Humas, Pengarang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/author/butetri/ Knowledge for Prosperity Tue, 05 May 2026 06:58:23 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png Humas, Pengarang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/author/butetri/ 32 32 FEB UNS Sosialisasikan Jalur Percepatan untuk Tingkatkan Kompetensi Lulusan https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-sosialisasikan-jalur-percepatan-untuk-tingkatkan-kompetensi-lulusan/ Tue, 05 May 2026 03:27:14 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40989 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Sosialisasi Informasi Akademik Tahun 2026 yang ditujukan bagi mahasiswa semester 6 Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi […]

Artikel FEB UNS Sosialisasikan Jalur Percepatan untuk Tingkatkan Kompetensi Lulusan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Sosialisasi Informasi Akademik Tahun 2026 yang ditujukan bagi mahasiswa semester 6 Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi beserta orang tua/wali.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 27 April 2026 pukul 15.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan juga diikuti oleh kepala program studi S1 dan S2 FEB UNS, dengan fokus utama memberikan pemahaman terkait program akademik, khususnya program percepatan yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan S1 dan S2 dalam waktu lebih singkat.

Dalam arahannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, menyampaikan bahwa program percepatan telah mulai dirintis sejak 2025 dan kembali ditawarkan pada tahun 2026 sebagai salah satu strategi peningkatan kualitas lulusan. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan jenjang sarjana dan magister dalam waktu sekitar lima tahun atau bahkan kurang.

Ia menjelaskan bahwa urgensi melanjutkan studi ke jenjang S2 tidak hanya berkaitan dengan gelar, tetapi juga peningkatan kompetensi sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Lulusan S1 berada pada level 6 yang menekankan penguasaan keterampilan teknis dan analitis, sedangkan lulusan S2 berada pada level 8 yang menuntut kemampuan lebih tinggi, seperti pengambilan keputusan strategis dan pemecahan masalah yang inovatif.

“Di jenjang S2, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu merumuskan strategi, mengambil keputusan strategis, serta memecahkan masalah manajerial secara inovatif. Selain itu, kemampuan jejaring dan adaptasi dalam lingkungan multikultural juga semakin diperkuat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kualitas akademik UNS terus menunjukkan peningkatan, yang tercermin dari capaian peringkat global tahun 2026 pada peringkat 351–400 dunia dan menempati posisi kedua di Indonesia. Hal ini menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang melanjutkan studi dari S1 hingga S2 di institusi yang sama.

Program percepatan FEB UNS saat ini tersedia pada tiga jalur, yaitu dari S1 Ekonomi Pembangunan ke Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan, dari S1 Manajemen ke Magister Manajemen, serta dari S1 Akuntansi ke Magister Akuntansi.

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para Ketua Program Studi melalui breakout room guna memperoleh informasi lebih rinci terkait kurikulum, persyaratan, dan keunggulan masing-masing program.

Selain durasi studi yang lebih singkat, program ini juga menawarkan keuntungan finansial berupa potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50 persen pada semester awal program magister. Pendaftaran program percepatan dibuka hingga akhir April 2026, dengan mekanisme pendaftaran melalui masing-masing program studi.

Usai arahan dari Prof. Tri, peserta masuk ke breakout room untuk mendapatkan informasi percepatan studi oleh masing-masing Kaprodi S2.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap mahasiswa dan orang tua dapat memahami berbagai pilihan jalur studi yang tersedia serta mempertimbangkan program percepatan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.

Kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan tinggi, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang lebih kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

Artikel FEB UNS Sosialisasikan Jalur Percepatan untuk Tingkatkan Kompetensi Lulusan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
P4M FEB UNS Dorong Atmosfer Akademik melalui Working Paper Forum Bahas Crowdfunding Sosial di Indonesia https://feb.uns.ac.id/feb/p4m-feb-uns-dorong-atmosfer-akademik-melalui-working-paper-forum-bahas-crowdfunding-sosial-di-indonesia/ Tue, 05 May 2026 03:15:33 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40977 Dalam rangka mendorong atmosfer akademik yang kolaboratif dan produktif, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Riset Grup […]

Artikel P4M FEB UNS Dorong Atmosfer Akademik melalui Working Paper Forum Bahas Crowdfunding Sosial di Indonesia pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Dalam rangka mendorong atmosfer akademik yang kolaboratif dan produktif, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Riset Grup (RG) Institusi dan Pasar Keuangan menyelenggarakan kegiatan Working Paper Forum bertajuk “The Success of Social Project in Online Donation-Based Crowdfunding in Indonesia”.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, 28 April 2026,  diikuti oleh dosen dan mahasiswa.

