akademik serta institusional.

Artikel Selamat, Prodi MAKSI Terakreditasi Unggul   pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Magister Akuntansi FEB UNS Diskusikan Topik Terbaru di Bidang Akuntansi Manajemen https://feb.uns.ac.id/feb/magister-akuntansi-feb-uns-diskusikan-topik-terbaru-di-bidang-akuntansi-manajemen/ Tue, 22 Apr 2025 07:36:45 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=34914 Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan gelaran Guest Lecture bertajuk “Top Trends in Management Accounting Research” secara daring pada Rabu, 19 […]

Artikel Magister Akuntansi FEB UNS Diskusikan Topik Terbaru di Bidang Akuntansi Manajemen pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan gelaran Guest Lecture bertajuk “Top Trends in Management Accounting Research” secara daring pada Rabu, 19 Maret 2025.

Gelaran kuliah tamu tersebut menghadirkan Dr. Yuni Yuningsih dari Curtin University Australia sebagai narasumber utama. Dalam agenda yang dihadiri oleh mahasiswa MAKSI FEB UNS tersebut, Dr. Yuni menyampaikan materi berjudul “Understanding Emerging Research Trends and Future Directions of Management Accounting Research.”

Di hadapan peserta yang hadir, Lulus Kurniasih, PhD., Kepala Program Studi MAKSI FEB UNS, mengungkapkan rasa terimakasih kepada pembicara, Dr. Yuni yang telah bersedia membagikan ilmu di bidang akuntansi manajemen.

Harapannya, materi yang disampaikan narasumber dapat memberikan gambaran, insight, dan ide, terkait topik riset di bidang akuntansi manajemen.

“Semoga acara webinar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,” ungkap beliau menutup sambutannya.

Dalam paparan materi yang disampaikan oleh Dr. Yuni juga dibahas mengenai perkembangan dalam penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam riset. Bahkan menurut Dr. Yuni, ada kemungkinan bahwa topik-topik yang akan beliau bahas dalam agenda kuliah tamu tersebut akan berubah di kemudian hari.

“Saya akan membahas tidak hanya terkait top topik tapi juga future direction, karena topik saat ini mungkin tidak lagi relevan di masa depan. Riset di bidang akuntansi bergeser seiring dengan perubahan lingkungan termasuk adanya generative AI,” jelas Dr. Yuni.

Poin lain yang menurut Dr. Yuni penting adalah perlunya memahami pergeseran definisi dari akuntansi yang kemudian juga akan merubah arah riset dari bidang akuntansi manajemen. Contohnya adalah riset-riset akuntansi terdahulu yang masih berfokus pada fungsi akuntansi sebagai kegiatan atau seni mencatat, mengukur, menganalisa, dan melaporkan transaksi keuangan, sementara saat ini akuntansi memiliki fungsi yang jauh lebih luas yaitu sebagai alat untuk mengkuantifikasi efek negatif dari kegiatan bisnis pada lingkungan yang biasa diangkat pada topik green accounting.

“Dulu yang paling penting adalah budgeting, sementara saat ini sudah berubah, kalaupun masih terdapat riset di bidang budgeting maka cakupannya jauh berbeda dengan budgeting yang dulu ada,” ungkap Dr. Yuni.

Lebih lanjut, Dr. Yuni menyampaikan bahwa ketika mahasiswa sudah memilih atau menentukan topik, maka hal pertama yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan riset adalah kontribusi. Dimana peneliti perlu menentukan peran/kontribusi riset dalam mendukung peran dari akuntan profesional dan bidang studi akuntansi. Untuk dapat mencapai kontribusi baik di level keilmuan, kebijakan, serta praktik profesional dibutuhkan mitra multidisiplin, khususnya untuk riset-riset di bidang sustainability. Dengan adanya mitra tersebut diharapkan riset yang dilakukan akan menjadi sebuah riset yang komprehensif.

Terkait tema-tema riset di masa depan khususnya di bidang manajemen akuntansi, Dr. Yuni berpendapat bahwa riset yang menarik akan fokus ke 3 hal yaitu Sustainable Development Goals (SDG), AI, dan Big Data. Beberapa topik yang dapat diangkat dalam topik terkait AI di bidang akuntansi adalah penggunaan AI sebagai collaboration tools di bidang akuntansi dan audit, serta persepsi pengguna (manajer, auditor) terhadap penggunaan AI.

Menutup paparan materinya, Dr. Yuni menyampaikan beberapa pesan kepada peserta yang hadir khususnya mahasiswa Prodi MAKSI FEB UNS yang akan melakukan riset. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbagi pengetahuan ini, semoga sukses, apabila ada salah kata mohon dimaafkan,” ungkap beliau.

Selain menerima materi yang disampaikan oleh Dr. Yuni, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan dosen tamu dimana mereka dapat menyampaikan pertanyaan secara langsung.

