s2_mesp Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s2_mesp/ Knowledge for Prosperity Thu, 18 Jun 2026 05:59:46 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png s2_mesp Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s2_mesp/ 32 32 Dari Limbah Menjadi Nilai Tambah, Mahasiswa MESP UNS Belajar Ekonomi Sirkular di UMKM Desa Berjo https://feb.uns.ac.id/feb/dari-limbah-menjadi-nilai-tambah-mahasiswa-mesp-uns-belajar-ekonomi-sirkular-di-umkm-desa-berjo/ Thu, 18 Jun 2026 05:57:44 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41483 Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak mahasiswa belajar langsung mengenai praktik ekonomi sirkular melalui kunjungan ke Minions Winner Sumber […]

Artikel Dari Limbah Menjadi Nilai Tambah, Mahasiswa MESP UNS Belajar Ekonomi Sirkular di UMKM Desa Berjo pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak mahasiswa belajar langsung mengenai praktik ekonomi sirkular melalui kunjungan ke Minions Winner Sumber Echo di Desa Berjo, Kabupaten Karanganyar, Rabu (16/6/2026).

Rombongan diterima langsung oleh pemilik usaha kripik pisang, Rifal Afandi, alumni S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS angkatan 2021, yang mengembangkan usaha pengolahan pisang dengan prinsip pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

Assoc. Prof. Dr. Lin Woon Leong dari Taylor’s University Malaysia juga turut di kegiatan tersebut untuk melihat secara langsung bagaimana konsep ekonomi sirkular diterapkan dalam aktivitas usaha masyarakat.

Assoc. Prof. Dr. Lin Woon Leong menilai Minions Winner Sumber Echo sebagai sebuah hidden gem atau permata tersembunyi.

Menurutnya, usaha yang berada di wilayah pedesaan tersebut menunjukkan bahwa UMKM mampu menciptakan nilai tambah yang tinggi melalui penerapan ekonomi sirkular.

“Kita mungkin mengira mereka hanya memproduksi makanan, tetapi ternyata mereka juga melakukan proses daur ulang yang luar biasa terhadap bahan-bahan yang ada. Ini sangat menarik karena dikembangkan oleh UMKM di daerah pedesaan, namun mampu menghasilkan nilai yang tinggi, terutama dalam penerapan ekonomi sirkular,” ujarnya.

Prof. Lin menjelaskan bahwa terdapat tiga praktik utama ekonomi sirkular yang terlihat di lokasi, yakni less waste, redesign, dan value creation. Hampir seluruh bagian dari pisang dapat dimanfaatkan, mulai dari buah hingga kulitnya, sehingga limbah yang dihasilkan sangat minim. Selain itu, pendekatan yang digunakan relatif sederhana dan tidak memerlukan teknologi tinggi, namun tetap mampu menciptakan nilai bagi masyarakat melalui produk yang dihasilkan.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam mendorong keberlanjutan UMKM. Menurutnya, dukungan berupa subsidi, regulasi, dan kebijakan yang memadai sangat dibutuhkan agar usaha-usaha seperti ini dapat terus berkembang.

Terkait pengembangan usaha, Prof. Lin menekankan bahwa penguatan merek atau branding menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Menurutnya, teknologi sederhana sudah cukup dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, namun usaha tetap memerlukan identitas dan merek yang kuat agar semakin dikenal oleh masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM. Menurutnya, kedua pihak memiliki peran yang sama penting dalam mendorong pengembangan ekonomi sirkular. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset dan pengembangan, khususnya pada aspek pemasaran, penguatan merek, serta penyempurnaan proses ekonomi sirkular, sementara implementasinya dilakukan oleh pelaku usaha.

Sementara itu, Kaprodi MESP FEB UNS, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan industri ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai implementasi ekonomi sirkular di masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat melihat secara nyata potensi ekonomi sirkular yang dapat dikembangkan dan menjadi inspirasi dalam pembelajaran maupun penelitian.

“Kami ingin mahasiswa melihat langsung bagaimana ekonomi sirkular diterapkan di masyarakat. Ternyata ada potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan dapat menjadi contoh bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular,” jelasnya.

