s1_bisnis_digital Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_bisnis_digital/ Knowledge for Prosperity Tue, 05 May 2026 06:23:24 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png s1_bisnis_digital Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/s1_bisnis_digital/ 32 32 Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/gen-z-melek-finansial-atau-sekadar-ikut-tren-roadshow-bulan-literasi-kripto-hadir-di-feb-uns/ Mon, 27 Apr 2026 04:15:26 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40907 Kegiatan Bulan Literasi Kripto: Roadshow to Solo dengan tema “Gen Z. Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?” diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 di Aula Gedung Suhardi. Kegiatan ini merupakan […]

Artikel Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kegiatan Bulan Literasi Kripto: Roadshow to Solo dengan tema “Gen Z. Melek Finansial atau Cuma Ikut Tren?” diselenggarakan pada Selasa, 14 April 2026 di Aula Gedung Suhardi.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Bulan Literasi Kripto (BLK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan generasi muda.

Dalam keynote speech, Kepala Departemen Pengawasan IAKD OJK, Dino Milano Siregar, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu mandat utama OJK. Berdasarkan Survei Nasional 2025, indeks literasi keuangan Indonesia berada di angka 66,46%, sementara indeks inklusi mencapai 80,5%.

“Hal ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap layanan keuangan lebih tinggi dibandingkan pemahaman mereka. Padahal, literasi merupakan dasar penting dalam pengambilan keputusan keuangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga mencakup keterampilan dan keyakinan yang memengaruhi perilaku dalam mengelola keuangan, dengan tujuan akhir mencapai kesejahteraan finansial (financial well-being). Oleh karena itu, ia mengingatkan generasi muda untuk tidak terburu-buru terjun ke investasi tanpa pemahaman yang memadai.

“Kalau belum paham, jangan masuk. Kenali, pahami, baru kemudian mengambil keputusan investasi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB menyampaikan bahwa perkembangan teknologi keuangan dan aset digital, termasuk kripto, semakin pesat dan diminati generasi muda. Ia juga menekankan bahwa sejak 10 Januari 2025, OJK resmi menjadi otoritas pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk kripto.

“Hingga Februari 2026, jumlah akun kripto di Indonesia telah mencapai lebih dari 21 juta, dengan sekitar 62% pengguna berasal dari kelompok usia 18–30 tahun. Ini menunjukkan dominasi generasi muda dalam ekosistem ini,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan pengguna tidak selalu diikuti oleh peningkatan pemahaman. “Literasi menjadi kunci. Generasi muda perlu memahami tidak hanya potensi, tetapi juga risiko dan aspek legalitas dari aset digital,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, asosiasi, industri, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan. Kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berinovasi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang edukasi yang mendorong peningkatan literasi keuangan digital serta membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan literasi keuangan dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi ekonomi digital.

Artikel Gen Z, Melek Finansial atau Sekadar Ikut Tren? Roadshow Bulan Literasi Kripto Hadir di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FutureFin Workshop Dorong Kolaborasi Akademik dan Industri Fintech https://feb.uns.ac.id/feb/futurefin-workshop-dorong-kolaborasi-akademik-dan-industri-fintech/ Mon, 20 Apr 2026 08:34:07 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40858 Program Studi S-1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan AdaKami menyelenggarakan FutureFin Workshop, Kamis, 9 April 2026 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar […]

Artikel FutureFin Workshop Dorong Kolaborasi Akademik dan Industri Fintech pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S-1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan AdaKami menyelenggarakan FutureFin Workshop, Kamis, 9 April 2026 di Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi dalam merespons perkembangan pesat sektor keuangan digital.

Dalam sambutannya, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa perubahan drastis dalam kondisi keuangan global akibat percepatan digitalisasi menjadikan fintech sebagai alternatif penting yang bersifat komplementer antara dunia akademik dan industri.

Menurutnya, sektor fintech di Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada sistem pembayaran digital yang tumbuh dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pentingnya agenda inovatif yang melibatkan sektor akademis dan industri.

