{"id":40896,"date":"2026-04-27T10:34:47","date_gmt":"2026-04-27T03:34:47","guid":{"rendered":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/?p=40896"},"modified":"2026-04-27T14:06:42","modified_gmt":"2026-04-27T07:06:42","slug":"visiting-lecturer-series-prodi-ekonomi-pembangunan-bahas-reimajinasi-perlindungan-sosial-menuju-indonesia-2045","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/visiting-lecturer-series-prodi-ekonomi-pembangunan-bahas-reimajinasi-perlindungan-sosial-menuju-indonesia-2045\/","title":{"rendered":"Visiting Lecturer Series Prodi Ekonomi Pembangunan Bahas Reimajinasi Perlindungan Sosial Menuju Indonesia 2045"},"content":{"rendered":"
Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer Series 2026<\/em> bertajuk \u201cReimajinasi Perlindungan Sosial Indonesia Menuju Visi 2045\u201d<\/em> Kamis (16\/4\/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.<\/p>\n Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FEB UNS.<\/p>\n Acara menghadirkan Sudarno Sumarto, Honorary Senior Research Fellow The SMERU Research Institute serta mantan Visiting Fellow di Center for International Development, Harvard University, sebagai narasumber utama.<\/p>\n Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan arah strategis UNS yang mendorong penguatan kajian berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam isu penanggulangan kemiskinan melalui sistem perlindungan sosial. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi akademik yang lebih luas antara UNS dan narasumber.<\/p>\n Ketua Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D. turut menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kesediaannya berbagi pengetahuan dan pengalaman.<\/p>\n \u201cSemoga momen ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta untuk belajar langsung dari narasumber. Kami sangat bersyukur beliau dapat hadir dan berbagi pada kesempatan ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n Dalam pemaparannya, Sudarno Sumarto menekankan bahwa perlindungan sosial tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan semata, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan kemakmuran, keadilan, dan ketahanan nasional. Ia menggarisbawahi bahwa sistem perlindungan sosial harus dipandang sebagai kebijakan strategis untuk mengurangi kerentanan sepanjang siklus hidup masyarakat.<\/p>\n Materi yang disampaikan mencakup lima aspek utama, yaitu urgensi perlindungan sosial, kondisi aktual di Indonesia, jebakan struktural dan kerentanan, pentingnya kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy<\/em>), serta rancangan masa depan sistem perlindungan sosial. Ia menegaskan bahwa bukti seharusnya menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan, bukan sekadar pelengkap.<\/p>\n Lebih lanjut, Sudarno Sumarto menjelaskan bahwa meskipun Indonesia telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, masih terdapat tantangan signifikan, seperti dominasi sektor informal, keterbatasan fiskal, risiko perubahan iklim, serta tingginya kelompok rentan. Kelompok ini merupakan masyarakat yang berada sedikit di atas garis kemiskinan dan sangat mudah terdampak jika terjadi guncangan ekonomi.<\/p>\n Dalam konteks kebijakan, ia menyoroti empat pertanyaan kunci yang harus dijawab, yaitu jenis bantuan yang tepat, sasaran penerima, mekanisme penyaluran, serta dampak dari program bantuan tersebut. Pemaparan ditutup dengan tiga pilar reformasi strategis, yaitu penguatan manajemen data, peningkatan cakupan dan kepatuhan, serta pemberdayaan ekonomi, yang seluruhnya harus berbasis pada data dan bukti yang kuat.<\/p>\n Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber yang berlangsung dinamis dan konstruktif.<\/p>\n Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals<\/em>), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Melalui penguatan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berbasis bukti, diharapkan Indonesia mampu mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata menuju Visi Indonesia 2045.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer Series 2026 bertajuk \u201cReimajinasi Perlindungan Sosial Indonesia Menuju Visi 2045\u201d Kamis (16\/4\/2026) […]<\/p>\n","protected":false},"author":3264,"featured_media":40932,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105,92],"tags":[],"class_list":["post-40896","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakultas","category-s1_ep"],"yoast_head":"\n
<\/p>\n