Ketua P4M FEB UNS, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan perkembangan fenomena crowdfunding di Indonesia yang semakin pesat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan atmosfer akademik di fakultas guna mendorong minat serta kuantitas dan kualitas riset. Ini juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencapai indikator kinerja utama (IKU) dan mewujudkan FEB sebagai fakultas berkelas dunia,” ungkapnya.

Ia juga berharap peserta memperoleh insight dari narasumber yang telah berpengalaman menghasilkan publikasi di jurnal internasional bereputasi.

Narasumber dalam kegiatan ini, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Kemahasiswan dan Alumni memaparkan penelitiannya terkait kesuksesan proyek sosial dalam platform crowdfunding berbasis donasi di Indonesia, khususnya melalui platform Kitabisa.

Ia menjelaskan bahwa crowdfunding merupakan metode pendanaan yang melibatkan kontribusi dari banyak individu untuk mendukung suatu proyek atau kegiatan, terutama yang bersifat sosial.

Penelitian ini menggunakan data sebanyak 2.814 kampanye crowdfunding periode 2018–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye sosial memiliki peluang keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan jenis kampanye lainnya. Selain itu, faktor seperti target dana, pengalaman penggalang dana, serta momentum seperti Ramadan juga memengaruhi tingkat keberhasilan kampanye. Bahkan, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia, dengan 83% masyarakat berpartisipasi dalam donasi pada tahun 2021 .

Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan regional, di mana kampanye sosial di luar Pulau Jawa cenderung lebih berhasil dibandingkan di Jawa. Faktor budaya, solidaritas sosial, serta partisipasi donor menjadi elemen penting dalam menentukan keberhasilan suatu kampanye. Secara keseluruhan, hasil studi ini menegaskan bahwa kampanye sosial secara signifikan meningkatkan probabilitas keberhasilan pendanaan serta jumlah dana yang terkumpul.

Melalui forum ini, diharapkan terjadi pertukaran gagasan dan penguatan budaya riset di lingkungan FEB UNS, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai crowdfunding berbasis donasi di Indonesia.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan riset akademik, serta tujuan nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara unit dan kelompok riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Artikel P4M FEB UNS Dorong Atmosfer Akademik melalui Working Paper Forum Bahas Crowdfunding Sosial di Indonesia pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026: FEB UNS Terima Kunjungan UPT Kearsipan UNS https://feb.uns.ac.id/feb/pengawasan-kearsipan-internal-tahun-2026-feb-uns-terima-kunjungan-upt-kearsipan-uns/ Tue, 05 May 2026 02:24:50 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40963 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Tim UPT Kearsipan dalam rangka kegiatan Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026 di UNS, Kamis, 30 April 2026. Tim UPT […]

Artikel Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026: FEB UNS Terima Kunjungan UPT Kearsipan UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Tim UPT Kearsipan dalam rangka kegiatan Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026 di UNS, Kamis, 30 April 2026.

Tim UPT Kearsipan UNS disambut Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Kepala Bagian Tata Usaha, Kasubbag, arsiparis, hingga pengolah kearsipan di Ruang Fiscal Corner FEB UNS.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA menegaskan pentingnya pemenuhan standar kearsipan secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan arsip bukan lagi sekadar domain kompetensi tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama yang harus dipenuhi secara sistematis.

“Arsip itu bukan lagi sekadar domain kompetensi tertentu, tetapi memang harus dipenuhi. Jika masih ada kekurangan, segera dilengkapi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung penguatan tata kelola kearsipan sebagai bagian dari kontribusi institusi terhadap universitas.

