fakultas Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/fakultas/ Knowledge for Prosperity Thu, 23 Jul 2026 13:42:28 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2025/09/cropped-logo-feb-uns-baru-3-32x32.png fakultas Arsip - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret https://feb.uns.ac.id/feb/category/fakultas/ 32 32 Dampingi Warga Binaan Dinas Sosial Surakarta, Grup Riset Ekonomi Kreatif FEB UNS Perkuat Rasa Percaya Diri dan Kewirausahaan Digital https://feb.uns.ac.id/feb/dampingi-warga-binaan-dinas-sosial-surakarta-grup-riset-ekonomi-kreatif-feb-uns-perkuat-rasa-percaya-diri-dan-kewirausahaan-digital/ Thu, 23 Jul 2026 13:42:28 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41986 Grup Riset Group Ekonomi Kreatif  kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Penguatan Rasa Percaya […]

Artikel Dampingi Warga Binaan Dinas Sosial Surakarta, Grup Riset Ekonomi Kreatif FEB UNS Perkuat Rasa Percaya Diri dan Kewirausahaan Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Grup Riset Group Ekonomi Kreatif  kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan bertajuk “Penguatan Rasa Percaya Diri, Literasi Manajemen Keuangan serta Keterampilan Digital dalam Berwirausaha terhadap Warga Binaan Dinsos Kota Surakarta”.

Kegiatan berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026 di Aula Dinas Sosial Kota Surakarta, dan diikuti oleh warga binaan yang telah dinyatakan graduasi (lulus) dari program bantuan sosial (bansos) di Kota Surakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) dengan bidang unggulan Pembangunan Manusia dan Daya Saing Bangsa, yang diketuai oleh Dr. Mugi Harsono, S.E., M.Si., C.CCM., C.CLM., dosen sekaligus peneliti dari Grup Riset Ekonomi Kreatif FEB UNS. Tim ini turut beranggotakan Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, M.S., Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU., Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si., Dr. Anastasia Riani Suprapti, M.Si., serta Suryandari Istiqomah, S.E., M.Sc.

Dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS sebagai anggota P2M, yaitu Nabila Diva Aulia Putri Andrian, Navisa Mitzy Alexandra, Adzkia Nida Fauziah, Devika Rispriandani, dan Rakha Duta Arkananta.

Kegiatan ini digagas untuk menjawab persoalan yang selama ini dihadapi oleh warga penerima bansos yang telah graduasi, yakni belum terbangunnya keyakinan diri (perceived behavioral control) untuk memulai usaha, rendahnya literasi keuangan, serta keterbatasan keterampilan digital dalam menjalankan bisnis.

Berdasarkan data, rerata penerima bansos di Kota Surakarta mencapai sekitar 20.500 orang per tahun, dengan jumlah yang berhasil graduasi mencapai 290 orang dalam kurun tiga tahun terakhir. Kelompok inilah yang menjadi sasaran utama program pendampingan.

“Agar program bantuan sosial memiliki dampak positif terhadap penguatan ekonomi penerimanya, perlu ditambahkan life skill terkait bisnis dan kewirausahaan. Hal yang paling mendasar adalah membangun keyakinan diri bahwa mereka mampu menjalankan usaha, yang kemudian didukung dengan literasi keuangan dan keterampilan digital,” ujar Dr. Mugi Harsono selaku Ketua Tim Pengabdian.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dirancang melalui tiga pendekatan utama. Pertama, penguatan mindset kemandirian melalui workshop kepercayaan diri dan simulasi perencanaan usaha sederhana. Kedua, pelatihan literasi keuangan dan manajemen usaha mikro, mencakup praktik pencatatan keuangan harian, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, hingga perhitungan harga pokok produksi secara sederhana. Ketiga, pelatihan kewirausahaan digital dasar, meliputi pembuatan akun WhatsApp Business, pemanfaatan marketplace lokal, teknik foto produk, strategi promosi di media sosial, serta pengenalan pembayaran digital.

Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Dinas Sosial Kota Surakarta sebagai mitra pengabdian. Kepala Dinas Sosial Kota Surakarta, Drs. Samsu Tri Wahyudin, M.Si., menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam pelaksanaan program guna mendorong warga binaan agar mampu bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Grup Riset Ekonomi Kreatif FEB UNS berharap program ini dapat menghasilkan luaran nyata bagi peserta, baik dari sisi output berupa ide usaha, kepemilikan buku kas sederhana, dan akun usaha digital, maupun outcome berupa peningkatan rasa percaya diri, kesiapan, serta niat untuk mencoba berwirausaha. Kegiatan ini juga direncanakan berlanjut dengan pemantauan progres peserta serta didiseminasikan melalui publikasi ilmiah pada jurnal terindeks Sinta sebagai salah satu luaran wajib program.