Kegiatan Guest Lecture ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan pemahaman tren riset terbaru di bidang akuntansi manajemen. Pembahasan mengenai AI, Big Data, dan green accounting juga relevan dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) karena mendorong inovasi dan praktik akuntansi berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi dengan narasumber internasional turut memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kerja sama akademik lintas negara

Artikel Magister Akuntansi FEB UNS Diskusikan Topik Terbaru di Bidang Akuntansi Manajemen pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Reakreditasi Prodi Magister Akuntansi FEB UNS, Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan https://feb.uns.ac.id/feb/reakreditasi-prodi-magister-akuntansi-feb-uns-asesor-lamemba-lakukan-asesmen-lapangan/ Tue, 25 Feb 2025 15:10:42 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=34533 Asesmen Lapangan Reakreditasi Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berlangsung pada Senin-Selasa , 24-25 Februari 2025. Dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri […]

Artikel Reakreditasi Prodi Magister Akuntansi FEB UNS, Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Asesmen Lapangan Reakreditasi Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berlangsung pada Senin-Selasa , 24-25 Februari 2025.

Dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi  (LAMEMBA) yang melakukan asesmen yakni Prof. Aulia Fuad Rahman, S.E., M.Si., D.B.A., Ak., CA. dari Universitas Brawijaya dan Dr. Arie Pratama, SE, M.Ak. dari Universitas Padjajaran

Dalam kunjungan di hari pertama, asesor diterima oleh Pejabat di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS, Dekanat dan Kepala Prodi MAKSI FEB. Selanjutnya menuju ke FEB untuk melakukan asesmen lapangan.

Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada kedua asesor. Harapannya dengan asesmen lapangan reakreditasi prodi Maksi diharapkan meningkatkan kualitas prodi.

“Kami ucapkan selamat datang kepada Prof. Aulia dan Dr. Arie. Dengan asesmen ini kami sangat mengharapkan masukan dari asesor, khususnya untuk Prodi MAKSI agar dapat berkembang lebih maju. Dari asesmen ini kita bisa mendapatkan manfaat bukan hanya bagi pengelola tetapi juga bagi mahasiswa MAKSI” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Aulia menyampaikan bahwa kehadiran asesor adalah hanya untuk mengonfirmasi dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) yang telah disampaikan oleh tim akreditasi MAKSI kepada LAMEMBA.

“Kami sudah menerima banyak sekali informasi dari DED, DKPS sumber-sumber lain seperti website dan lainnya. Pada saat ini sifatnya hanya mengonfirmasi saja yang sudah diberikan Bapak Ibu kepada LAMEMBA. Pada dasarnya asesmen lapangan merupakan hal yang rutin yang kita lakukan sehari-hari, merupakan sebagian dari proses penjaminan mutu yakni penjamin mutu eskternal.  Dari penjaminan mutu internal sudah berjalan dengan baik dari data DED yang kami terima” jelasnya.

Di hari pertama pelaksanaan asesmen berlangsung sesi konfirmasi dengan Pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Pelaksana Penjaminan Mutu Internal, Pemeriksaan  Dokumen Pendukung, Dosen, Alumni dan Pengguna Eksternal serta mahasiswa.

Di hari kedua, asesor melakukan peninjauan ke beberapa fasilitas di UNS dan FEB, diantaranya Perpustakaan, UNS Fintech Center, International Office UNS, Ruang P4M, International Office FEB, Ruang Fiscal Corner, Ruang Profesor, beberapa ruang Laboratorium dan Kelas MAKSI.

Dilanjutkan kerja mandiri asesor dan penyampaian rekomendasi hasil visitasi serta penyerahan berita acara.

Artikel Reakreditasi Prodi Magister Akuntansi FEB UNS, Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Sambut Mahasiswa Baru, MAKSI FEB UNS Hadirkan Dua Pembicara dalam Webinar “Where A Scientific Writing Journey Begins” https://feb.uns.ac.id/feb/sambut-mahasiswa-baru-maksi-feb-uns-hadirkan-dua-pembicara-dalam-webinar-where-a-scientific-writing-journey-begins/ Fri, 14 Feb 2025 16:29:37 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=34302 Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), menyelenggarakan Webinar secara hybrid yang terselenggara pada Kamis, 13 Februari 2025, dalam rangka orientasi mahasiswa baru. […]

Artikel Sambut Mahasiswa Baru, MAKSI FEB UNS Hadirkan Dua Pembicara dalam Webinar “Where A Scientific Writing Journey Begins” pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), menyelenggarakan Webinar secara hybrid yang terselenggara pada Kamis, 13 Februari 2025, dalam rangka orientasi mahasiswa baru. Gelaran tersebut dilaksanakan di Ruang Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi, FEB UNS dan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

Kedua pembicara yang hadir pada Webinar yang juga merupakan sesi orientasi bagi mahasiswa baru tersebut adalah Dr. Rabiatul Munirah Alpandi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Nadifa Salsabila Nizar, S.Ak., M.Ak., alumni MAKSI FEB UNS yang saat ini bertugas sebagai Direktur Bidang Umum dan Keuangan pada RS Ortopedi Siaga Utama.