Pemilihan Minions Winner Sumber Echo sebagai lokasi kunjungan juga didasarkan pada nilai-nilai yang ditemukan dalam proses produksinya. Jika selama ini masyarakat lebih banyak memanfaatkan buah pisang, di tempat tersebut berbagai bagian lain, termasuk kulit pisang dan hasil samping proses produksi, turut dimanfaatkan sehingga hampir tidak ada limbah yang tersisa.

Menurut Prof. Suryanto, pengalaman lapangan seperti ini diharapkan dapat mendorong lahirnya ide-ide kreatif mahasiswa untuk dituangkan dalam tugas akhir maupun karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi MESP UNS dalam mendampingi pengembangan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

Ia berharap pengembangan ekonomi sirkular dapat terus diperkuat melalui pembelajaran, penelitian, dan pendampingan yang berkelanjutan. Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan model usaha berbasis ekonomi sirkular diharapkan mampu mendukung pemberdayaan masyarakat, membuka peluang kerja, serta meningkatkan produktivitas warga sekitar. Semakin banyak usaha serupa yang tumbuh dan melibatkan masyarakat lokal, semakin besar pula dampak yang dapat dihasilkan bagi kesejahteraan masyarakat.

Melalui pembelajaran langsung mengenai pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan dan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pelaku UMKM, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Artikel Dari Limbah Menjadi Nilai Tambah, Mahasiswa MESP UNS Belajar Ekonomi Sirkular di UMKM Desa Berjo pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Visiting Lecturer MESP FEB UNS Bahas Peran Ekonomi Sirkular dalam Transformasi Industri https://feb.uns.ac.id/feb/visiting-lecturer-mesp-feb-uns-bahas-peran-ekonomi-sirkular-dalam-transformasi-industri/ Wed, 17 Jun 2026 12:22:10 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41463 Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Lin Woon Leong dari Taylor’s University, Malaysia, dalam kegiatan Visiting […]

Artikel Visiting Lecturer MESP FEB UNS Bahas Peran Ekonomi Sirkular dalam Transformasi Industri pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Lin Woon Leong dari Taylor’s University, Malaysia, dalam kegiatan Visiting Lecturer bertajuk The Role of Circular Economy in Industry, Senin 15 Juni 2026.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Circular Economy Workshop Series bekerja sama dengan CEBCAT Erasmus+ Project tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa pascasarjana FEB UNS.

Kaprodi MESP FEB UNS Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Lin sebagai bagian dari program Visiting Lecturer di UNS.

Menurutnya, pengalaman Prof. Lin sebagai akademisi yang telah menghasilkan berbagai publikasi pada jurnal internasional bereputasi akan memberikan wawasan berharga bagi sivitas akademika, khususnya dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah.

“Kami berharap Prof. Lin dapat berbagi pengalaman mengenai bagaimana membangun dan mengembangkan penelitian yang baik, menyusun proposal penelitian yang berkualitas, serta menulis artikel ilmiah yang baik,” ujar Prof. Suryanto.

Dalam pemaparannya, Prof. Lin mengajak peserta memahami ekonomi sirkular secara lebih mendalam. Ia mengingatkan bahwa meningkatnya perhatian terhadap ekonomi sirkular, SDGs, ESG, dan isu keberlanjutan perlu diikuti dengan pemahaman yang substantif, bukan sekadar mengikuti tren global.

“Saat ini dunia sedang banyak membicarakan ekonomi sirkular, SDGs, ESG, dan keberlanjutan. Namun bagi saya, ketika ingin melakukan sesuatu, hal tersebut harus berasal dari hati dan keyakinan kita sendiri. Jadi, jangan hanya karena semua orang sedang membicarakan ekonomi sirkular lalu kita ikut beralih ke topik ini,” ujarnya.

Menurut Prof. Lin, ekonomi sirkular merupakan pendekatan yang berfokus pada upaya mengurangi limbah melalui desain ulang sistem.

Untuk menjelaskan konsep tersebut, ia mencontohkan program trade-in yang diterapkan Apple. Produk lama yang dikembalikan pelanggan tidak langsung menjadi limbah, melainkan diperbaiki dan diperbarui (refurbished) sehingga dapat dimanfaatkan kembali dan tetap memiliki nilai ekonomi.