“Prinsipnya kami menyambut baik kehadiran tim. Ini bukan hanya kepentingan fakultas, tetapi juga universitas. Apa yang bisa kami kontribusikan, kami siap memfasilitasi,” tambahnya.

Sutaryo juga mendorong seluruh unit terkait untuk terus memantau dan melengkapi kebutuhan arsip, termasuk apabila diperlukan dukungan kebijakan di tingkat universitas. Ia menekankan bahwa optimalisasi harus tetap dilakukan meskipun terdapat keterbatasan waktu.

Sementara itu, Yani Maryudiasti, S.Sos., M.Si., Kepala UPT Kearsipan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Program Kerja Pengawasan Kearsipan Tahunan (PKPKT) Tahun 2026 yang bertujuan memastikan implementasi kebijakan kearsipan berjalan sesuai prinsip, kaidah, dan standar yang berlaku, sekaligus mewujudkan tertib arsip di lingkungan universitas .

Lebih lanjut dikatakan, dalam pelaksanaannya, peninjauan arsip dilakukan setelah penyampaian hasil review oleh Tim UPT Kearsipan terhadap borang (instrumen ASKI PTN) yang sebelumnya telah diisi dan dikirimkan oleh arsiparis FEB UNS.

Berdasarkan hasil review tersebut, tim kemudian melakukan verifikasi lapangan melalui peninjauan langsung terhadap pengelolaan arsip akademik dan nonakademik pada unit pengolah, meliputi Subbagian Akademik dan Subbagian Nonakademik.

Selain itu, peninjauan juga dilakukan pada Unit Kearsipan II (UK II), termasuk uji petik pada ruang penyimpanan arsip aktif dan inaktif, guna memastikan kesesuaian antara data dalam borang dengan kondisi riil di lapangan serta pemenuhan standar kearsipan yang berlaku .

Melalui kegiatan ini, diharapkan tata kelola arsip di FEB UNS semakin tertib, sistematis, dan akuntabel, sehingga mampu mendukung transparansi serta efektivitas administrasi di lingkungan universitas.

Kegiatan pengawasan kearsipan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), yang menekankan pentingnya institusi yang kuat, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi dalam mendukung tata kelola organisasi yang profesional dan berintegritas.

 

Artikel Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2026: FEB UNS Terima Kunjungan UPT Kearsipan UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Dorong Publikasi Bereputasi, P4M FEB UNS Bahas Strategi Penulisan Big Data https://feb.uns.ac.id/feb/dorong-publikasi-bereputasi-p4m-feb-uns-bahas-strategi-penulisan-big-data/ Tue, 28 Apr 2026 04:07:05 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40954 Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan Workshop Pendampingan Artikel Tahap 2 dengan tema Strategi Penulisan Artikel Big […]

Artikel Dorong Publikasi Bereputasi, P4M FEB UNS Bahas Strategi Penulisan Big Data pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan Workshop Pendampingan Artikel Tahap 2 dengan tema Strategi Penulisan Artikel Big Data Analysis, Selasa (14/4/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber utama Nila Armelia Windasari, S.A., MBA., Ph.D., PCM., dosen dari Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB diikuti oleh dosen dan mahasiswa FEB UNS.

Workshop bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam menyusun artikel ilmiah berbasis Big Data Analysis yang berkualitas dan siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

Melalui workshop ini kami berharap Bapak Ibu peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait strategi penulisan artikel berbasis big data, mulai dari perolehan, pengolahan, hingga teknis publikasi, ujar Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., Ketua P4M FEB UNS dalam sambutannya.

Nila Armelia Windasari memaparkan strategi penulisan artikel ilmiah dengan menekankan pentingnya struktur, metodologi, dan penyajian data yang tepat.

Nila menjelaskan bahwa judul artikel sebaiknya spesifik dan tidak lebih dari 16 kata, serta abstrak harus mampu menarik perhatian dan menunjukkan posisi penelitian secara jelas.