Melalui kegiatan ini, FEB UNS terus menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan manusia dan daya saing bangsa melalui pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam mendorong transformasi kebijakan bantuan sosial dari yang bersifat protektif menuju produktif.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

 

Artikel Dampingi Warga Binaan Dinas Sosial Surakarta, Grup Riset Ekonomi Kreatif FEB UNS Perkuat Rasa Percaya Diri dan Kewirausahaan Digital pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
P4M FEB UNS Dorong Publikasi Ilmiah melalui Pendampingan Berkelanjutan Penulisan Artikel https://feb.uns.ac.id/feb/p4m-feb-uns-dorong-publikasi-ilmiah-melalui-pendampingan-berkelanjutan-penulisan-artikel/ Thu, 23 Jul 2026 12:37:29 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41964 Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel serta Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi dengan […]

Artikel P4M FEB UNS Dorong Publikasi Ilmiah melalui Pendampingan Berkelanjutan Penulisan Artikel pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Artikel serta Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi dengan tema Strategi Penulisan Artikel Big Data Analysis.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 16 dan 20 Juli 2026 secara luring di Ruang Fiscal Corner, Gedung Soeharto TS Gedung 1 FEB UNS serta daring melalui Zoom Meeting.

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Nazamuddin, S.E., M.A. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Rumpun Ilmu Ekonomi).

Ketua P4M, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si. dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan FEB untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Menurutnya, tuntutan publikasi di jurnal bereputasi semakin tinggi sehingga diperlukan program yang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga pendampingan secara intensif hingga naskah siap dipublikasikan.

Ia menyampaikan bahwa program ini memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan pelatihan pada umumnya. Jika biasanya pelatihan hanya berlangsung satu kali dalam bentuk penyampaian materi, maka workshop ini dirancang dengan skema pendampingan yang berkesinambungan. Peserta akan memperoleh masukan, proses telaah (review), serta bimbingan langsung selama proses penyusunan artikel.

Dr. Wahyu juga mengungkapkan bahwa model pendampingan seperti ini telah mulai diterapkan pada tahun sebelumnya dan akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen P4M dalam memperkuat budaya riset di lingkungan FEB UNS.

Melalui pengalaman para narasumber dan tim pendamping, diharapkan artikel yang disusun oleh para peserta memiliki peluang lebih besar untuk diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi.

Mewakili pimpinan fakultas, Dr. Wahyu menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap workshop ini dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas akademik dosen sekaligus mendorong semakin banyak publikasi ilmiah berkualitas yang dihasilkan oleh sivitas akademika FEB UNS.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas akademik dan kualitas penelitian, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan mendorong pengembangan riset dan publikasi ilmiah yang berkontribusi terhadap inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Artikel P4M FEB UNS Dorong Publikasi Ilmiah melalui Pendampingan Berkelanjutan Penulisan Artikel pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pelayanan Hebat Dimulai dari SDM Berkualitas, FEB UNS Gelar Pelatihan Pelayanan Prima dan Komunikasi Publik https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-perkuat-budaya-pelayanan-melalui-pelatihan-pelayanan-prima-dan-komunikasi-publik-bagi-tenaga-kependidikan/ Wed, 22 Jul 2026 09:55:14 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41957 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Prima dan Komunikasi Publik bagi Tenaga Kependidikan pada Senin (20/7/2026) di Ruang Classroom 2 Lantai 5 UNS Tower. […]

Artikel Pelayanan Hebat Dimulai dari SDM Berkualitas, FEB UNS Gelar Pelatihan Pelayanan Prima dan Komunikasi Publik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Prima dan Komunikasi Publik bagi Tenaga Kependidikan pada Senin (20/7/2026) di Ruang Classroom 2 Lantai 5 UNS Tower.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kependidikan dalam memberikan layanan yang profesional sekaligus membangun kemampuan komunikasi publik yang efektif dalam mendukung pelayanan kepada sivitas akademika dan masyarakat.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan institusi yang bergerak di bidang jasa sehingga kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, seluruh tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman layanan yang positif bagi mahasiswa, orang tua, calon mahasiswa, alumni, maupun para mitra.

Prof. Tri Mulyaningsih juga menjelaskan bahwa meningkatnya persaingan antarperguruan tinggi, pengembangan kelas internasional, serta penguatan program studi menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui peningkatan kualitas layanan. Selain itu, komitmen FEB UNS menuju akreditasi internasional AACSB semakin menuntut terwujudnya tata kelola dan budaya pelayanan yang unggul di seluruh unit kerja.

Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi Pelayanan Prima yang disampaikan oleh Rio Permana. Materi ini menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pengguna layanan melalui sikap profesional, empati, responsif, serta kemampuan memberikan solusi terhadap kebutuhan maupun keluhan pengguna layanan.

Sesi berikutnya menghadirkan Muh. Akbar Rahmansyah yang menyampaikan materi Komunikasi Publik. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi yang jelas, persuasif, dan beretika dalam membangun citra institusi serta menciptakan hubungan yang baik dengan masyarakat. Melalui penyampaian yang interaktif disertai diskusi dan praktik, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik menyampaikan informasi secara efektif, membangun kepercayaan publik, serta menghadapi berbagai situasi komunikasi dalam lingkungan kerja.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan FEB UNS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya pelayanan sebagai fondasi tata kelola institusi. Dengan kompetensi pelayanan dan komunikasi publik yang semakin baik, diharapkan seluruh tenaga kependidikan mampu memberikan layanan yang cepat, tepat, ramah, profesional, serta mendukung terwujudnya FEB UNS sebagai fakultas yang unggul dan bereputasi internasional.