Ia menegaskan bahwa ekonomi sirkular tidak hanya berbicara tentang daur ulang, tetapi juga tentang bagaimana mempertahankan nilai produk, material, dan sumber daya selama mungkin melalui inovasi dan perbaikan sistem.

“Jika ingin memahami ekonomi sirkular, mulailah dengan memikirkan bagaimana mengurangi limbah (less waste). Namun bukan hanya sekadar mengurangi limbah, melainkan juga memikirkan bagaimana melakukan desain ulang (redesign),” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Lin menjelaskan bahwa penerapan ekonomi sirkular perlu diawali dengan mengidentifikasi berbagai titik kehilangan nilai (value leakage) dalam organisasi, baik berupa pemborosan material, energi, waktu, maupun sumber daya lainnya.

Dari identifikasi tersebut, perusahaan dapat mengembangkan berbagai strategi untuk meningkatkan efisiensi, memperpanjang umur produk, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan nilai yang lebih berkelanjutan.

Selain membahas implementasi di dunia industri, Prof. Lin juga mendorong peserta untuk melihat ekonomi sirkular sebagai peluang pengembangan riset.

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi industri dapat dikembangkan menjadi pertanyaan penelitian yang relevan sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik bisnis berkelanjutan, khususnya di kawasan ASEAN.

Melalui kegiatan Visiting Lecturer ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai ekonomi sirkular sebagai pendekatan transformasi industri yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga pada penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan melalui desain ulang produk, proses, dan model bisnis.

Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas akademik dan kolaborasi internasional, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan transformasi industri berbasis inovasi, serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui dorongan terhadap efisiensi sumber daya dan pengurangan limbah dalam aktivitas ekonomi.

Artikel Visiting Lecturer MESP FEB UNS Bahas Peran Ekonomi Sirkular dalam Transformasi Industri pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Menjembatani Riset dan Kebijakan Publik, MESP FEB UNS Gelar Workshop Penyusunan Policy Brief Berdampak https://feb.uns.ac.id/feb/menjembatani-riset-dan-kebijakan-publik-mesp-feb-uns-gelar-workshop-penyusunan-policy-brief-berdampak/ Thu, 11 Jun 2026 13:53:46 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41356 Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan workshop strategis bertajuk “Menyusun Policy Brief yang Berdampak bagi Pengambilan Kebijakan Publik” […]

Artikel Menjembatani Riset dan Kebijakan Publik, MESP FEB UNS Gelar Workshop Penyusunan Policy Brief Berdampak pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan workshop strategis bertajuk “Menyusun Policy Brief yang Berdampak bagi Pengambilan Kebijakan Publik” pada Kamis, 11 Juni 2026.

Bertempat di Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS, kegiatan diikuti sivitas akademika, mahasiswa MESP serta perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, hingga Pemkab Wonogiri.

Dalam sambutan pembukanya, Prof. Suryanto, Ketua Program Studi MESP menyampaikan rasa bangganya atas konsistensi program akademik di FEB UNS yang dilaksanakan secara terus-menerus. Sebelumnya, MESP telah sukses menggelar workshop mengenai Environmental Economics bersama narasumber dari UGM.

Ke depan, Prof. Suryanto mengumumkan agenda besar berikutnya pada 15-16 Juni 2026 mendatang. Agenda dua hari tersebut berfokus pada pengembangan Economics Green yang nantinya akan diintegrasikan menjadi sertifikat pendamping jasa atau SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Mahasiswa S2, khususnya dari MESP, diminta segera meregistrasikan diri.

Terkait workshop hari ini, Prof. Suryanto menekankan pentingnya penguasaan penulisan policy brief (risalah kebijakan) bagi akademisi maupun praktisi pemerintahan di Solo, Sragen, maupun Wonogiri.

“Kami berharap kegiatan ini bisa ada kelanjutannya atas arahan dan harapan penuh dari Ibu Wakil Dekan (Wadek). Kami memohon partisipasi serius dari Bapak, Ibu, dan adik-adik mahasiswa. Siapa tahu nanti jika disetujui, kita rencanakan policy brief ini bisa menjadi salah satu opsi pengganti tesis bagi mahasiswa S2,” ujar Prof. Suryanto.