Abstrak harus jelas posisi penelitiannya dan metodologi perlu dijelaskan secara transparan, termasuk prosedur pengolahan data,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nila mengingatkan agar peneliti menuliskan hasil penelitian secara jelas tanpa deskripsi yang berlebihan, serta menghindari klaim kausalitas yang tidak dapat dibuktikan dalam data observasional berskala besar.

Dalam sesi strategi penelitian dan publikasi, Nila menekankan bahwa kualitas publikasi lebih penting dibandingkan kuantitas. Ia membagikan kebiasaannya membaca artikel dari jurnal terkemuka secara rutin serta menggabungkan metode multimethod untuk meningkatkan kepercayaan editor terhadap hasil penelitian. Ia juga memaparkan contoh riset berbasis data sekunder dari platform seperti Twitter, Google Maps, dan TripAdvisor.

Pada pembahasan penelitian data media sosial, Nila mencontohkan studi terkait pengunjung Taman Nasional Komodo yang memanfaatkan lebih dari 42.000 data rekaman. Ia menegaskan pentingnya kejelasan dalam judul, keberanian dalam menyampaikan kontribusi penelitian, serta penggunaan kata kunci yang relevan dengan komunitas akademik.

Selain itu, Nila menguraikan struktur penulisan pengantar akademik yang efektif, meliputi hook, gap, contribution, dan roadmap. Ia mencontohkan bahwa pengantar yang baik hanya memuat satu ide utama per paragraf dan tidak lebih dari 2,5–3 halaman.

Dalam aspek penulisan, ia juga menekankan pentingnya menghindari jargon serta menyusun tinjauan literatur berdasarkan logika konsep, bukan kronologi, dengan teknik “bola salju maju” dan “bola salju mundur” untuk menelusuri referensi.

Dalam sesi metodologi, Nila menjelaskan pentingnya transparansi dan akurasi dalam penelitian Big Data, termasuk proses pra-pemrosesan data seperti tokenisasi, pembersihan data, analisis topik, hingga validasi.

Ia menegaskan bahwa dokumentasi proses penelitian harus dilakukan secara rinci, termasuk mengungkap keterbatasan penelitian.

Penting untuk tidak mengklaim kausalitas dalam penelitian observasional dan memastikan seluruh proses terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik dosen FEB UNS dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing global. Secara lebih luas, workshop ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi akademik, serta poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan riset berbasis data dan teknologi.

Artikel Dorong Publikasi Bereputasi, P4M FEB UNS Bahas Strategi Penulisan Big Data pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS dan UiTM Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Akademik dan Riset https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-dan-uitm-jajaki-kerja-sama-strategis-bidang-akademik-dan-riset/ Mon, 27 Apr 2026 08:00:39 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40942 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan akademik (academic visit) dari Fakulti Pengurusan dan Perniagaan, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Senin (20/4/2026) di Ruang Sidang 1 […]

Artikel FEB UNS dan UiTM Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Akademik dan Riset pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan akademik (academic visit) dari Fakulti Pengurusan dan Perniagaan, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, Senin (20/4/2026) di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Agenda utama dalam pertemuan ini meliputi pembahasan program student exchange, joint research, joint supervision, serta berbagai peluang kolaborasi lainnya.

Delegasi UiTM dipimpin oleh Prof. Ts. Dr. Shafinar Haji Ismail, Dekan Faculty of Business and Management, didampingi Associate Professor Ts. Dr. Ahmad Rais Mohamad Mokhtar dan Umaira Binti Othman Koya.

Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa FEB UNS dan UiTM memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas akademik, baik dalam pengajaran, publikasi ilmiah, maupun pengabdian masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah untuk memperkuat atmosfer akademik, termasuk dalam peningkatan reputasi akademik internasional serta tata kelola akademik yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Shafinar Haji Ismail memperkenalkan Faculty of Business and Management yang telah berdiri selama 70 tahun dan memiliki jaringan luas dengan 35 kampus di 14 negara bagian di Malaysia.

Saat ini, fakultas tersebut memiliki sekitar 35.000 mahasiswa serta lebih dari 1.100 tenaga pengajar, termasuk profesor dan doktor.