Pelatihan ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions).

Artikel Pelayanan Hebat Dimulai dari SDM Berkualitas, FEB UNS Gelar Pelatihan Pelayanan Prima dan Komunikasi Publik pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
RG Akuntansi Keberlanjutan dan Governansi FEB UNS Dampingi SPPG Cangkringan Perkuat Tata Kelola Berkelanjutan https://feb.uns.ac.id/feb/rg-akuntansi-keberlanjutan-dan-governansi-feb-uns-dampingi-sppg-cangkringan-perkuat-tata-kelola-berkelanjutan/ Mon, 20 Jul 2026 05:04:46 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41950 Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membutuhkan kemampuan menyediakan makanan yang aman dan bergizi, tetapi juga memerlukan tata kelola kelembagaan, pengendalian internal, serta sistem pencatatan dan pelaporan yang akuntabel. […]

Artikel RG Akuntansi Keberlanjutan dan Governansi FEB UNS Dampingi SPPG Cangkringan Perkuat Tata Kelola Berkelanjutan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya membutuhkan kemampuan menyediakan makanan yang aman dan bergizi, tetapi juga memerlukan tata kelola kelembagaan, pengendalian internal, serta sistem pencatatan dan pelaporan yang akuntabel. Tata kelola yang baik menjadi penting karena operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencakup pengadaan bahan pangan, pengelolaan persediaan, proses produksi, distribusi makanan, hingga pertanggungjawaban penggunaan dana.

Sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat tata kelola tersebut, Riset Group (RG) Akuntansi Keberlanjutan dan Governansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pendampingan Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas Berbasis Keberlanjutan.”

Kegiatan dilaksanakan di SPPG Cangkringan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (17/7/2026).

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., dengan anggota tim yang terdiri atas Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak.; Prof. Dr. Bandi, M.Si., Ak., CA, CPA, CTA; Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak.; Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA; dan Nur Chayati, S.E., M.Sc.

Pendampingan difokuskan pada penguatan lima prinsip tata kelola yang baik, yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran. Kelima prinsip tersebut perlu diterapkan dalam pembagian tugas, pengambilan keputusan, pengadaan bahan pangan, pengelolaan dana, serta penyampaian informasi kepada pemangku kepentingan.

Ketua tim pengabdian, Dr. Wahyu Widarjo, menyampaikan bahwa tata kelola yang baik merupakan prasyarat penting untuk menjaga efektivitas, kredibilitas, dan keberlanjutan pelayanan pemenuhan gizi.

“SPPG tidak hanya dituntut mampu menyediakan makanan yang aman dan bergizi, tetapi juga harus didukung oleh tata kelola yang transparan, akuntabel, dan terdokumentasi dengan baik. Setiap proses operasional, pengelolaan keuangan, dan pelaporan harus dilaksanakan secara tertib serta dapat dipertanggungjawabkan,” terang Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si.

Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian juga menekankan penerapan prinsip “5 Pas” yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, yaitu Pasti Aman, Pasti Terjamin, Pasti Kredibel, Pasti Terjaga, dan Pasti Terbuka. Pasti Aman menekankan pemenuhan standar keamanan pangan pada setiap tahap produksi dan distribusi. Pasti Terjamin berkaitan dengan mutu, kandungan gizi, rasa, dan kesesuaian makanan dengan budaya pangan lokal. Sementara itu, Pasti Kredibel menekankan pentingnya dokumentasi seluruh aktivitas SPPG, mulai dari penerimaan bahan, proses produksi, distribusi, hingga pelaporan. Pasti Terjaga berkaitan dengan kontinuitas bahan pangan dan keberlanjutan rantai pasok, sedangkan Pasti Terbuka menegaskan transparansi informasi kepada pemangku kepentingan internal maupun eksternal.

Pada aspek akuntabilitas keuangan, tim memberikan pendampingan mengenai alur pengelolaan dana, kelengkapan bukti transaksi, serta penyusunan laporan harian, dua mingguan, dan bulanan. Pengendalian internal juga diperkuat melalui pemisahan fungsi antara pihak yang mengajukan pengeluaran atau maker dan pihak yang memberikan persetujuan atau approver. Mekanisme tersebut diperlukan untuk memastikan setiap pengeluaran telah diverifikasi, disetujui, memiliki bukti pendukung, dan sesuai dengan peruntukannya.

Dalam perspektif akuntansi keberlanjutan, SPPG didorong untuk mengutamakan pengadaan bahan pangan dari petani, peternak, UMKM, koperasi, dan badan usaha milik desa di sekitar wilayah operasional. Selain mendukung kontinuitas pasokan, pola tersebut dapat memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Tim pengabdian juga menekankan efisiensi penggunaan bahan pangan, pengurangan sisa makanan, serta pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.