FEB UNS menghadirkan salah satu platform fintech untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa memperdalam pemahaman teori sekaligus praktik di sektor industri. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu berpikir kritis, menyelesaikan permasalahan kompleks, serta menghadirkan solusi inovatif yang berbasis pada landasan teori yang kuat.

“Kolaborasi dengan industri, seperti AdaKami, merupakan langkah strategis dalam memastikan mahasiswa memiliki kompetensi real-world yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Hal ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam inovasi finansial serta pengambilan keputusan berbasis data” ungkapnya.

Workshop FutureFin tidak hanya berfokus pada pengembangan ide dan solusi kreatif, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan calon pemimpin masa depan di industri fintech. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh eksposur lebih luas terhadap sektor industri, memperluas jaringan profesional, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkontribusi di masa depan.

Dalam sesi materi, narasumber dari AdaKami menyampaikan bahwa saat ini hampir seluruh masyarakat telah memiliki smartphone yang memungkinkan akses terhadap layanan keuangan digital.

Pada kesempatan tersebut, Ming Gu selaku Tech Advisor AdaKami menjelaskan bahwa dalam sektor jasa keuangan terdapat beberapa sub-sektor, dengan pendanaan (lending) sebagai yang terbesar. Selain itu, terdapat pula sub-sektor pembayaran (payment) dan insurtech.

Ia juga memaparkan secara rinci teknologi terkini dalam sektor jasa keuangan, khususnya terkait pendanaan, termasuk berbagai bentuk dan tipe pendanaan yang tersedia bagi kreditor berdasarkan mekanisme yang ada.

Kegiatan FutureFin Workshop ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Artikel FutureFin Workshop Dorong Kolaborasi Akademik dan Industri Fintech pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kolaborasi Akademisi dan Industri Warnai Gelaran FutureFin di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/kolaborasi-akademisi-dan-industri-warnai-gelaran-futurefin-di-feb-uns/ Fri, 06 Mar 2026 05:16:22 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40635 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah kegiatan FutureFin dalam rangka inisiatif Tech for Indonesia yang diselenggarakan di Aula Gedung Suhardi FEB UNS, Selasa (3/3/2026). […]

Artikel Kolaborasi Akademisi dan Industri Warnai Gelaran FutureFin di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi tuan rumah kegiatan FutureFin dalam rangka inisiatif Tech for Indonesia yang diselenggarakan di Aula Gedung Suhardi FEB UNS, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang bertema Exploring Digital Lending Through Data, Ethics and Critical Thinking  menghadirkan kolaborasi antara dunia akademisi, industri, dan regulator untuk memperkuat literasi serta inklusi keuangan digital di kalangan mahasiswa.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, dalam sambutannya menilai kegiatan FutureFin Talk ini sangat penting bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, karena memberikan kesempatan untuk belajar langsung dari para praktisi dan pemangku kepentingan di bidang teknologi finansial.

“Mahasiswa tidak hanya mengikuti pelajaran dan teori secara eksklusif di kelas. Kampus juga harus terintegrasi dengan berbagai perkembangan di luar, termasuk dengan dunia industri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa UNS saat ini juga menekankan integrasi kegiatan akademik dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), salah satunya SDG 4: Quality Education. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pencerahan dan wawasan baru dari para narasumber yang berkompeten.

Kepala OJK Solo Eko Hariyanto  menyampaikan apresiasi kepada FEB UNS atas komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui penyelenggaraan kegiatan edukasi bagi mahasiswa.

OJK juga mengapresiasi kontribusi perusahaan fintech AdaKami yang terlibat dalam program literasi dan inklusi keuangan di Indonesia dengan menghadirkan mahasiswa sebagai peserta dalam kegiatan ini.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital, Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah dan memperbarui pengetahuan mengenai teknologi finansial, baik dari segi konsep maupun berbagai tantangan yang muncul dalam praktiknya.

Ia menjelaskan bahwa peserta mendapatkan paparan dari dua narasumber dengan perspektif yang berbeda, yakni dari sisi industri dan dari sisi akademisi, sehingga mahasiswa dapat memahami perkembangan fintech secara lebih komprehensif.