Ia juga menyampaikan komitmen UiTM untuk memperluas kolaborasi, termasuk dalam pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pembukaan program studi baru seperti Ekonomi dan Perbankan Syariah.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menambahkan bahwa kerja sama internasional menjadi fokus penting, khususnya melalui program pertukaran mahasiswa.

FEB UNS membuka peluang bagi mahasiswa UiTM untuk mengikuti program pertukaran selama satu semester maupun jangka pendek, termasuk summer program.

Ia juga menyampaikan bahwa melalui skema kerja sama, mahasiswa dari kedua institusi berpeluang memperoleh pembebasan biaya kuliah (tuition fee), dengan tetap menanggung biaya hidup secara mandiri.

“Solo merupakan kota dengan biaya hidup yang relatif terjangkau, sehingga sangat mendukung mobilitas mahasiswa internasional,” jelasnya.

Selain itu, FEB UNS juga menawarkan program summer course yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman akademik dan lintas budaya mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menarik lebih banyak partisipasi mahasiswa internasional, termasuk dari UiTM.

Sementara itu, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan alumni menekankan pentingnya tindak lanjut konkret dari pertemuan ini melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) maupun perjanjian kerja sama (PK).

“Kolaborasi ini perlu terus dikembangkan, tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat, kunjungan industri, dan kerja sama lainnya yang lebih luas,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen dari kedua institusi. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi strategis yang berkelanjutan antara FEB UNS dan UiTM.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kerja sama pendidikan internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperluas jejaring kolaborasi global di bidang akademik.

Artikel FEB UNS dan UiTM Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Akademik dan Riset pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bahas Transformasi Digital untuk Dorong Pertumbuhan Retail Funding Perbankan Syariah https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-gelar-kuliah-umum-bahas-transformasi-digital-untuk-dorong-pertumbuhan-retail-funding-perbankan-syariah/ Mon, 27 Apr 2026 06:51:06 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40921 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Driving Retail Funding Growth Through Digital Transformation” Kamis, […]

Artikel FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bahas Transformasi Digital untuk Dorong Pertumbuhan Retail Funding Perbankan Syariah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Driving Retail Funding Growth Through Digital Transformation” Kamis, 9 April 2026 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

Kegiatan ini menghadirkan Ari Kurniaman, Network & Retail Funding Director PT Bank Syariah Nasional, sebagai narasumber utama.

Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri.

Disampaikan bahwa FEB UNS tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia tenaga kerja, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem keuangan, khususnya dalam menghadapi transformasi digital.

“Kolaborasi ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata dari praktik di lapangan. Sinkronisasi antara financial market dan sektor riil, terutama dengan adanya aspek digital, menjadi hal yang perlu terus dikembangkan,” ujar Prof. Bhimo.

Prof. Bhimo juga menambahkan bahwa masukan dari industri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam sesi materi, Ari Kurniaman memaparkan bahwa potensi perbankan syariah di Indonesia masih sangat besar, meskipun saat ini pangsa pasarnya baru berkisar 7–8% dari total industri perbankan nasional. Dengan mayoritas penduduk muslim serta dukungan digitalisasi, perbankan syariah memiliki peluang untuk tumbuh hingga 18–20% pada tahun 2028 melalui inovasi produk dan penguatan ekosistem.

Ia menjelaskan bahwa retail funding menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan pembiayaan, terutama untuk sektor UMKM dan pembiayaan halal. “Dana retail merupakan sumber pendanaan yang stabil, berbiaya rendah, dan berkelanjutan, sehingga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis perbankan,” jelas Ari.

Lebih lanjut, Ari menekankan bahwa transformasi digital telah mengubah perilaku nasabah secara signifikan. Digital banking kini bukan sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi kanal utama dalam layanan perbankan. Peningkatan penggunaan mobile banking, QRIS, dan sistem pembayaran real-time seperti BI-FAST menunjukkan pergeseran menuju ekosistem keuangan yang lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Dalam strategi pertumbuhan, BSN mengembangkan tiga pilar utama, yaitu digital acquisition, penguatan ekosistem komunitas (seperti masjid, kampus, dan UMKM halal), serta penguatan layanan institusional. Selain itu, integrasi dengan ekosistem halal seperti haji dan umrah, zakat, wakaf, serta sektor pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan praktisi industri, sehingga dapat memperkaya wawasan serta memahami tantangan dan peluang di sektor keuangan syariah berbasis digital.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi.