Keterbukaan informasi kepada masyarakat turut menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Transparansi dapat diwujudkan melalui publikasi menu dan kandungan gizi, dokumentasi penyaluran makanan, uji organoleptik, serta pemanfaatan sistem informasi dan media sosial sebagai sarana komunikasi kepada penerima manfaat dan masyarakat.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan pelayanan makanan bergizi yang aman dan berkualitas. Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui efisiensi bahan pangan, pengelolaan limbah, dan pengembangan rantai pasok lokal. Selain itu, penguatan transparansi, akuntabilitas, serta pengendalian internal mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Melalui kegiatan ini, RG Akuntansi Keberlanjutan dan Governansi FEB UNS berkomitmen mengimplementasikan pengetahuan di bidang akuntansi, tata kelola, pengendalian internal, dan keberlanjutan untuk meningkatkan kapasitas pengelola SPPG Cangkringan serta mendukung pelayanan pemenuhan gizi yang akuntabel dan berkelanjutan.

Artikel RG Akuntansi Keberlanjutan dan Governansi FEB UNS Dampingi SPPG Cangkringan Perkuat Tata Kelola Berkelanjutan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
RG Manajemen Keuangan FEB UNS Dorong Penguatan Ekonomi Inklusif UMKM Disabilitas Batik Ciprat Bok Bolong https://feb.uns.ac.id/feb/rg-manajemen-keuangan-feb-uns-dorong-penguatan-ekonomi-inklusif-umkm-disabilitas-batik-ciprat-bok-bolong/ Sat, 18 Jul 2026 09:37:59 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41938 Riset Grup Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Strategi Penguatan Ekonomi Inklusif UMKM Disabilitas Batik Ciprat Bok Bolong: Digitalisasi […]

Artikel RG Manajemen Keuangan FEB UNS Dorong Penguatan Ekonomi Inklusif UMKM Disabilitas Batik Ciprat Bok Bolong pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Riset Grup Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Strategi Penguatan Ekonomi Inklusif UMKM Disabilitas Batik Ciprat Bok Bolong: Digitalisasi Pemasaran dan Keuangan” pada Selasa, 14 Juli 2026, di Pendopo Kelurahan Jombor, Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan ini diikuti oleh penyandang disabilitas yang tergabung dalam Sheltered Workshop Peduli (SWP) Wijaya Mulya Batik Ciprat Bok Bolong.

Turut hadir Ketua SWP beserta pengelola serta Lurah Kelurahan Jombor, Kabupaten Sukoharjo, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan kapasitas pelaku UMKM disabilitas.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi BukuWarung, pelatihan pemasaran digital, serta praktik menjahit produk turunan dari batik ciprat sebagai upaya mendorong pengembangan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Materi pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi BukuWarung dan pemasaran digital disampaikan oleh Ria Esana, yang memberikan pendampingan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib melalui pemanfaatan teknologi digital serta strategi pemasaran untuk memperluas jangkauan produk. Sementara itu, sesi praktik menjahit produk turunan dari batik ciprat dipandu oleh narasumber eksternal yang memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan pemasaran berbasis digital, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam mengembangkan produk turunan batik ciprat yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas peluang usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Riset Grup Manajemen Keuangan FEB UNS dalam mendukung penguatan ekonomi inklusif melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM disabilitas. Pendampingan yang diberikan diharapkan mampu mendorong pengelolaan usaha yang lebih tertib, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui pemberdayaan penyandang disabilitas, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan komunitas.

Artikel RG Manajemen Keuangan FEB UNS Dorong Penguatan Ekonomi Inklusif UMKM Disabilitas Batik Ciprat Bok Bolong pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Research Group Perpajakan dan Pelaporan Korporat FEB UNS Dampingi Implementasi Coretax untuk Perkuat Kepatuhan Pajak Tenaga Kesehatan https://feb.uns.ac.id/feb/research-group-perpajakan-dan-pelaporan-korporat-feb-uns-dampingi-implementasi-coretax-untuk-perkuat-kepatuhan-pajak-tenaga-kesehatan/ Fri, 17 Jul 2026 15:53:20 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41932 Kompleksitas administrasi perpajakan di sektor pelayanan kesehatan menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan dan pengelola klinik. Karakteristik usaha jasa kesehatan yang memiliki beragam sumber pendapatan, mulai dari jasa konsultasi, tindakan medis, […]

Artikel Research Group Perpajakan dan Pelaporan Korporat FEB UNS Dampingi Implementasi Coretax untuk Perkuat Kepatuhan Pajak Tenaga Kesehatan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Kompleksitas administrasi perpajakan di sektor pelayanan kesehatan menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan dan pengelola klinik. Karakteristik usaha jasa kesehatan yang memiliki beragam sumber pendapatan, mulai dari jasa konsultasi, tindakan medis, layanan laboratorium, hingga kerja sama dengan BPJS Kesehatan, menuntut pemahaman perpajakan yang komprehensif.

Di sisi lain, implementasi Coretax Administration System oleh Direktorat Jenderal Pajak membawa perubahan dalam tata kelola administrasi perpajakan yang mengedepankan integrasi data, akurasi pelaporan, serta digitalisasi proses bisnis.

Menjawab tantangan tersebut, Research Group (RG) Perpajakan dan Pelaporan Korporat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pendampingan Implementasi Coretax sebagai Upaya Penguatan Kepatuhan Pajak Tenaga Kesehatan.

Kegiatan yang dilaksanakan Selasa, 14 Juli 2026 di Klinik Pratama Amal Sehat Kartasura Sukoharjo ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas tenaga kesehatan, pengelola klinik, serta staf administrasi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan dan perpajakan.