Sebagai pengantar materi, Dr. Erda Rindrasih, S.Si., MURP, narasumber dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa kebijakan pada hakikatnya adalah sebuah keputusan (decision). Mengutip adagium, “policy is whatever government choose to do or not to do. It is what government do.” Ia mengingatkan para peserta agar mampu memetakan persoalan ke dalam tingkatan yang tepat: operasional, teknis, strategis, politis, hingga etis yang melampaui sekat politik (beyond politics).

“Kita harus belajar meletakkan solusi sesuai dengan porsi masalahnya. Sering kali kita terjebak meributkan hal operasional kecil—seperti isu adanya belatung di makanan Makanan Bergizi Gratis (MBG)—padahal masalahnya bisa jadi ada di tingkat teknis supply chain, desain strategis yang salah dari awal, atau bahkan di ranah penganggaran (politis). Jangan sampai isunya operasional, tapi solusinya politis. Jangan menepuk nyamuk dengan bom nuklir,” tegas Dr. Erda.

Ia juga mencontohkan bagaimana aspek etis memiliki tantangan global yang rumit karena perbedaan nilai (values) antar-daerah atau negara, seperti pandangan terhadap LGBT yang sudah diterima di luar negeri namun belum bisa diterima di Indonesia.

Prinsip Policy Brief: Selembar Risalah Ringan Teman Minum Kopi

Lebih lanjut, Dr. Erda meluruskan miskonsepsi yang sering terjadi di lapangan di mana istilah policy brief sering kali tertukar dengan policy paper, makalah kebijakan, atau artikel kebijakan. Policy brief atau risalah kebijakan memiliki karakteristik yang sangat spesifik: ringkas (4 hingga maksimal 8 halaman), dikemas secara ringan agar selesai dibaca dalam waktu 5-7 menit saja sambil minum kopi, serta menggunakan bahasa non-spesialis yang mudah dipahami layaknya anak kelas 2 SMP tanpa jargon asing yang rumit.

Untuk menyusun policy brief yang baik, Dr. Erda mengajak peserta melatih cara berpikir terstruktur melalui simulasi kasus kemandirian farmasi:

  1. Memahami Isu Strategis: Mendaftar masalah krusial di permukaan. Contohnya, tingginya impor bahan baku membuat industri farmasi nasional belum mandiri, sehingga jika harga bensin (Pertalite/Pertamax) naik, harga obat lokal rawan terdampak dan kalah saing dengan obat impor.
  2. Bergeser ke Akar Masalah: Menemukan alasan fundamental di balik isu tersebut, seperti regulasi yang belum sejalan atau dukungan anggaran pemerintah yang belum optimal.
  3. Merumuskan Rekomendasi: Menghasilkan argumen berbasis bukti (evidence-based) yang sistematis sebagai alat advokasi kebijakan publik.

Dukungan Terhadap Pencapaian SDGs

Melalui luaran konkret berupa draf policy brief dari para dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi daerah yang hadir, kegiatan yang diinisiasi oleh FEB UNS ini secara tidak langsung turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals / Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Terutama pada SDGs Target 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kemandirian sektor kesehatan/farmasi), SDGs Target 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDGs Target 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat antara akademisi perguruan tinggi dan pemerintah daerah (Pemkot Solo, Pemkab Sragen, dan Pemkab Wonogiri).

Artikel Menjembatani Riset dan Kebijakan Publik, MESP FEB UNS Gelar Workshop Penyusunan Policy Brief Berdampak pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
MESP FEB UNS Adakan Pelatihan Penerapan GIS, Perkuat Riset Ekonomi Pembangunan https://feb.uns.ac.id/feb/mesp-feb-uns-adakan-pelatihan-penerapan-gis-perkuat-riset-ekonomi-pembangunan/ Thu, 21 May 2026 08:00:38 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41067 Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan Penerapan Geographic Information System (GIS) dalam Riset Ekonomi, Rabu (13/5/2026) di Ruang […]

Artikel MESP FEB UNS Adakan Pelatihan Penerapan GIS, Perkuat Riset Ekonomi Pembangunan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan Penerapan Geographic Information System (GIS) dalam Riset Ekonomi, Rabu (13/5/2026) di Ruang Telekonferen  Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa MESP FEB UNS menghadirkan narasumber Dr. Fafurida, S.E., M.Sc.