Diawali dengan doa dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, gelaran webinar dibuka dengan sambutan dari Kaprodi MAKSI FEB UNS, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., yang menyampaikan ucapan terimakasih dan harapan beliau. “Saya berharap agar diskusi pada hari ini dapat memberikan wawasan mendalam bagi mahasiswa baru MAKSI FEB UNS. Karena seperti yang kita ketahui, mahasiswa MAKSI diwajibkan untuk melakukan riset dan publikasi, oleh karena itu pembicara yang hadir pada hari ini akan berbagi ilmu tentang bagaimana melakukan riset dan publikasi yang baik,” jelas Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D.

Dr. Rabiatul Munirah Alpandi, mengawali paparannya menyampaikan bahwa mahasiswa program magister berbeda dengan program sarjana. Dimana menurut beliau, pada tingkat magister mahasiswa akan belajar lebih mendalam tentang sebuah topik khusus. “Anda perlu mengetahui topik/bidang apa yang ingin anda perdalam/kuasai. Kalau di jenjang sarjana, kita belajar pondasi dari ilmu akuntansi sehingga terdapat banyak matakuliah yang perlu dipelajari, tetapi di jenjang magister, anda akan lebih berfokus satu bidang dan kemudian melakukan riset di bidang tersebut. Oleh karena itu, anda perlu memiliki tujuan yang jelas,” ungkap Dr. Rabiatul.

Terkait proses riset dan publikasi, Dr. Rabiatul menyebutkan bahwa setelah mengetahui subjek ataupun bidang yang diminati mahasiswa kemudian perlu menemukan permasalahan yang ingin diselesaikan. Permasalahan ini dapat ditemukan melalui review literatur. Sehingga selain menemukan rumusan masalah (problem statement), mahasiswa juga kemudian dapat menemukan research gap dari studi terdahulu. Barulah setelah itu mahasiswa kemudian dapat merumuskan tujuan dari riset dan juga kontribusi dari riset yang akan dilakukan.

Tak kalah penting, menurut Dr. Rabiatul, mahasiswa juga perlu tahu tentang ketersediaan data, karena jika tidak maka mereka akan kesulitan dalam melakukan pengumpulan data serta analisis. Dalam hal ini, metode penelitian juga menjadi salah satu aspek penting yang kemudian menunjukkan bagaimana mahasiswa akan menyelesaikan rumusan masalah yang telah diajukan hingga mencapai tujuan dari riset.

“Anda juga perlu mengumpulkan data dan mengolahnya secara beretika. Apabila kemudian anda mendapatkan hasil yang tidak signifikan, cukup anda jelaskan secara jelas beserta justifikasi dari hasil yang diperoleh. Jangan sampai melakukan manipulasi data hanya untuk mendapatkan hasil yang signifikan,” jelas Dr. Rabiatul.

Di akhir paparan materinya, Dr. Rabiatul, membahas tentang penggunaan AI dalam publikasi. “Kita bisa menggunakan AI untuk mempermudah proses riset dan publikasi, tapi kita perlu menggunakannya secara cermat dan pandai. Karena pada akhirnya pada saat ujian disertasi anda-lah yang harus menjawab pertanyaan dari penguji. Sebagai latihan cobalah menulis setiap hari walaupun hanya dua paragraf, tidak masalah jika anda beristirahat, tapi jangan sampai beristirahat terlalu lama karena akan sulit bagi anda untuk memulai lagi,” ungkap Dr. Rabiatul.

Berbeda dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Rabiatul, pembicara kedua Nadifa Salsabila Nizar, S.Ak., M.Ak., menceritakan perjalanan studi magister-nya di MAKSI FEB UNS. Nadifa membagikan bagaimana awal dari proses studi-nya di MAKSI FEB UNS, dimana beliau berhasil mendapatkan beasiswa alumni serta kesulitan yang dihadapi pada proses publikasi hingga beliau perlu melakukan perpanjangan studi. Selain membagikan pengalaman studi-nya, Nadifa juga memberikan motivasi dan saran kepada mahasiswa MAKSI.

“Kita perlu ingat alasan atau motivasi awal kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, ini penting terlebih saat kita mulai mempertanyakan apakah sebaiknya kita berhenti atau bertahan dan melanjutkan proses studi. Jika memang dibutuhkan kalian bisa rehat sejenak, tapi perlu diingat jangan sampai kita tidak menghubungi pembimbing sama sekali,” ujar Nadifa.

Selain pemaparan materi, peserta webinar diberikan kesempatan untuk langsung bertanya pada pembicara, dimana setiap mahasiswa yang bertanya diberikan hadiah. Gelaran webinar dan orientasi mahasiswa baru tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Artikel Sambut Mahasiswa Baru, MAKSI FEB UNS Hadirkan Dua Pembicara dalam Webinar “Where A Scientific Writing Journey Begins” pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>