Kegiatan kuliah umum ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik, tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan, serta tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan transformasi digital dalam sektor perbankan.

Artikel FEB UNS Gelar Kuliah Umum Bahas Transformasi Digital untuk Dorong Pertumbuhan Retail Funding Perbankan Syariah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS Adakan Pelatihan Alat Analisis STATA I https://feb.uns.ac.id/feb/laboratorium-teknologi-informasi-terpadu-feb-uns-adakan-pelatihan-alat-analisis-stata-i/ Mon, 27 Apr 2026 04:29:27 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40915 Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Alat Analisis STATA I, Kamis, 16 April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Teleconference […]

Artikel Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS Adakan Pelatihan Alat Analisis STATA I pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Alat Analisis STATA I, Kamis, 16 April 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Teleconference Gedung Soedarah Soepono Lantai 3 FEB UNS terbuka bagi mahasiswa, khususnya yang ingin memperdalam kemampuan analisis data kuantitatif.

Pelatihan ini menghadirkan Randy Kurniawan, S.E., M.Sc sebagai trainer, yang memberikan pembekalan terkait penggunaan perangkat lunak STATA dalam analisis evaluasi dampak.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan teknik evaluasi dampak, metode Difference in Difference (DiD), serta Regression Discontinuity Design (RDD), yang merupakan pendekatan penting dalam penelitian ekonomi terapan dan kebijakan publik.

Dalam modul pelatihan dijelaskan bahwa evaluasi dampak bertujuan untuk mengukur pengaruh suatu program terhadap kelompok sasaran dengan membandingkan kondisi aktual dengan counterfactual atau kondisi yang seharusnya terjadi tanpa intervensi program.

Lebih lanjut, peserta juga diperkenalkan pada berbagai tantangan dalam analisis, seperti potensi endogeneity yang dapat muncul akibat omitted variables, measurement error, maupun simultaneity. Oleh karena itu, metode kuasi-eksperimental seperti DiD dan RDD menjadi penting untuk menghasilkan estimasi yang lebih akurat dan tidak bias.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan praktik langsung penggunaan STATA, termasuk instalasi perintah tambahan seperti rdrobust untuk analisis RDD, serta studi kasus terkait evaluasi program, seperti dampak pemberian kredit terhadap konsumsi rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS berupaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam melakukan analisis data berbasis bukti (evidence-based analysis), sehingga mampu menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia akademik maupun praktis.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen FEB UNS dalam mendukung penguatan kompetensi digital dan metodologis mahasiswa di era data-driven.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan analitis mahasiswa, tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempersiapkan lulusan yang kompeten di bidang analisis data, serta tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dalam pengolahan dan analisis data.

Artikel Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS Adakan Pelatihan Alat Analisis STATA I pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/gen-z-melek-finansial-atau-sekadar-ikut-tren-roadshow-bulan-literasi-kripto-hadir-di-feb-uns/ Mon, 27 Apr 2026 04:15:26 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40907 Kegiatan Bulan Literasi Kripto: Roadshow to Solo dengan tema “Gen Z. Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?” diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 di Aula Gedung Suhardi. Kegiatan ini merupakan […]

Artikel Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kegiatan Bulan Literasi Kripto: Roadshow to Solo dengan tema “Gen Z. Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?” diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 di Aula Gedung Suhardi.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Bulan Literasi Kripto (BLK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda.

Dalam keynote speech, Kepala Departemen Pengawasan IAKD OJK, Dino Milano Siregar, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu mandat utama OJK. Berdasarkan Survei Nasional 2025, indeks literasi keuangan Indonesia berada di angka 66,46%, sementara indeks inklusi mencapai 80,5%.