Ketua Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS, Suryanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan workshop lanjutan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pendekatan spasial dalam penelitian ekonomi.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran kembali Dr. Fafurida di lingkungan FEB UNS untuk berbagi pengalaman dan wawasan terkait penelitian spasial.

“Terima kasih, selamat datang kembali ke kampus UNS. Dulu pernah memberikan materi GIS dan sekarang kembali lagi ke kampus untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa,” katanya.

Menurut Prof. Suryanto, Program MESP FEB UNS ingin mendorong pengembangan metode penelitian yang tidak hanya berfokus pada pendekatan ekonometrika konvensional, tetapi juga memanfaatkan pendekatan spasial yang semakin relevan dalam kajian pembangunan wilayah.

“Di Prodi MESP, kami ingin kegiatan penelitian tidak hanya terkait alat analisis tradisional seperti ekonometrika. Pendekatan-pendekatan spasial juga perlu dipelajari karena memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam melihat fenomena pembangunan,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian maupun artikel ilmiah yang berkualitas dan berpotensi dipublikasikan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap mahasiswa bisa memperoleh tips dan trik dalam membuat penelitian dan artikel ilmiah yang baik, termasuk memahami peluang publikasi hasil riset,” tambahnya.

Dalam materi pelatihan, Dr. Fafurida menyampaikan materi terkait pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dalam penelitian ekonomi pembangunan, mulai dari konsep dasar GIS, data spasial, teknik analisis spasial, hingga integrasi GIS dengan ekonometrika spasial.

Dijelaskan bahwa pembangunan pada dasarnya merupakan fenomena yang berdimensi ruang sehingga analisis ekonomi memerlukan perspektif spasial agar dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Ia menekankan bahwa ketimpangan pembangunan, aksesibilitas layanan publik, hingga konsentrasi aktivitas ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan lokasi geografis suatu wilayah.

Materi juga membahas berbagai teknik analisis spasial seperti spatial autocorrelation, kernel density estimation (KDE), overlay analysis, buffer analysis, hingga network analysis yang dapat digunakan untuk penelitian kemiskinan, ketimpangan regional, aksesibilitas infrastruktur, pengembangan desa wisata, hingga konsentrasi UMKM.

Selain pemaparan konsep, peserta juga diperkenalkan pada berbagai studi kasus penerapan GIS dalam ekonomi pembangunan, seperti pemetaan desa wisata, analisis klaster pariwisata, perencanaan pembangunan wilayah, hingga pemetaan prioritas pembangunan berbasis aksesibilitas dan indikator ekonomi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen MESP FEB UNS dalam meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa melalui pendekatan multidisipliner dan berbasis data spasial, sekaligus mendukung pengembangan riset yang lebih aplikatif bagi perumusan kebijakan pembangunan wilayah.

Pelatihan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas, poin 9 tentang inovasi dan infrastruktur, serta poin 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan.

Artikel MESP FEB UNS Adakan Pelatihan Penerapan GIS, Perkuat Riset Ekonomi Pembangunan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi MESP FEB UNS Review Kurikulum, Perkuat Pembelajaran Berbasis Data dan Tantangan Pembangunan https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-mesp-feb-uns-review-kurikulum-perkuat-pembelajaran-berbasis-data-dan-tantangan-pembangunan/ Tue, 16 Dec 2025 04:01:18 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39776 Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum MESP, Kamis, 4 Desember 2025 di Ruang Telekonferen Gedung […]

Artikel Prodi MESP FEB UNS Review Kurikulum, Perkuat Pembelajaran Berbasis Data dan Tantangan Pembangunan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum MESP, Kamis, 4 Desember 2025 di Ruang Telekonferen Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya berkelanjutan Prodi MESP dalam memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan pembangunan nasional dan daerah.

Ketua Program Studi MESP FEB UNS, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si menegaskan bahwa review kurikulum menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pembelajaran di jenjang magister.