“Pada dasarnya acara ini merupakan bagian dari sinergi yang luar biasa antara dunia akademis dan dunia industri. Ke depan diharapkan kolaborasi ini dapat melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, baik dari dunia bisnis, regulator, maupun masyarakat,” ungkapnya.

Aldi menambahkan bahwa kolaborasi tersebut penting untuk mendorong tercapainya inklusi keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Ia juga mengajak mahasiswa untuk menyimak materi dengan baik agar dapat memahami secara langsung bagaimana industri fintech berjalan di dunia nyata.

Melalui kegiatan FutureFin ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman diskusi yang memberikan gambaran nyata tentang praktik industri.

Artikel Kolaborasi Akademisi dan Industri Warnai Gelaran FutureFin di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Terima Kunjungan Benchmarking FEB Universitas Telkom, Bahas Penguatan Prodi Bisnis Digital dan Internasionalisasi https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-terima-kunjungan-benchmarking-feb-universitas-telkom-bahas-penguatan-prodi-bisnis-digital-dan-internasionalisasi/ Mon, 26 Jan 2026 09:40:39 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=40217 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan benchmarking dari FEB Universitas Telkom dalam rangka diskusi dan pertukaran praktik  pengelolaan Program Studi Bisnis Digital, Selasa 20 Januari […]

Artikel FEB UNS Terima Kunjungan Benchmarking FEB Universitas Telkom, Bahas Penguatan Prodi Bisnis Digital dan Internasionalisasi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan benchmarking dari FEB Universitas Telkom dalam rangka diskusi dan pertukaran praktik  pengelolaan Program Studi Bisnis Digital, Selasa 20 Januari 2026 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat mutu akademik, tata kelola program studi, serta pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap transformasi digital.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa Program Studi S-1 Bisnis Digital FEB UNS, meskipun tergolong baru, menunjukkan capaian yang sangat membanggakan.

Dari sisi peminat dan tingkat keketatan, Prodi Bisnis Digital FEB UNS menempati peringkat tinggi di UNS, bahkan berada pada posisi kedua untuk rumpun Sosial dan Humaniora.

“Walaupun baru, Bisnis Digital ini sangat populer. Dari tingkat keketatan yang tinggi tersebut, kualitas input mahasiswa juga sangat baik,” ungkap Prof. Tri.

Disampaikan pula, FEB UNS saat ini mengelola Program Studi S-1 Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, serta Program Studi S-1 Bisnis Digital. Pada jenjang pascasarjana, tersedia Magister Akuntansi, Magister Manajemen, dan Magister Ekonomi Studi Pembangunan, serta Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan tiga peminatan utama, yaitu Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memaparkan komitmen FEB UNS dalam penguatan kualitas dan internasionalisasi melalui proses akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business). Saat ini, FEB UNS telah memasuki tahap awal (Eligibility) dan tengah menyusun Self-Evaluation Report (SER) sebagai bagian dari proses akreditasi.

Dari sisi sarana pendukung, FEB UNS didukung oleh delapan laboratorium dan satu Fiscal Corner yang diarahkan untuk menunjang proses pembelajaran, pelatihan, sertifikasi, serta kegiatan riset.

Mahasiswa program sarjana didorong mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesi, sementara mahasiswa magister dan doktor difasilitasi untuk penguatan riset. Selain itu, Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) turut berperan aktif mendukung kegiatan riset dan pengabdian sivitas akademika.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Nurvita Trianasari, Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB Universitas Telkom, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melaksanakan benchmarking dan diskusi akademik terkait pengelolaan Program Studi Bisnis Digital.

“Fokus benchmarking meliputi pengembangan kurikulum, tata kelola program studi, penguatan sumber daya manusia, implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta strategi akreditasi nasional dan internasional” paparnya.

FEB UNS dipilih sebagai mitra benchmarking karena memiliki reputasi akademik yang kuat, capaian pemeringkatan internasional, serta komitmen pengembangan Program Studi Bisnis Digital yang responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi yang dipimpin oleh Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D., Ketua Program Studi S-1 Bisnis Digital FEB UNS.

