{"id":17313,"date":"2021-08-25T06:04:58","date_gmt":"2021-08-25T06:04:58","guid":{"rendered":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/?p=17313"},"modified":"2021-10-19T07:04:33","modified_gmt":"2021-10-19T07:04:33","slug":"entrepreneurship-cukup-power-full-di-dunia-akademik-dan-aktifitas-di-luar-akademik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/entrepreneurship-cukup-power-full-di-dunia-akademik-dan-aktifitas-di-luar-akademik\/","title":{"rendered":"Entrepreneurship Cukup Power Full di Dunia Akademik dan Aktifitas di Luar Akademik"},"content":{"rendered":"
Prodi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS)\u00a0 mengadakan kegiatan Technical Assistance Program Kampus Merdeka-Kewirausahaan: Social Entrepreneurship, Selasa 3 Agustus 2021.\u00a0 Kegiatan yang dihadiri oleh dosen dan juga mahasiswa dari berbagai prodi itu menghadirkan Melia Famiola, STP, MT, Ph.D,\u00a0 Dosen School of Business and Management ITB.<\/p>\n
Di awal presentasinya, Melia, Ph.D mengenalkan lebih detil tentang social entrepreneur\u00a0dan banyak bercerita tentang pengalaman orang-orang yang menggelutinya. Menurutnya, isu social entrepreneur<\/em> lahir dengan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh beberapa orang. Semua orang yang melakukan social entrepreneur<\/em> pastilah orang cerdas karena tidak mudah bagi mereka untuk melihat celah dari kegiatan sosialnya untuk menghasilkan sesuatu perubahan bagi orang lain dan ada perputaran ekonomi.<\/p>\n \u201cInilah alasannya, hari ini \u00a0entrepreneurship menjadi cukup memiliki kekuatan yang penuh dalam dunia akademik juga aktifitas di luar, bahkan bisnis-bisnis yang berjalan sudah sekian lama kemudian \u00a0di direct<\/em> untuk bisa mengambil apa isu kontribusi mereka terhadap SDGs, apakah dalam hal mengurangi kemiskinan, mengurangi kelaparan, mengatasi kesehatan, mengatasi masalah lingkungan \u00a0dan berbagai masalah di sekitar kita.\u201d jelasnya.<\/p>\n Lebih lanjut dikatakan, elemen penting dari social entrepreneur<\/em> menurut portales ada empat hal.\u00a0 Dalam social entrepreneur<\/em>, harus ada social mission<\/em> kemudian dibalut dengan systemic change<\/em>. Agar social mission<\/em> menciptakan systemic change<\/em> harus digali dengan aktifitas sosial dan aktifitas ekonomi. Tujuan akhirnya adalah bagaimana menciptakan sebuah impact<\/em>, sesuatu yang positif.<\/p>\n Sedangkan atribut social entrepreneur meliputi social motivation, economic\u00a0 intelligence, courage serta quick<\/em> and<\/em> alternative thinking<\/em>.<\/p>\n Seorang social entrepreneur<\/em> adalah orang yang memiliki misi sosial, punya empati, punya interest sosial tertentu. Impact<\/em> tidak akan terjadi hanya melakukan charity<\/em> atau kegiatan amal, namun harus melakukan change<\/em>, bagaimana orang hingga bisa berubah ke arah positif sesuai dengan diharapkannya.<\/p>\n Selain itu, yang dimiliki social entrepreneur <\/em>adalah economic intelligence<\/em> yakni kemampuan melihat peluang bisnisnya.<\/p>\n Dua karakter lain yang dimiliki social entrepreneur<\/em> adalah courage<\/em>, orang yang berani mengambil keputusan yang sulit. Keberanian seorang social entrepreneur<\/em> bahkan harus melebihi\u00a0 orang yang melakukan bisnis tertentu saja karena terkadang \u00a0nilai sosial yang diangkat itu menurut kita tidak ada nilai ekonominya, lebih banyak charitynya, tapi seorang \u00a0social entrepreneur<\/em> harus berani mengambil itu dan harus kreatif mencari strategi ekonominya, punya nyali yang lebih kuat dari seorang entrepreneur biasa.<\/p>\n Sedangkan atribut quick<\/em> and<\/em> alternative thinking, <\/em>ketika kita berhadapan dengan komunitas, berhadapan dengan banyak perilaku orang, kita harus beradaptasi mencari strategi bagaimana bisa melakukan \u00a0perubahan.<\/p>\n Sementara itu, Melia, Ph.D menyampaikan ada tiga hal yang diperlukan dalam hal pengembangan kompetensi kampus merdeka kewirausahaan berbasis social entrepreneur<\/em> yakni perubahan mindset, ekosistem pendidikan sebagai institusi pengembangan kewirausahaan dan peran baru kampus sebagai ope.<\/p>\n Selanjutnya, ekosistem pendidikan kewirausahaan dibangun dengan tiga peran yaitu stimulation, supporting<\/em> dan sustainability<\/em>. Stimulation<\/em> meliputi pendidikan kewirausahaan, pelatihan motivasi, bantuan dan bimbingan dalam memilih produk dan menyiapkan laporan proyek, pengembangan produk dan proses, membuat forum wirausaha dan pengakuan keterampilam.<\/p>\n Supporting<\/em> berupa bantuan pendanaan, penyediaan tempat berkeja (working space<\/em>), bimbingan, \u00a0mendapatkan bantuan hukum, dan menyediakan fasilitas umum lainnya. Sedangkan untuk sustainability<\/em> berupa bantuan modernisasi, pembiayaan tambahan untuk pemanfaatan kapasitas, pemesanan produk, pengujian kualitas dan peningkatan layanan serta fasilitas umum berbasis kebutuhan. (Humas FEB)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":" Prodi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS)\u00a0 mengadakan kegiatan Technical Assistance Program Kampus Merdeka-Kewirausahaan: Social Entrepreneurship, Selasa 3 Agustus 2021.\u00a0 Kegiatan yang dihadiri oleh dosen […]<\/p>\n","protected":false},"author":129,"featured_media":17316,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105,93],"tags":[],"class_list":["post-17313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fakultas","category-s1_mnj"],"yoast_head":"\n
<\/p>\n