Kurikulum MESP diarahkan agar tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga aplikatif dan berbasis data, sehingga lulusan mampu berkontribusi nyata dalam perumusan dan evaluasi kebijakan pembangunan.

Kegiatan ini menghadirkan Mulyo Widodo dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai narasumber yang memaparkan keterkaitan mata kuliah MESP dengan indikator statistik strategis.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa mata kuliah seperti Ekonomi Mikro dan Makro Madya, Ekonometrika, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Regional, hingga Ekonomi SDA dan Lingkungan berperan penting dalam membekali mahasiswa kemampuan analisis terhadap isu inflasi, PDRB, kemiskinan, ketimpangan, pengangguran, IPM, serta indikator pembangunan berkelanjutan.

Narasumber lainnya, Amirullah Setya Hardi, menyampaikan materi mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi MESP FEB UNS.

Ia menjelaskan bahwa RPL memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja. Sesuai dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, mahasiswa MESP berpeluang mengajukan rekognisi hingga 21 SKS dari total 56 SKS beban studi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas penguatan capaian pembelajaran lulusan, kekhasan kurikulum MESP FEB UNS, serta penajaman isu-isu strategis seperti pembangunan berkelanjutan, kelembagaan, sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi serta data statistik. Forum ini juga menyoroti pentingnya kurikulum yang adaptif bagi mahasiswa fresh graduate maupun profesional.

Melalui kegiatan ini, Prodi MESP FEB UNS berharap mampu terus menghasilkan lulusan magister yang kompeten, kritis, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah.

Kegiatan review kurikulum ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui penguatan pendidikan ekonomi dan kebijakan berbasis data.

Artikel Prodi MESP FEB UNS Review Kurikulum, Perkuat Pembelajaran Berbasis Data dan Tantangan Pembangunan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Tingkatkan Daya Saing Program Pascasarjana, FEB UNS Bahas Kurikulum RPL MESP https://feb.uns.ac.id/feb/tingkatkan-daya-saing-program-pascasarjana-feb-uns-bahas-kurikulum-rpl-mesp/ Mon, 20 Oct 2025 06:00:41 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38674 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Pembahasan Draf Kurikulum Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) pada Kamis, 16 […]

Artikel Tingkatkan Daya Saing Program Pascasarjana, FEB UNS Bahas Kurikulum RPL MESP pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Pembahasan Draf Kurikulum Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) pada Kamis, 16 Oktober 2025 di Laboratorium Project Based Learning (PBL) Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

Kegiatan dibuka oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, dan dihadiri oleh Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. selaku Ketua Program Studi MESP, Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si. Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS yang bergabung secara daring, serta dosen-dosen MESP FEB UNS.

Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memfasilitasi Prodi MESP untuk mempersiapkan pembukaan Program RPL.

“RPL adalah pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang telah diperoleh seseorang melalui pengalaman kerja sebelumnya. Saat ini, FEB telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan RPL di tingkat S1, seperti pada Prodi Akuntansi yang menerima mahasiswa dari BPKP. Untuk jenjang S2, kita merancang RPL berbasis pencapaian kredit dari portofolio pekerjaan, bukan sekadar transfer kredit,” jelas Prof. Tri.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa potensi kerja sama melalui RPL sangat besar, baik dengan instansi pemerintah maupun lembaga profesional. Dengan adanya RPL, program studi dapat menjaring mahasiswa dari kalangan praktisi yang memiliki pengalaman relevan, sehingga tidak hanya meningkatkan jumlah mahasiswa, tetapi juga memperkaya interaksi akademik di kelas.

“Pertimbangan pengembangan RPL ini bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga agar program studi dikelola secara lebih ekonomis. Beberapa prodi masih menghadapi tantangan dari sisi jumlah mahasiswa. Dengan RPL, kita berharap dapat meningkatkan daya tarik program, memperluas jejaring kerja sama, dan membuat kurikulum lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., Kaprodi MESP menjelaskan bahwa pembahasan ini menjadi bagian dari upaya pembaruan kurikulum untuk memperkuat daya saing program magister di FEB UNS.

“Kita memang masih tertinggal dari Magister Manajemen dalam hal penerimaan mahasiswa. Karena itu, selain program reguler dan fast track yang sudah berjalan, RPL menjadi alternatif penting bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi profesional,” ujar Prof. Suryanto.

