{"id":7496,"date":"2019-03-29T08:00:37","date_gmt":"2019-03-29T08:00:37","guid":{"rendered":"http:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/?p=7496"},"modified":"2019-09-18T18:54:41","modified_gmt":"2019-09-18T18:54:41","slug":"forum-diskusi-akademisi-soroti-perkembangan-ekonomi-indonesia-terkini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/forum-diskusi-akademisi-soroti-perkembangan-ekonomi-indonesia-terkini\/","title":{"rendered":"Forum Diskusi Akademisi: Soroti Perkembangan Ekonomi Indonesia Terkini"},"content":{"rendered":"
Sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi dan praktisi se eks Karesidenan Surakarta ikuti Forum Diskusi Akademisi, Rabu, 27 Maret 2019.<\/p>\n
Kegiatan yang bertemakan\u00a0 \u201cPerkembangan Terkini Ekonomi Indonesia dan Tantangan Kedepan\u201d\u00a0 berlangsung atas\u00a0 kerjasama Bank Indonesia dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS).<\/p>\n
<\/p>\n
Tiga narasumber dihadirkan yakni Sahminan, dari Departemen Kebijakan\u00a0 Ekonomi dan Moneter, Hermanto Siregar, Rektor Perbanas dan Lana Soelistianingsih, Pengamat Ekonomi.<\/p>\n
Dwi Mukti Wibowo, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyatakan dalam sambutannya bahwa ekonomi sekarang bukan masalah ekonomi ansih, namun sangat berhubungan dengan banyak hal. Keamanan dan \u00a0ketertiban mempunyai pengaruh terhadap perkembangan perekonomian Indonesia.<\/p>\n
\u201cUntuk itu, \u00a0kita harus bersinergi bersama-sama, dengan Lembaga Pemerintahan, Bareskrim, Kemenko Polhukam, \u00a0BIN, Lazis, dan para akademisi. Dengan media juga bersinergi, untuk memberitakan informasi-informasi yang positif sehingga membangun reputasi negeri,\u201d jelas Dwi Mukti.
<\/p>\n
Menyikapi perkembangan ekonomi Indonesia, Hermanto Siregar, Rektor Perbanas menyatakan, di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan secara bertahap. Dengan potensi SDA dan market size<\/em> Indonesia yang cukup besar, \u00a0perekonomian daerah memiliki peran untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.<\/p>\n \u201cButuh investasi yang \u00a0besar terutama dari luar negeri\u00a0 agar potensi itu dapat diwujudkan dengan baik. \u00a0Untuk itu, harus ditingkatkan daya saing perekonomian dengan berbagai upaya mengatasi berbagai kendala yang ada, seperti keterbatasan infrastruktur, relatif rendahnya kualitas SDM dan inefisiensi di pasar tenaga kerja, korupsi dan masalah dalam tata pamong, dan sebagainya,\u201d jelasnya.<\/p>\n Sejalan dengan hal itu, Lana menyatakan bahwa \u00a0kebijakan ekonomi yang perlu kita cermati adalah bagaimana agar perekonomian global tidak tersandera oleh dua kekuatan ekonomi yaitu Amerika dan China.<\/p>\n \u201cDari sisi domestik relatif aman, kita dorong belanja kita, itu salah satu stimulus untuk memperbaiki perekonomian kita,\u201d paparnya.<\/p>\n Di sisi lain, pemerintah sudah menyiapkan jaring pengaman sosial, \u00a0misalnya dari bantuan sosial yang cukup besar untuk mendongkrak ekonomi di lapisan bawah, dana desa, dan perilaku untuk \u00a0tidak tergantung kepada subsidi BBM. (Tetri\/Humas FEB)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi dan praktisi se eks Karesidenan Surakarta ikuti Forum Diskusi Akademisi, Rabu, 27 Maret 2019. Kegiatan yang bertemakan\u00a0 \u201cPerkembangan Terkini Ekonomi Indonesia dan Tantangan Kedepan\u201d\u00a0 […]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7499,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105],"tags":[],"class_list":["post-7496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakultas"],"yoast_head":"\n