Dalam paparannya, disampaikan gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan Program Studi Bisnis Digital, mulai dari visi keilmuan, kurikulum, dukungan laboratorium seperti UNS Fintech Center, hingga strategi penguatan akreditasi dan daya saing lulusan.

Melalui kegiatan benchmarking dan diskusi ini, FEB UNS berharap terjalin sinergi dan kolaborasi berkelanjutan antarperguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan, relevansi lulusan, serta daya saing institusi di tingkat nasional dan global. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Artikel FEB UNS Terima Kunjungan Benchmarking FEB Universitas Telkom, Bahas Penguatan Prodi Bisnis Digital dan Internasionalisasi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Terima Kunjungan Studi Banding Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Denpasar https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-terima-kunjungan-studi-banding-institut-pariwisata-dan-bisnis-internasional-denpasar/ Thu, 13 Nov 2025 07:02:58 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=39120 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi banding dan sharing session dari Program Studi S1 Bisnis Digital, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional), Denpasar, […]

Artikel FEB UNS Terima Kunjungan Studi Banding Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Denpasar pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi banding dan sharing session dari Program Studi S1 Bisnis Digital, Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional), Denpasar, pada Jumat (31/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS ini bertujuan untuk saling berbagi praktik baik dalam pengelolaan program studi, pengembangan kurikulum berbasis digital, dan peluang kolaborasi riset.

Rombongan IPB Internasional yang berjumlah 14 orang terdiri dari dosen, pimpinan program studi, serta perwakilan mahasiswa semester lima.

Dalam sambutannya, Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D., Ketua Program Studi Bisnis Digital FEB UNS, memperkenalkan profil prodi, capaian akreditasi, serta arah pengembangan ke depan. Ia juga memaparkan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran, termasuk laboratorium financial technology dan kerja sama riset yang telah dijalin,  diantaranya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem bisnis digital melalui pembelajaran berbasis riset dan kolaborasi dengan berbagai mitra. FEB UNS juga sedang menyiapkan proses akreditasi internasional AACSB” ujarnya.

Sekretaris Program Studi Bisnis Digital IPB Internasional, Ni Made Ayu Natih Widhiarini, S.Tr.Par., M.M., menyampaikan apresiasinya atas sambutan dari FEB UNS.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program tahunan akademik IPB Internasional yang disebut Digication (Digital Vacation), yaitu kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan mata kuliah e-Tourism, e-Travel, dan e-Tour Operator.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa ditugaskan untuk merancang dan melaksanakan perjalanan akademik sekaligus memperluas wawasan di bidang bisnis digital.

 “Kami memperoleh banyak wawasan mengenai praktik pembelajaran digital, pengelolaan program studi, dan peluang kolaborasi publikasi riset. Semoga ke depan bisa terjalin kerja sama antara mahasiswa dan dosen dari kedua institusi,” ujarnya.

Diskusi berjalan interaktif dan diakhiri dengan sesi sharing antar mahasiswa kedua program studi. Melalui kegiatan ini, FEB UNS terus memperkuat perannya sebagai mitra akademik strategis bagi perguruan tinggi lain dalam pengembangan inovasi pendidikan digital dan riset terapan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 (Quality Education) dan ke-17 (Partnerships for the Goals), melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kolaborasi lintas institusi.

Artikel FEB UNS Terima Kunjungan Studi Banding Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional Denpasar pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Ikuti Kuliah Umum Quantitative Research: Survey and Questionnaire Design bersama BRIN https://feb.uns.ac.id/feb/mahasiswa-bisnis-digital-feb-uns-ikuti-kuliah-umum-quantitative-research-survey-and-questionnaire-design-bersama-brin/ Wed, 15 Oct 2025 08:06:03 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38570 Lebih dari 100 mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Kuliah Umum “Quantitative Research: Survey and Questionnaire Design”, di Aula Gedung […]

Artikel Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Ikuti Kuliah Umum Quantitative Research: Survey and Questionnaire Design bersama BRIN pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Lebih dari 100 mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Kuliah Umum “Quantitative Research: Survey and Questionnaire Design”, di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS, Rabu 15 Oktober 2025.