Tim pengabdian diketuai oleh Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak. dengan anggota Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D.; Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E., M.M.; Sulardi, S.E., M.Si., Ak.; Agus Widodo, S.E., M.Si., Ak.; Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak.; dan Estetika Mutiaranisa Kurniawati, S.E., M.Acc.

Kegiatan ini juga menghadirkan Juliati, S.E., M.A., Ak. sebagai narasumber yang membahas implementasi Coretax.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai keijakan perpajakan terkini, pengenalan fitur-fitur Coretax Administration System, praktik pengelolaan administrasi perpajakan pada sektor jasa kesehatan, serta simulasi implementasi Coretax berdasarkan karakteristik transaksi yang umum dijumpai di klinik.

Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh kesempatan berdiskusi secara langsung mengenai berbagai permasalahan perpajakan yang dihadapi dalam operasional sehari-hari.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Prof. Eko Arief Sudaryono menyampaikan bahwa transformasi administrasi perpajakan melalui Coretax merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun sistem perpajakan yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi. Oleh karena itu, tenaga kesehatan sebagai wajib pajak memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan reformasi perpajakan melalui peningkatan pemahaman dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Implementasi Coretax bukan sekadar perubahan aplikasi, tetapi juga perubahan cara kerja dalam administrasi perpajakan. Melalui kegiatan ini, kami berharap tenaga kesehatan semakin memahami kewajiban perpajakannya serta mampu mengelola administrasi perpajakan secara tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepatuhan perpajakan merupakan bagian penting dari tata kelola organisasi yang baik sekaligus bentuk kontribusi dalam mendukung pembangunan nasional,” ungkap Prof. Eko.

Sementara itu, dr. Istiqomah selaku Kepala Klinik Pratama Amal Sehat menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian Research Group (RG) Perpajakan dan Pelaporan Korporat FEB UNS atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pengelola fasilitas pelayanan kesehatan di tengah transformasi sistem administrasi perpajakan nasional.

“Implementasi Coretax menjadi tantangan baru bagi kami sebagai pengelola klinik. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai administrasi perpajakan sekaligus meningkatkan kesiapan kami dalam menyesuaikan proses pencatatan dan pelaporan pajak. Kami berharap kerja sama dengan FEB UNS dapat terus berlanjut melalui pendampingan sehingga implementasi Coretax dapat berjalan dengan optimal,” ungkap dr. Istiqomah.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan literasi perpajakan digital tenaga kesehatan, memperkuat kepatuhan perpajakan, serta mendorong terwujudnya tata kelola administrasi yang lebih transparan dan akuntabel pada fasilitas pelayanan kesehatan.


Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi Research Group (RG) Perpajakan dan Pelaporan Korporat FEB UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), melalui penguatan kepatuhan perpajakan, transparansi administrasi, dan tata kelola kelembagaan yang baik.

Artikel Research Group Perpajakan dan Pelaporan Korporat FEB UNS Dampingi Implementasi Coretax untuk Perkuat Kepatuhan Pajak Tenaga Kesehatan pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Laboratorium Kewirausahan FEB UNS Susun Modul untuk Perkuat Standarisasi Pembelajaran https://feb.uns.ac.id/feb/laboratorium-kewirausahan-feb-uns-susun-modul-untuk-perkuat-standarisasi-pembelajaran/ Thu, 16 Jul 2026 09:24:29 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41925 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Kewirausahaan pada Kamis (16/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Tri Siwi Agustina, S.E., […]

Artikel Laboratorium Kewirausahan FEB UNS Susun Modul untuk Perkuat Standarisasi Pembelajaran pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul Kewirausahaan pada Kamis (16/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Tri Siwi Agustina, S.E., M.Si., Ketua Pusat Kewirausahaan dan Relasi Industri (PKRI) Universitas Airlangga, sebagai narasumber yang memberikan berbagai masukan dalam penyusunan modul pembelajaran kewirausahaan.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS untuk semakin memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas akademik. Selain menyelenggarakan berbagai pelatihan, laboratorium juga diarahkan menjadi pusat pengembangan pembelajaran kewirausahaan yang lebih terstruktur dan berkualitas.

Menurutnya, penyusunan modul dilakukan sebagai langkah untuk menghasilkan standar pembelajaran yang dapat digunakan secara bersama oleh seluruh dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan.

Modul tersebut diharapkan mulai diterapkan pada tahun 2027 sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih seragam meskipun mengikuti perkuliahan dengan kelas maupun dosen yang berbeda.

Prof. Tri juga menjelaskan bahwa pengembangan modul sejalan dengan arah pengembangan FEB UNS yang menempatkan small business sebagai salah satu fokus pengembangan dalam rencana strategis fakultas. Melalui pembelajaran kewirausahaan yang lebih terarah, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang mampu mendukung pengembangan usaha kecil sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Dalam workshop tersebut, tim penyusun membagi materi ke dalam lima submodul, yaitu Entrepreneur Mindset dan Karakter, Identifikasi Ide Bisnis dan Analisis Peluang, Design Thinking dan Validasi Produk, Business Model Canvas, serta Strategic Business Model. Penyusunan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan dosen pengampu agar modul yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan pembelajaran.