Ia menambahkan, model RPL di MESP akan membuka kesempatan bagi lulusan S1 Ekonomi maupun non-ekonomi yang memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun, khususnya di bidang perencanaan, kebijakan publik, atau ekonomi daerah. Melalui mekanisme asesmen dan portofolio, pengalaman kerja peserta akan diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran sesuai standar akademik.

Diskusi yang dipandu secara interaktif ini juga menghadirkan masukan substantif dari LPPMP UNS terkait tata kelola akademik dan ketentuan administratif RPL, mulai dari syarat pendaftaran, penentuan credit recognition, hingga proses verifikasi dokumen portofolio peserta.

Dengan adanya pembahasan draf kurikulum ini, Prodi MESP diharapkan dapat segera membuka jalur RPL pada semester genap tahun akademik 2025/2026. Program ini akan memperluas akses pendidikan tinggi bagi para profesional, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perencanaan dan kebijakan ekonomi.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran yang inklusif dan pengakuan terhadap pembelajaran nonformal; serta SDG 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas tenaga kerja profesional di sektor publik dan ekonomi pembangunan.

Artikel Tingkatkan Daya Saing Program Pascasarjana, FEB UNS Bahas Kurikulum RPL MESP pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-luncurkan-buku-pedoman-akademik-untuk-sarjana-magister-dan-doktor/ Fri, 03 Oct 2025 09:44:40 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38256 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025. Acara ini berlangsung secara daring […]

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

“Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Life Cycle Assessment Seri 2 https://feb.uns.ac.id/feb/program-studi-magister-ekonomi-dan-studi-pembangunan-feb-uns-gelar-workshop-life-cycle-assessment-seri-2/ Wed, 24 Sep 2025 15:13:53 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38001 Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Life Cycle Assessment (LCA) Seri ke-2 pada Selasa, 23 September 2025, […]

Artikel Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Life Cycle Assessment Seri 2 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Life Cycle Assessment (LCA) Seri ke-2 pada Selasa, 23 September 2025, di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

Workshop  diikuti oleh mahasiswa Program Magister MESP dan menghadirkan narasumber Akmilatul Maghfiroh, M.Sc., selaku Executive Director Decarbonomics Center. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya dan dirancang untuk memperdalam pemahaman serta pengaplikasian metode LCA dalam konteks ekonomi berkelanjutan.

LCA adalah metode analisis yang digunakan untuk menilai dampak lingkungan dari suatu produk, jasa, atau aktivitas mulai dari tahap produksi hingga akhir siklus hidupnya. Dalam konteks ekonomi hijau, LCA berperan penting dalam mengukur efisiensi energi dan sumber daya, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan berbasis green economy dan circular economy.

Ketua Program Studi MESP, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.S., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai aplikasi LCA dalam bidang ekonomi.

Ini merupakan kali kedua kita membahas LCA secara lebih praktis. Harapannya, mahasiswa dapat memahami bagaimana LCA dapat diterapkan di bidang ekonomi, serta memanfaatkan berbagai perangkat LCA yang bersifat open source” ujar Prof. Suryanto.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam workshop ini untuk memperoleh wawasan baru mengenai ekonomi lingkungan. Prof. Suryanto mengapresiasi kehadiran narasumber dan berharap agar dapat mendampingi mahasiswa dalam memahami teknik dan strategi penggunaan LCA secara lebih efektif.

Kegiatan workshop ini sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mendorong pemahaman dan penerapan LCA sebagai alat untuk mendukung praktik ekonomi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Artikel Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Life Cycle Assessment Seri 2 pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Prodi S2 Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/lamemba-lakukan-asesmen-lapangan-pada-prodi-s2-ekonomi-dan-studi-pembangunan-feb-uns/ Tue, 22 Jul 2025 00:54:37 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=36284 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) pada Selasa-Rabu, 8-9 Juli 2025 di Ruang Sidang […]

Artikel LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Prodi S2 Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) pada Selasa-Rabu, 8-9 Juli 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

Kunjungan tim asesor, Prof. Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., dari Universitas Surabaya dan Prof. Ida Bagus Putu Purbadharmaja, S.E., M.E., dari Universitas Udayana dalam rangka asesmen lapangan Program Studi S2 Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS.