Kegiatan yang dibuka oleh Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan menghadirkan Zamroni Salim, Ph.D., Kepala Pusat Riset Makroekonomi dan Keuangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Dr. Zamroni membahas secara komprehensif mengenai metodologi riset kuantitatif, mulai dari teknik survei, penyusunan kuesioner, hingga observasi lapangan. Ia menjelaskan bahwa survei merupakan metode penting untuk memperoleh data kuantitatif maupun kualitatif yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan penelitian.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya questionnaire design yang baik agar hasil penelitian memiliki validitas dan reliabilitas tinggi.

“Kuesioner harus disusun dengan memperhatikan tujuan penelitian, kejelasan pertanyaan, dan perlindungan data responden,” jelasnya. Prinsip kerahasiaan data dan privasi menjadi poin penting yang ditekankan, sesuai dengan etika penelitian modern.

Materi kuliah umum juga menguraikan berbagai jenis pertanyaan dalam survei, mulai dari pertanyaan terbuka (open-ended), tertutup (closed-ended), hingga skala penilaian (Likert scale). Dr. Zamroni menjelaskan cara memilih tipe pertanyaan yang sesuai serta kesalahan umum yang harus dihindari, seperti pertanyaan ganda (double-barreled) dan ambiguitas makna.

Selain itu, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya pilot testing atau uji coba instrumen penelitian sebelum digunakan secara luas. Tahapan pre-test memastikan pertanyaan dapat dipahami dengan baik oleh responden dan membantu memperbaiki format maupun alur kuesioner.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa Bisnis Digital dalam melakukan riset berbasis data, yang menjadi kompetensi penting di era ekonomi digital. Dengan memahami teknik survei dan desain kuesioner, mahasiswa mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berdampak bagi masyarakat.

Selaras dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan ke-9 (Inovasi dan Infrastruktur), kuliah umum ini menjadi langkah nyata FEB UNS dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi yang beretika, berbasis bukti, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Artikel Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS Ikuti Kuliah Umum Quantitative Research: Survey and Questionnaire Design bersama BRIN pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS https://feb.uns.ac.id/feb/siswa-sma-muhammadiyah-pk-kottabarat-ikuti-program-sit-in-university-di-feb-uns/ Wed, 08 Oct 2025 03:36:23 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38347 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, […]

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, 6 Oktober 2025.

18 siswa tersebut akan mengikuti perkuliahan selama dua pekan di FEB UNS, 12 siswa di Prodi S1 Manajemen dan di Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan serta Bisnis Digital masing-masing 2 siswa.

Acara berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta perwakilan sekolah.

Kegiatan ini diawali dengan seremoni serah terima siswa yang diwakili oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., dan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Dr. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Tri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UNS sebagai mitra pembelajaran bagi siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.

“Kami berterima kasih kepada Pak Hendro dan jajaran sekolah atas kepercayaannya menitipkan siswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat kehidupan akademik di FEB UNS,” ujar Prof. Tri.

Lebih lanjut Prof. Tri Beliau memberikan penjelasan mengenai berbagai program studi di FEB UNS, antara lain Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Bisnis Digital yang menjadi pilihan minat peserta. Ia menekankan pentingnya memahami syarat akademik setiap program studi sesuai kurikulum Merdeka yang berlaku di sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan berbagai jalur masuk ke UNS, seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur mandiri.

Ia mengingatkan agar para siswa sejak dini mempersiapkan diri, baik melalui prestasi akademik maupun kemampuan mengerjakan soal-soal ujian.

“Beberapa program studi di FEB, seperti Bisnis Digital dan Manajemen, memiliki tingkat keketatan yang tinggi, sehingga dibutuhkan persiapan yang matang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri mengenalkan program Kelas Internasional di FEB UNS yang memberikan kesempatan belajar 100% menggunakan bahasa Inggris serta pengalaman internasional melalui program UNS Global Challenge.

“Mahasiswa yang mengikuti kelas internasional berpeluang mendapat dukungan dari UNS untuk mengikuti program UNS Global Challenge di luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., menyampaikan bahwa program Sit In University bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.

