{"id":40907,"date":"2026-04-27T11:15:26","date_gmt":"2026-04-27T04:15:26","guid":{"rendered":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/?p=40907"},"modified":"2026-04-27T11:15:26","modified_gmt":"2026-04-27T04:15:26","slug":"gen-z-melek-finansial-atau-sekadar-ikut-tren-roadshow-bulan-literasi-kripto-hadir-di-feb-uns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/gen-z-melek-finansial-atau-sekadar-ikut-tren-roadshow-bulan-literasi-kripto-hadir-di-feb-uns\/","title":{"rendered":"Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS"},"content":{"rendered":"
Kegiatan Bulan Literasi Kripto: Roadshow to Solo<\/em> dengan tema \u201cGen Z. Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?\u201d<\/em> diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 di Aula Gedung Suhardi.<\/p>\n Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Bulan Literasi Kripto (BLK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda.<\/p>\n Dalam keynote speech, Kepala Departemen Pengawasan IAKD OJK, Dino Milano Siregar, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu mandat utama OJK. Berdasarkan Survei Nasional 2025, indeks literasi keuangan Indonesia berada di angka 66,46%, sementara indeks inklusi mencapai 80,5%.<\/p>\n \u201cHal ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan lebih tinggi dibandingkan pemahaman mereka. Padahal, literasi merupakan dasar penting dalam pengambilan keputusan keuangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n Ia menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan dan keyakinan yang memengaruhi perilaku dalam mengelola keuangan, dengan tujuan akhir mencapai kesejahteraan finansial (financial well-being<\/em>). Oleh karena itu, ia mengingatkan generasi muda untuk tidak terburu-buru terjun ke investasi tanpa pemahaman yang memadai.<\/p>\n \u201cKalau belum paham, jangan masuk. Kenali, pahami, baru kemudian mengambil keputusan investasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n Sementara itu, dalam sambutannya, Sutaryo menyampaikan bahwa perkembangan teknologi keuangan dan aset digital, termasuk kripto, semakin pesat dan diminati generasi muda. Ia juga menekankan bahwa sejak 10 Januari 2025, OJK resmi menjadi otoritas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk kripto.<\/p>\n \u201cHingga Februari 2026, jumlah akun kripto di Indonesia telah mencapai lebih dari 21 juta, dengan sekitar 62% pengguna berasal dari kelompok usia 18\u201330 tahun. Ini menunjukkan dominasi generasi muda dalam ekosistem ini,\u201d jelasnya.<\/p>\n Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan pengguna tidak selalu diikuti oleh peningkatan pemahaman. \u201cLiterasi menjadi kunci. Generasi muda perlu memahami tidak hanya potensi, tetapi juga risiko dan aspek legalitas dari aset digital,\u201d ungkapnya.<\/p>\n Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, asosiasi, industri, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan. Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berinovasi.<\/p>\n Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang mendorong peningkatan literasi keuangan digital serta membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial di tengah perkembangan teknologi yang pesat.<\/p>\n Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)<\/em>, khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas Kegiatan Bulan Literasi Kripto: Roadshow to Solo dengan tema \u201cGen Z. Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?\u201d diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 di Aula Gedung Suhardi. Kegiatan ini merupakan […]<\/p>\n","protected":false},"author":3264,"featured_media":40908,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105,465],"tags":[],"class_list":["post-40907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakultas","category-s1_bisnis_digital"],"yoast_head":"\n
<\/p>\n
<\/p>\n
<\/p>\n
<\/p>\n
) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan literasi keuangan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi ekonomi digital.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"