“Hal ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan lebih tinggi dibandingkan pemahaman mereka. Padahal, literasi merupakan dasar penting dalam pengambilan keputusan keuangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan dan keyakinan yang memengaruhi perilaku dalam mengelola keuangan, dengan tujuan akhir mencapai kesejahteraan finansial (financial well-being). Oleh karena itu, ia mengingatkan generasi muda untuk tidak terburu-buru terjun ke investasi tanpa pemahaman yang memadai.

“Kalau belum paham, jangan masuk. Kenali, pahami, baru kemudian mengambil keputusan investasi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB menyampaikan bahwa perkembangan teknologi keuangan dan aset digital, termasuk kripto, semakin pesat dan diminati generasi muda. Ia juga menekankan bahwa sejak 10 Januari 2025, OJK resmi menjadi otoritas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk kripto.

“Hingga Februari 2026, jumlah akun kripto di Indonesia telah mencapai lebih dari 21 juta, dengan sekitar 62% pengguna berasal dari kelompok usia 18–30 tahun. Ini menunjukkan dominasi generasi muda dalam ekosistem ini,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan pengguna tidak selalu diikuti oleh peningkatan pemahaman. “Literasi menjadi kunci. Generasi muda perlu memahami tidak hanya potensi, tetapi juga risiko dan aspek legalitas dari aset digital,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, asosiasi, industri, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan. Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berinovasi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang mendorong peningkatan literasi keuangan digital serta membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan literasi keuangan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi ekonomi digital.

Artikel Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Fintech FEB UNS Bekali Mahasiswa Strategi Hadapi Risiko Perbankan Digital https://feb.uns.ac.id/feb/laboratorium-fintech-feb-uns-bekali-mahasiswa-strategi-hadapi-risiko-perbankan-digital/ Mon, 27 Apr 2026 03:56:21 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40900 Laboratorium Financial Technology (Fintech) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan bertema “Risk Management in Digital Banking: Strategi Bank Menghadapi Disrupsi Financial Technology”  Rabu, 15 April […]

Artikel Laboratorium Fintech FEB UNS Bekali Mahasiswa Strategi Hadapi Risiko Perbankan Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Financial Technology (Fintech) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan bertema “Risk Management in Digital Banking: Strategi Bank Menghadapi Disrupsi Financial Technology”  Rabu, 15 April 2026 di Aula Gedung Soedarah Soepono Lantai 5 FEB UNS.

Kegiatan ini menghadirkan Cucu Kurniawati, S.E., M.M. dari Bank Danamon Indonesia Cabang Syariah Solo sebagai narasumber.

Kepala Laboratorium Financial Technology FEB UNS, Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A., CFP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya laboratorium dalam memfasilitasi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di bidang financial technology dan manajemen risiko.

Ia menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital di sektor perbankan.

“Digitalisasi ini sudah menyentuh seluruh aspek industri, termasuk perbankan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana dampaknya, baik manfaat maupun risiko yang ditimbulkan,” ujar Wahyu.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki keterkaitan dengan kebutuhan akademik mahasiswa.

“Sertifikat dari pelatihan ini dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian skripsi, serta diselaraskan dengan skema sertifikasi yang tersedia di LSP UNS, khususnya di bidang manajemen risiko,” tambahnya.

Dalam sesi materi, Cucu Kurniawati menjelaskan bahwa transformasi perbankan di era digital merupakan respon terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat yang menginginkan layanan yang cepat, praktis, dan mudah.

Berbagai inovasi seperti mobile banking, QRIS, serta layanan keuangan digital lainnya telah meningkatkan efisiensi dan memperluas akses layanan ke masyarakat.

“Transformasi perbankan saat ini merupakan respon terhadap kebutuhan masyarakat yang ingin serba cepat dan praktis. Oleh karena itu, bank harus mampu beradaptasi dengan mengadopsi teknologi, termasuk berkolaborasi dengan financial technology (fintech),” jelas Cucu.

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (AI) telah membantu perbankan dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Namun demikian, transformasi tersebut juga diiringi dengan berbagai risiko yang perlu dikelola dengan baik.