“Kami ingin anak-anak kami memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang baik agar mampu bersaing masuk ke program studi impian mereka. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh wawasan tentang lingkungan akademik, proses pembelajaran, dan peluang pengembangan diri di dunia perkuliahan” tuturnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dengan FEB UNS dalam mempersiapkan generasi muda yang beriman, berkompeten, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Program Sit In University menjadi salah satu langkah nyata FEB UNS dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah menengah dalam rangka menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Artikel Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-luncurkan-buku-pedoman-akademik-untuk-sarjana-magister-dan-doktor/ Fri, 03 Oct 2025 09:44:40 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=38256 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025. Acara ini berlangsung secara daring […]

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

“Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

Artikel FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Mahasiswa FEB UNS Raih 2nd Best Paper di Conference International – ICMEM 2025 di Bandung https://feb.uns.ac.id/feb/mahasiswa-feb-uns-raih-2nd-best-paper-di-conference-international-icmem-2025-di-bandung/ Tue, 26 Aug 2025 15:16:43 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=36752 Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi internasional. Siti Maysarah, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, berhasil meraih penghargaan 2nd Best Paper Award pada […]

Artikel Mahasiswa FEB UNS Raih 2nd Best Paper di Conference International – ICMEM 2025 di Bandung pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi internasional. Siti Maysarah, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, berhasil meraih penghargaan 2nd Best Paper Award pada The 9th International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) 2025 yang digelar di Bandung.

International Konferensi ini juga diikuti oleh tiga mahasiswa FEB UNS lainnya yaitu Sabrina Najwa, Rahayu Trisnawati, dan Soni Elenia yang turut mempresentasikan riset mereka di forum ilmiah internasional tersebut. Dari keempat mahasiswa, Siti Maysarah berhasil meraih predikat Best Paper (2nd place), sebuah capaian yang membanggakan bagi UNS.

Paper yang dipresentasikan berjudul: “Gender Diversity on Corporate Boards and ESG Controversies: A Sector-Sensitive Analysis of Women in Governance.” Riset ini menyoroti keterkaitan keragaman gender di dewan direksi dengan kontroversi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Dengan pendekatan Upper Echelons Theory dan Resource-Based View (RBV), penelitian ini mengkaji empat sektor sensitif yaitu energi (PT Pertamina), pertambangan (PT Adaro Energy), agribisnis (PT Astra Agro Lestari), dan perbankan (Bank Rakyat Indonesia).

Hasil studi menunjukkan bahwa semakin tinggi keterwakilan perempuan di jajaran direksi, semakin rendah risiko perusahaan mengalami kontroversi ESG. Temuan ini sejalan dengan agenda global keberlanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 5 (Gender Equality): mendorong kesetaraan gender di posisi pengambilan keputusan strategi; SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): memperkuat tata kelola bisnis yang inklusif; SDG 12 (Responsible Consumption and Production): mengurangi praktik bisnis yang merugikan lingkungan dan sosial dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions): mendukung tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS yang mampu bersaing di kancah internasional. Kami bangga bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan riset yang relevan dengan isu global, khususnya mendukung agenda SDGs,” ujar Aldy Fariz Achsanta, PhD selaku Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS. Kegiatan partisipasi mahasiswa FEB UNS dalam konferensi ini mendapat dukungan penuh dari Bidang III Kemahasiswaan FEB UNS, yang secara konsisten mendorong pengembangan potensi, kreativitas, dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

Ajang kompetisi internasional ini merupakan pengalaman kali pertama Siti Maysarah. Ia sangat senang dan bersyukur atas capaian yang telah diraihnya. Untuk Ke depannya, Maysarah berencana untuk mengikuti beberapa kompetisi lainnya guna terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman.

“Saya sangat tertarik untuk mencoba hal-hal baru dan tantangan yang lebih besar. Dalam kompetisi ini, saya juga mendapatkan bimbingan dari Dosen FEB, Ibu Ayya Agmulia Asmarani Islam. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas capaian ini,” ungkapnya.

Maysarah berpesan kepada teman-teman FEB agar tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Menurutnya, yang terpenting adalah niat dan keberanian untuk memulai. Soal bagaimana prosesnya nanti, akan selalu ada dosen-dosen yang dengan senang hati siap membimbing dan mengarahkan.