Sebagai narasumber, Dr. Tri Siwi Agustina menekankan bahwa pembelajaran kewirausahaan tidak hanya bertujuan mencetak wirausahawan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan life skills yang dapat diterapkan dalam berbagai pilihan karier.

Menurutnya, mata kuliah kewirausahaan harus mampu melatih mahasiswa mengenali permasalahan, memvalidasi kebutuhan, merancang solusi, serta mengomunikasikan ide secara efektif.

Ia juga mengingatkan bahwa modul yang disusun bukan sekadar kumpulan materi atau buku ajar, melainkan perangkat pembelajaran yang harus disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa saat ini. Oleh karena itu, penyusunan modul perlu memperhatikan kebutuhan Generasi Z, menggunakan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, serta memberikan pengalaman belajar yang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan kreatif.

Selain itu, Dr. Tri menjelaskan pentingnya membedakan materi kewirausahaan dengan mata kuliah lain seperti pengantar bisnis maupun perencanaan bisnis. Menurutnya, pembelajaran kewirausahaan hendaknya lebih menekankan pada proses menemukan peluang, memahami kebutuhan pelanggan, mengembangkan solusi, dan membangun pola pikir kewirausahaan, bukan hanya berfokus pada penyusunan rencana bisnis.

Melalui workshop ini, FEB UNS berharap dapat menghasilkan modul kewirausahaan yang berkualitas sebagai acuan bersama dalam proses pembelajaran.

Kehadiran modul tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran, mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir inovatif, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional maupun kewirausahaan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong pengembangan kompetensi kewirausahaan bagi mahasiswa.

Artikel Laboratorium Kewirausahan FEB UNS Susun Modul untuk Perkuat Standarisasi Pembelajaran pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
FEB UNS Perkuat Persiapan Akreditasi AACSB melalui Workshop Initial Self-Evaluation Report https://feb.uns.ac.id/feb/feb-uns-perkuat-persiapan-akreditasi-aacsb-melalui-workshop-initial-self-evaluation-report/ Thu, 16 Jul 2026 07:32:27 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41917 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Initial Self-Evaluation Report (iSER) AACSB pada Rabu (15/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan […]

Artikel FEB UNS Perkuat Persiapan Akreditasi AACSB melalui Workshop Initial Self-Evaluation Report pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Initial Self-Evaluation Report (iSER) AACSB pada Rabu (15/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan persiapan FEB UNS dalam menyusun Initial Self-Evaluation Report (iSER) sebagai tindak lanjut setelah diterimanya Eligibility Application AACSB.

Workshop menghadirkan narasumber Prof. Alfiah Hasanah, S.E., M.Ec., Ph.D. dari FEB Universitas Padjadjaran yang membagikan pengalaman dan praktik baik dalam proses penyusunan iSER berdasarkan perjalanan akreditasi AACSB yang telah dijalani institusinya.

Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan iSER merupakan proses yang memerlukan komitmen, kolaborasi, dan daya tahan seluruh tim.

Setelah Eligibility Application diterima, FEB UNS melakukan penguatan organisasi melalui pembentukan kembali Tim Task Force agar lebih siap menghadapi tahapan penyusunan iSER dan proses pendampingan bersama mentor AACSB.

Menurutnya, proses menuju akreditasi AACSB bersifat bertahap dan berkelanjutan sehingga memerlukan kesiapan seluruh unit di lingkungan fakultas.

Melalui workshop ini, FEB UNS ingin memperoleh wawasan mengenai mekanisme kerja tim, proses penentuan mentor, serta strategi yang efektif dalam menyusun dokumen iSER.

Ketua Task Force AACSB FEB UNS, Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D., menjelaskan bahwa workshop ini menjadi kesempatan bagi tim untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan penyusunan iSER.

Pengalaman dari institusi yang telah lebih dahulu menjalani proses tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam menyusun langkah-langkah strategis menuju tahapan berikutnya.

Dalam paparannya, Prof. Alfiah Hasanah menjelaskan bahwa penyusunan iSER bukan sekadar penyusunan dokumen, tetapi merupakan proses refleksi terhadap capaian institusi sekaligus perencanaan yang realistis mengenai arah pengembangan fakultas.

Ia menekankan pentingnya endurance, komitmen pimpinan, serta kerja sama tim sebagai faktor utama dalam menjaga konsistensi selama proses akreditasi yang dapat berlangsung selama beberapa tahun.

Prof. Alfiah juga memaparkan tahapan perjalanan akreditasi AACSB, mulai dari status keanggotaan, penerimaan Eligibility Application, penyusunan iSER, proses pendampingan mentor, hingga pelaksanaan kunjungan dan review.

Menurutnya, seluruh target yang dituangkan dalam iSER harus didasarkan pada data historis dan kemampuan nyata institusi sehingga visi, misi, strategi, kurikulum, sumber daya, penelitian, hingga dampak kepada masyarakat memiliki keterkaitan yang kuat.

Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai sembilan standar AACSB yang mencakup aspek Strategic Management and Innovation, Learner Success, serta Thought Leadership, Engagement, and Societal Impact.