Dalam sambutannya dihadapan Dekanat, Kaprodi S2 Ekonomi dan Studi Pembangunan, Unit Penjaminan Mutu (UPM) serta Tim Taskforce Akreditasi, Prof. Suyanto menyampaikan bahwa kehadiran asesor adalah untuk mengonfirmasi beberapa hal yang tertuang dalam borang akreditasi prodi.

“Jadi, semua hal yang tertulis disana, tidak boleh hanya narasi tapi harus ada bukti. Bukti yang Ibu Bapak bisa tunjukkan meliputi regulasi dan bukti pelaksanaan. Kami akan bekerja cukup detil, jadi Ibu Bapak nanti akan harus konsisten jawabannya. nanti kita akan memberikan semua lembaran yang kita potret di lapangan. Biasanya di lapangan lebih cantik, Ibu Bapak, mohon nanti kerjanya semakin cepat, semakin baik.” tuturnya.

Dalam asesmen tersebut, sesi wawancara dilaksanakan oleh asesor Prof. Ida Bagus Putu Purbadharmaja. Wawancara dilakukan secara bertahap kepada user, alumni, dosen, dan mahasiswa pada hari pertama asesmen.

Hari kedua asesmen dilaksanakan peninjauan ke fasilitas FEB di

antaranya ruang Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M), ruang Fiscal Corner, ruang profesor, ruang arsiparis, ruang kelas, Aula Konimex, ruang kerja mahasiswa, dan Laboratorium Komputer. Dilanjutkan sesi penyampaian feedback, penandatangan berita acara asesmen lapangan dilanjutkan penutupan.

Kunjungan asesor LAMEMBA untuk akreditasi Prodi S2 Ekonomi dan Studi Pembangunan merupakan bentuk nyata komitmen terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena akselerasi dalam meningkatkan mutu akademik dan sistem penjaminan mutu akan menghasilkan lulusan yang kompeten, relevan, dan siap bersaing. Proses ini mendukung upaya penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif dan berstandar tinggi.

Artikel LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan pada Prodi S2 Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Tiga Mahasiswa FEB Asal Libya Latih Pengurus PKK Mangkubumen di Pengabdian Masyarakat Internasional MESP https://feb.uns.ac.id/feb/tiga-mahasiswa-feb-asal-libya-latih-pengurus-pkk-mangkubumen-di-pengabdian-masyarakat-internasional-mesp/ Mon, 09 Sep 2024 09:01:52 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=31895 Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS)  dari Libya yakni Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, dan Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan memberikan pelatihan memasak […]

Artikel Tiga Mahasiswa FEB Asal Libya Latih Pengurus PKK Mangkubumen di Pengabdian Masyarakat Internasional MESP pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS)  dari Libya yakni Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, dan Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan memberikan pelatihan memasak kepada lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

Ketiganya melatih cara memasak masakan asal Libya Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia.

Kegiatan ini merupakan agenda dari Program Studi (Prodi) Magister Ekonomi Studi Pembangunan (MESP) UNS dengan tema Pelatihan Arabian Food: Inovasi Kuliner melalui Diversifikasi Produk Arabian Food untuk UMKM Kuliner Mangkubumen.

Mientansih, Ketua PKK Mangkubumen dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FEB UNS,  yang telah memberikan pengetahuan kepada para Ibu-Ibu tentang masakan dari luar negeri, Libya.

“Harapannya, dengan demo masakan dari Libya, Ibu-Ibu bisa mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya, nanti melihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa, bisa meniru dan kalo bisa juga untuk dijual. Ini dari unit PKK juga ada dapur masak semoga saling bertukar pengetahuan, terima kasih kepada mahasiswa UNS juga telah membantu” ungkap Ibu yang telah berusia  81 tahun itu.

Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi MESP sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

“Kegiatan ini untuk pengembangan kewirausahaan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S-1, S-2 dan S-3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

“Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.

Artikel Tiga Mahasiswa FEB Asal Libya Latih Pengurus PKK Mangkubumen di Pengabdian Masyarakat Internasional MESP pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>