ICMEM 2025 merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas tantangan bisnis dan manajemen di pasar negara berkembang. Prestasi ini semakin mempertegas komitmen UNS dalam menghasilkan riset yang relevan dengan tantangan global, inklusif, dan berkelanjutan.

Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Sebelas Maret di kancah internasional, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata civitas akademika UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penelitian yang fokus pada keragaman gender dan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, riset ini selaras dengan upaya global untuk mewujudkan kesetaraan gender (SDG 5), mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 8), serta memastikan praktek bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat (SDG 12). Selain itu, penelitian ini juga menguatkan komitmen UNS dalam memperkuat institusi yang adil dan transparan (SDG 16), yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, prestasi ini menggambarkan bagaimana pengembangan ilmu pengetahuan di FEB UNS tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang menjadi tantangan dan kebutuhan dunia saat ini.

Artikel Mahasiswa FEB UNS Raih 2nd Best Paper di Conference International – ICMEM 2025 di Bandung pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-gelar-lokakarya-integrasi-mbkm-magang-dan-kkn-perkuat-tata-kelola-program-di-tingkat-prodi/ Tue, 26 Aug 2025 14:44:15 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=36738 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS […]

Artikel FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS Inn.

Kegiatan diikuti oleh Ketua Program Studi S-1, Kepala Sub Bagian Akademik, Staf dan Operator Akademik serta PIC magang Prodi.

Lokakarya bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun pedoman pelaksanaan magang dan KKN di lingkungan FEB UNS, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam pembukaan acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menyampaikan bahwa magang merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan MBKM, namun saat ini masih terdapat berbagai interpretasi dan informasi yang belum seragam. Perubahan terminologi dan skema, seperti dari “Magang MBKM” menjadi “Magang Berdampak”, menuntut adanya penyesuaian dalam tata kelola dan kebijakan di tingkat fakultas maupun program studi.

Inisiatif penyelenggaraan lokakarya ini diambil oleh Bidang Akademik (Bidang 1) dan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bidang 3). Dalam pemaparannya, Bidang 3 menyoroti pentingnya penataan magang wajib, yakni magang yang berlaku secara umum untuk seluruh program studi dan wajib dilaporkan ke prodi masing-masing. Di sisi lain, terdapat juga magang yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa dalam kerangka program MBKM, yang kini dikenal sebagai Magang Berdampak.

“Dengan adanya lokakarya ini, kami berharap akan terbangun kesamaan pemahaman di kalangan dosen dan pengelola prodi terkait bentuk, prosedur, dan tata kelola magang dan KKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyusun dokumen pedoman pelaksanaan magang yang sesuai dengan regulasi terbaru,” ujar Prof. Tri.

Perlu diketahui, pelaksanaan magang saat ini mengacu pada Permendikbudristek No. 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaran Magang Mahasiswa. FEB UNS melalui Bidang 3 berkomitmen untuk menyusun dan meluncurkan Buku Pedoman Magang dalam waktu dekat. Salah satu pembahasan utama adalah posisi dan hubungan antara Magang Wajib, Magang MBKM, dan Magang Berdampak dalam struktur kurikulum dan kebijakan akademik.

Dari diskusi yang berkembang, diketahui bahwa meskipun istilah dan platform pelaksanaan mengalami perubahan, secara prinsip Magang MBKM dan Magang Berdampak memiliki kemiripan, terutama dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus selama maksimal dua semester.

Melalui lokakarya ini, FEB UNS berupaya memastikan bahwa implementasi magang dan KKN di masa mendatang dapat terlaksana secara terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa serta dinamika kebijakan nasional.

Penyelenggaraan lokakarya ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kurikulum berbasis pengalaman langsung di dunia kerja dan masyarakat; SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong mahasiswa untuk memiliki kesiapan kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri; serta SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pelaksanaan magang, KKN, serta program MBKM lainnya.

Dengan integrasi program MBKM, magang, dan KKN yang lebih terstruktur dan berdampak, FEB UNS berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Artikel FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>