Narasumber juga membagikan pengalaman mengenai pembentukan tim kerja berdasarkan standar, strategi koordinasi dengan mentor, serta pentingnya kesiapan data, khususnya terkait sumber daya dosen, perencanaan strategis, kurikulum, penjaminan mutu pembelajaran, dan kontribusi fakultas terhadap masyarakat.

Melalui workshop ini, FEB UNS semakin memperkuat pemahaman Tim Task Force dalam menyusun Initial Self-Evaluation Report (iSER) sebagai salah satu tahapan penting menuju akreditasi internasional AACSB. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan mutu tata kelola, kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berstandar internasional.

Sejalan dengan komitmen tersebut, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi dan pembelajaran bersama antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas institusi.

Artikel FEB UNS Perkuat Persiapan Akreditasi AACSB melalui Workshop Initial Self-Evaluation Report pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Dosen FEB UNS Soroti Pentingnya Indikasi Geografis untuk Memperkuat Produk Unggulan Daerah https://feb.uns.ac.id/feb/dosen-feb-uns-soroti-pentingnya-indikasi-geografis-untuk-memperkuat-produk-unggulan-daerah/ Thu, 16 Jul 2026 05:49:14 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41911 Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D., menekankan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya Indikasi Geografis (IG), […]

Artikel Dosen FEB UNS Soroti Pentingnya Indikasi Geografis untuk Memperkuat Produk Unggulan Daerah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D., menekankan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya Indikasi Geografis (IG), sebagai upaya memperkuat produk unggulan daerah dan mendorong kemandirian ekonomi lokal.

Gagasan tersebut merupakan hasil kajian dan penelitiannya mengenai penguatan ekonomi lokal melalui perlindungan produk unggulan daerah.

Dr. Sarjiyanto menjelaskan bahwa produk unggulan daerah merupakan komoditas barang atau jasa yang memiliki kekhasan serta menjadi identitas suatu wilayah. Agar memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan, produk tersebut memerlukan perlindungan melalui ekosistem yang terstruktur, mulai dari identifikasi sektor unggulan berbasis kearifan lokal, penyusunan regulasi, pemberian insentif, fasilitasi sertifikasi, hingga pengawasan mutu produk.

Pada aspek perlindungan hukum, dikatakan bahwa produk unggulan daerah dapat dilindungi melalui berbagai instrumen Hak Kekayaan Intelektual, antara lain hak cipta, desain industri, merek, merek kolektif, perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT), serta Indikasi Geografis.

Menurutnya, Indikasi Geografis merupakan tanda yang menunjukkan asal suatu barang atau produk yang memiliki reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan geografis, baik faktor alam, faktor manusia, maupun kombinasi keduanya.

Dr. Sarjiyanto juga menjelaskan bahwa permohonan Indikasi Geografis dapat diajukan oleh lembaga yang mewakili masyarakat di kawasan geografis tertentu maupun pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota.

Proses tersebut diawali dengan penyusunan Dokumen Deskripsi yang memuat karakteristik produk, pengaruh lingkungan geografis, sejarah, proses produksi, hingga metode pengujian kualitas sebagai dasar pengajuan perlindungan.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa Indikasi Geografis memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi lokal, antara lain meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat daya saing di pasar, memberdayakan petani, pengrajin, dan pelaku UMKM, serta mendukung pelestarian budaya dan sumber daya alam yang menjadi identitas daerah.

Perlindungan Indikasi Geografis juga tetap berlaku selama reputasi, kualitas, dan karakteristik yang menjadi dasar perlindungannya masih terjaga.

Hasil penelitian tersebut disampaikan Dr. Sarjiyanto bersama narasumber lainnya dalam kegiatan Sosialisasi Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual dan Indikasi Geografis dalam Perlindungan Produk Unggulan Daerah yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2026, di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Kantor Wilayah Hukum Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, serta perwakilan klaster usaha, pelaku UMKM, dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

Melalui penyampaian hasil kajian tersebut, diharapkan para pemangku kepentingan semakin memahami pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, khususnya Indikasi Geografis, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah, menjaga keaslian produk unggulan daerah, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Kajian yang dikembangkan Dr. Sarjiyanto sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan perlindungan produk unggulan daerah berbasis kekayaan intelektual.

Artikel Dosen FEB UNS Soroti Pentingnya Indikasi Geografis untuk Memperkuat Produk Unggulan Daerah pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Prodi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Adakan Workshop Penyusunan Kurikulum, Hadirkan Praktisi dan Akademisi https://feb.uns.ac.id/feb/prodi-s1-ekonomi-dan-keuangan-islam-feb-uns-adakan-workshop-penyusunan-kurikulum-hadirkan-praktisi-dan-akademisi/ Fri, 10 Jul 2026 03:03:06 +0000 https://feb.uns.ac.id/feb/?p=41890 Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam pada Rabu (8/7/2026) […]

Artikel Prodi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Adakan Workshop Penyusunan Kurikulum, Hadirkan Praktisi dan Akademisi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>
Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan operasional program studi yang akan mulai menerima mahasiswa dan melaksanakan perkuliahan pada Agustus 2026.

