{"id":12557,"date":"2020-03-02T07:18:26","date_gmt":"2020-03-02T07:18:26","guid":{"rendered":"http:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/?p=12557"},"modified":"2020-03-02T07:18:26","modified_gmt":"2020-03-02T07:18:26","slug":"perempuan-berdaya-percepat-perkembangan-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/feb.uns.ac.id\/feb\/perempuan-berdaya-percepat-perkembangan-negeri\/","title":{"rendered":"Perempuan Berdaya, Percepat Perkembangan Negeri"},"content":{"rendered":"
Sensus penduduk di tahun 2010 menunjukkan bahwa \u00a0jumlah perempuan hampir separuh (49,7 %) dari jumlah keseluruhan penduduk di Indonesia. Dari jumlah itu, jika \u00a0diberdayakan, wanita yang \u201cempower\u201d akan sangat mempengaruhi negeri.<\/p>\n
Hal itu disampaikan Dra. Ningsih Hariyanto, salah satu narasumber di Seminar yang diselenggarakan oleh \u00a0Program Studi S2 Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), \u00a0Kamis, 27\/2\/2020 di Aula Gedung 3 FEB UNS.<\/p>\n
Perempuan sangat memegang peranan penting, \u00a0mampu melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan (multitasking).<\/p>\n
\u201cJika dari \u00a049,7% perempuan itu berdaya maka percepatan perkembangan negeri ini luar biasa. Perempuan yang mampu mengoptimalkan keunikan masing-masing yang dikaruniakan Tuhan kepadanya, akan menjadi pendorong yang hebat dan sangat mempengarui 50,3% sisanya\u201d jelasnya di acara yang bertema Empower Women, Empower Nation,<\/p>\n
Lebih lanjut dikatakan, setiap orang memiliki keunikan masing-masing yang berbeda antara satu dengan yang lain. Keunikan diri terbentuk dari sinergi beberapa hal, diantaranya adalah adanya peran orang-orang terdekat, kepribadian, kekuatan dan kelemahan diri, pengalaman hidup serta kemampuan dan keterampilan.<\/p>\n
Keunikan yang dimiliki setiap orang tidak akan ada yang sama persis, maka hiduplah dengan keunikan masing-masing, dan arahkan kepada nilai-nilai yang baik.<\/p>\n
Tetapi kebanyakan perempuan tidak seperti yang kita harapkan. Banyak perempuan menghadapi tantangan dari dalam, \u00a0memiliki pemikiran seperti “sampah”. \u00a0Ada rasa kecewa, pikiran negatif, merasa tak berharga, mencari identitas diri, perasaan tertolak, trauma masa lalu, \u00a0hanya sekedar “konco wingking “. Ketika ada pemikiran negatif dalam dirinya akan melihat orang lain juga negatif.<\/p>\n
Padahal sesungguhnya perempuan adalah pribadi yang bernilai. \u00a0Dalam dirinya harus ditumbuhkan pemikiran bahwa \u00a0ada sebuah keberhargaan dan keunikan yang harus dimainkan secara maksimal,<\/p>\n
Sementara itu, Kristrianti Puji Rahayu, S.E., MBA, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa perempuan dengan tingkat literasi keuangan yang baik membuka kesempatan lebih besar untuk memperoleh akses keuangan (inklusi).<\/p>\n
Dari hasil penelitian, perempuan yang memiliki akses ke keuangan cenderung tidak hanya menghabiskannya untuk keperluan pribadi, tetapi lebih kepada keperluan rumah tangga dan anak. Pada akhirnya, peningkatan jumlah perempuan yang memiliki akses ke keuangan berkontribusi positif terhadap pengentasan kemiskinan .<\/p>\n
OJK \u00a0banyak memberikan literasi keuangan kepada wanita tetapi secara statistik literasinya masih dibawah laki-laki, demikian juga inklusinya. Sangat penting bagi wanita dalam hal mengelola keuangan dan memberdayakan diri secara ekonomi.<\/p>\n
Untuk memaksimalkannya, \u00a0OJK telah menjalankan program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai instansi, lembaga, universitas. Di level universitas, salah satunya dapat diwujudkan dalam kerja sama program KKN. OJK juga menyediakan informasi dalam platform yang dekat dan mudah diakses oleh masyarakat serta mengikuti isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat.<\/p>\n
Melalui terselenggaranya seminar yang dihadiri oleh hampir 300 peserta, Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Dr. Ir.Ahmad Yunus, MS, berharap peserta mendapatkan \u00a0pemahaman tentang \u201cempower women\u201d yang mampu menjadi \u201cempower\u00a0 nation\u201d.<\/p>\n
Selain itu, kegiatan ini juga mampu mengembangkan kerjasama khususnya dalam perkembangan dan proses pembentukan kurikulum sesuai dengan yang digaungkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan \u00a0RI, menjadikan pihak industri dan lembaga lain sebagai mitra pembelajaran di kampus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"
Sensus penduduk di tahun 2010 menunjukkan bahwa \u00a0jumlah perempuan hampir separuh (49,7 %) dari jumlah keseluruhan penduduk di Indonesia. Dari jumlah itu, jika \u00a0diberdayakan, wanita yang \u201cempower\u201d akan sangat mempengaruhi […]<\/p>\n","protected":false},"author":129,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[105,101],"tags":[],"class_list":["post-12557","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fakultas","category-s2_mm"],"yoast_head":"\n