{"id":41890,"date":"2026-07-10T10:03:06","date_gmt":"2026-07-10T03:03:06","guid":{"rendered":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/?p=41890"},"modified":"2026-07-10T10:03:06","modified_gmt":"2026-07-10T03:03:06","slug":"prodi-s1-ekonomi-dan-keuangan-islam-feb-uns-adakan-workshop-penyusunan-kurikulum-hadirkan-praktisi-dan-akademisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/prodi-s1-ekonomi-dan-keuangan-islam-feb-uns-adakan-workshop-penyusunan-kurikulum-hadirkan-praktisi-dan-akademisi\/","title":{"rendered":"Prodi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Adakan Workshop Penyusunan Kurikulum, Hadirkan Praktisi dan Akademisi"},"content":{"rendered":"
Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam pada Rabu (8\/7\/2026) di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.<\/p>\n
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan operasional program studi yang akan mulai menerima mahasiswa dan melaksanakan perkuliahan pada Agustus 2026.<\/p>\n
Workshop menghadirkan akademisi, praktisi, serta mitra dari berbagai lembaga sebagai forum untuk menghimpun masukan dalam penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memenuhi standar pengelolaan program studi.<\/p>\n
<\/p>\n
Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, mitra, dan pemangku kepentingan yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pengembangan Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam.<\/p>\n
“Dalam lokakarya ini harapan kami, saya pribadi dan juga FEB UNS khususnya Prodi S1 Keuangan Islam, mengharapkan masukan. Sebagai program studi yang baru berdiri, kami membutuhkan banyak mendengar dan banyak meresapi apa yang menjadi poin-poin utama dari para praktisi dan mitra,” ujar Prof. Bhimo.<\/p>\n
Prof. Bhimo juga menegaskan bahwa FEB UNS ingin belajar dari pengalaman Program Studi Ekonomi Islam Universitas Airlangga yang telah lebih dahulu berkembang, terutama dalam penyusunan kurikulum dan pengelolaan program studi yang selaras dengan standar akreditasi nasional maupun internasional.<\/p>\n
<\/p>\n
Narasumber dari Universitas Airlangga, Dr. Sulistya Rusgianto, S.E., MIF., Ph.D., menjelaskan pentingnya membangun tata kelola program studi berdasarkan praktik terbaik sejak awal pendirian. Menurutnya, pengelolaan program studi perlu mengacu pada standar akreditasi nasional melalui LAMEMBA maupun standar internasional.<\/p>\n
“Mumpung program studi ini masih baru, sekalian desain dan pengelolaannya dibuat sesuai standar. Daripada nanti harus melakukan banyak penyesuaian, lebih baik sejak awal tata kelolanya dibangun dengan baik sehingga memenuhi standar LAMEMBA dan juga mendukung proses menuju standar internasional,” jelasnya.<\/p>\n
Ia menambahkan bahwa penyusunan program studi harus dimulai dari perumusan misi yang jelas.<\/p>\n
<\/p>\n
“Misi tidak hanya menunjukkan keberadaan program studi, tetapi juga menjadi janji kepada para stakeholder. Ketika misi tidak disusun dengan tepat, maka nantinya program studi akan ditagih oleh para stakeholder, baik orang tua, lulusan, maupun industri,” ungkapnya.<\/p>\n
Lebih lanjut, ia memaparkan tiga pilar utama dalam pengelolaan program studi, yaitu strategic management and innovation, learner success, dan societal impact. Pembahasan kurikulum dalam workshop ini merupakan bagian dari pilar learner success, sementara dua pilar lainnya berkaitan dengan tata kelola strategis dan dampak program studi bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat.<\/p>\n
<\/p>\n
Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS, Dr. Arif Rahman Hakim, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., MCE, menjelaskan bahwa program studi ini memperoleh izin operasional pada Mei 2026 dan telah mengajukan akreditasi sebagai salah satu persyaratan penyelenggaraan pendidikan. Perkuliahan perdana direncanakan dimulai pada Agustus 2026.<\/p>\n
“Sebagai persiapan, kurikulum menjadi sangat penting karena akan menentukan kompetensi lulusan di masa depan. Kami membutuhkan masukan untuk menyempurnakan pilihan konsentrasi maupun mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.<\/p>\n
Ia juga menjelaskan bahwa Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam telah didukung fasilitas Islamic Economic and Business Center sebagai pusat kegiatan pembelajaran. Selain itu, program studi juga telah bergabung sebagai anggota Asosiasi Fintech Syariah Indonesia melalui dukungan Fintech Center UNS sebagai bagian dari penguatan jejaring di bidang keuangan syariah.<\/p>\n
“Alhamdulillah, program studi kami telah memiliki Islamic Economic and Business Center sebagai pusat pembelajaran, dan pada awal Juli kami juga telah menjadi anggota Asosiasi Fintech Syariah Indonesia,” katanya.<\/p>\n
Ia memaparkan bahwa kurikulum dirancang selama delapan semester dengan beban studi 144 SKS. Program studi memiliki fokus pada pengembangan ekonomi Islam melalui riset dan pengembangan kebijakan, keuangan Islam, Islamic Social Finance yang mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf, konsentrasi haji dan umrah, serta pengembangan ekosistem halal yang meliputi industri halal, pariwisata halal, kuliner, kosmetik, dan berbagai sektor terkait lainnya.<\/p>\n
<\/p>\n
“Masukan dari para praktisi sangat penting karena mereka memahami kebutuhan kompetensi di lapangan. Setelah sesi pleno, peserta akan dibagi ke dalam kelompok diskusi sesuai bidang keahlian masing-masing untuk memberikan masukan terhadap setiap konsentrasi yang kami siapkan,” tuturnya.<\/p>\n
<\/p>\n
Setelah sesi pemaparan, workshop dilanjutkan dengan diskusi kelompok melalui lima komisi, yaitu Komisi Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan Struktur Kurikulum, Komisi Keuangan Islam, Komisi Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), Komisi Haji dan Umrah, serta Komisi Kewirausahaan Islam. Pada masing-masing komisi, para akademisi, praktisi, dan mitra memberikan masukan terhadap rancangan kurikulum, profil lulusan, capaian pembelajaran, serta kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan dan kebutuhan di masing-masing bidang.<\/p>\n
<\/p>\n
Melalui workshop ini, Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS berharap dapat menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri, lembaga keuangan syariah, lembaga filantropi, serta berbagai sektor yang menjadi tujuan lulusan di masa depan. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu kurikulum serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, akademisi, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan.<\/p>\n
<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam pada Rabu (8\/7\/2026) […]<\/p>\n","protected":false},"author":3264,"featured_media":41894,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105],"tags":[],"class_list":["post-41890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakultas"],"yoast_head":"\n