Workshop menghadirkan akademisi, praktisi, serta mitra dari berbagai lembaga sebagai forum untuk menghimpun masukan dalam penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memenuhi standar pengelolaan program studi.

Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, mitra, dan pemangku kepentingan yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pengembangan Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam.

“Dalam lokakarya ini harapan kami, saya pribadi dan juga FEB UNS khususnya Prodi S1 Keuangan Islam, mengharapkan masukan. Sebagai program studi yang baru berdiri, kami membutuhkan banyak mendengar dan banyak meresapi apa yang menjadi poin-poin utama dari para praktisi dan mitra,” ujar Prof. Bhimo.

Prof. Bhimo juga menegaskan bahwa FEB UNS ingin belajar dari pengalaman Program Studi Ekonomi Islam Universitas Airlangga yang telah lebih dahulu berkembang, terutama dalam penyusunan kurikulum dan pengelolaan program studi yang selaras dengan standar akreditasi nasional maupun internasional.

Narasumber dari Universitas Airlangga, Dr. Sulistya Rusgianto, S.E., MIF., Ph.D., menjelaskan pentingnya membangun tata kelola program studi berdasarkan praktik terbaik sejak awal pendirian. Menurutnya, pengelolaan program studi perlu mengacu pada standar akreditasi nasional melalui LAMEMBA maupun standar internasional.

“Mumpung program studi ini masih baru, sekalian desain dan pengelolaannya dibuat sesuai standar. Daripada nanti harus melakukan banyak penyesuaian, lebih baik sejak awal tata kelolanya dibangun dengan baik sehingga memenuhi standar LAMEMBA dan juga mendukung proses menuju standar internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penyusunan program studi harus dimulai dari perumusan misi yang jelas.

“Misi tidak hanya menunjukkan keberadaan program studi, tetapi juga menjadi janji kepada para stakeholder. Ketika misi tidak disusun dengan tepat, maka nantinya program studi akan ditagih oleh para stakeholder, baik orang tua, lulusan, maupun industri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan tiga pilar utama dalam pengelolaan program studi, yaitu strategic management and innovation, learner success, dan societal impact. Pembahasan kurikulum dalam workshop ini merupakan bagian dari pilar learner success, sementara dua pilar lainnya berkaitan dengan tata kelola strategis dan dampak program studi bagi ilmu pengetahuan serta masyarakat.

Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS, Dr. Arif Rahman Hakim, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., MCE, menjelaskan bahwa program studi ini memperoleh izin operasional pada Mei 2026 dan telah mengajukan akreditasi sebagai salah satu persyaratan penyelenggaraan pendidikan. Perkuliahan perdana direncanakan dimulai pada Agustus 2026.

“Sebagai persiapan, kurikulum menjadi sangat penting karena akan menentukan kompetensi lulusan di masa depan. Kami membutuhkan masukan untuk menyempurnakan pilihan konsentrasi maupun mata kuliah yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam telah didukung fasilitas Islamic Economic and Business Center sebagai pusat kegiatan pembelajaran. Selain itu, program studi juga telah bergabung sebagai anggota Asosiasi Fintech Syariah Indonesia melalui dukungan Fintech Center UNS sebagai bagian dari penguatan jejaring di bidang keuangan syariah.

“Alhamdulillah, program studi kami telah memiliki Islamic Economic and Business Center sebagai pusat pembelajaran, dan pada awal Juli kami juga telah menjadi anggota Asosiasi Fintech Syariah Indonesia,” katanya.

Ia memaparkan bahwa kurikulum dirancang selama delapan semester dengan beban studi 144 SKS. Program studi memiliki fokus pada pengembangan ekonomi Islam melalui riset dan pengembangan kebijakan, keuangan Islam, Islamic Social Finance yang mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf, konsentrasi haji dan umrah, serta pengembangan ekosistem halal yang meliputi industri halal, pariwisata halal, kuliner, kosmetik, dan berbagai sektor terkait lainnya.

“Masukan dari para praktisi sangat penting karena mereka memahami kebutuhan kompetensi di lapangan. Setelah sesi pleno, peserta akan dibagi ke dalam kelompok diskusi sesuai bidang keahlian masing-masing untuk memberikan masukan terhadap setiap konsentrasi yang kami siapkan,” tuturnya.

Setelah sesi pemaparan, workshop dilanjutkan dengan diskusi kelompok melalui lima komisi, yaitu Komisi Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), dan Struktur Kurikulum, Komisi Keuangan Islam, Komisi Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), Komisi Haji dan Umrah, serta Komisi Kewirausahaan Islam. Pada masing-masing komisi, para akademisi, praktisi, dan mitra memberikan masukan terhadap rancangan kurikulum, profil lulusan, capaian pembelajaran, serta kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan dan kebutuhan di masing-masing bidang.

Melalui workshop ini, Program Studi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS berharap dapat menghasilkan kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri, lembaga keuangan syariah, lembaga filantropi, serta berbagai sektor yang menjadi tujuan lulusan di masa depan. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu kurikulum serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, akademisi, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Artikel Prodi S1 Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Adakan Workshop Penyusunan Kurikulum, Hadirkan Praktisi dan Akademisi pertama kali tampil pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

]]>