“Setiap transaksi itu mengandung risiko, sehingga manajemen risiko menjadi hal yang wajib dilakukan untuk meminimalkan potensi kerugian, termasuk risiko siber, perlindungan data, hingga kegagalan sistem teknologi,” tegasnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi yang dikombinasikan dengan pengalaman praktis di industri perbankan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga gambaran nyata mengenai implementasi manajemen risiko di sektor perbankan.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi mahasiswa, serta poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan industri keuangan di era digital.

Artikel Laboratorium Fintech FEB UNS Bekali Mahasiswa Strategi Hadapi Risiko Perbankan Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Visiting Lecturer Series Prodi Ekonomi Pembangunan Bahas Reimajinasi Perlindungan Sosial Menuju Indonesia 2045 https://feb.uns.ac.id/feb/visiting-lecturer-series-prodi-ekonomi-pembangunan-bahas-reimajinasi-perlindungan-sosial-menuju-indonesia-2045/ Mon, 27 Apr 2026 03:34:47 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40896 Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer Series 2026 bertajuk “Reimajinasi Perlindungan Sosial Indonesia Menuju Visi 2045” Kamis (16/4/2026) […]

Artikel Visiting Lecturer Series Prodi Ekonomi Pembangunan Bahas Reimajinasi Perlindungan Sosial Menuju Indonesia 2045 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer Series 2026 bertajuk “Reimajinasi Perlindungan Sosial Indonesia Menuju Visi 2045” Kamis (16/4/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FEB UNS.

Acara menghadirkan Sudarno Sumarto, Honorary Senior Research Fellow The SMERU Research Institute serta mantan Visiting Fellow di Center for International Development, Harvard University, sebagai narasumber utama.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan arah strategis UNS yang mendorong penguatan kajian berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam isu penanggulangan kemiskinan melalui sistem perlindungan sosial. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi akademik yang lebih luas antara UNS dan narasumber.

Ketua Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D. turut menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kesediaannya berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Semoga momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta untuk belajar langsung dari narasumber. Kami sangat bersyukur beliau dapat hadir dan berbagi pada kesempatan ini,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Sudarno Sumarto menekankan bahwa perlindungan sosial tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan semata, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan kemakmuran, keadilan, dan ketahanan nasional. Ia menggarisbawahi bahwa sistem perlindungan sosial harus dipandang sebagai kebijakan strategis untuk mengurangi kerentanan sepanjang siklus hidup masyarakat.

Materi yang disampaikan mencakup lima aspek utama, yaitu urgensi perlindungan sosial, kondisi aktual di Indonesia, jebakan struktural dan kerentanan, pentingnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), serta rancangan masa depan sistem perlindungan sosial. Ia menegaskan bahwa bukti seharusnya menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan, bukan sekadar pelengkap.

Lebih lanjut, Sudarno Sumarto menjelaskan bahwa meskipun Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, masih terdapat tantangan signifikan, seperti dominasi sektor informal, keterbatasan fiskal, risiko perubahan iklim, serta tingginya kelompok rentan. Kelompok ini merupakan masyarakat yang berada sedikit di atas garis kemiskinan dan sangat mudah terdampak jika terjadi guncangan ekonomi.

Dalam konteks kebijakan, ia menyoroti empat pertanyaan kunci yang harus dijawab, yaitu jenis bantuan yang tepat, sasaran penerima, mekanisme penyaluran, serta dampak dari program bantuan tersebut. Pemaparan ditutup dengan tiga pilar reformasi strategis, yaitu penguatan manajemen data, peningkatan cakupan dan kepatuhan, serta pemberdayaan ekonomi, yang seluruhnya harus berbasis pada data dan bukti yang kuat.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber yang berlangsung dinamis dan konstruktif.

Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Melalui penguatan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berbasis bukti, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata menuju Visi Indonesia 2045.

Artikel Visiting Lecturer Series Prodi Ekonomi Pembangunan Bahas Reimajinasi Perlindungan Sosial Menuju Indonesia 2045 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>